The Widower'S Charmer

The Widower'S Charmer
Part 7C



"Lukanya tidak apa-apa. Tidak terlalu dalam juga jadi tidak perlu untuk di jahit. Namun lukanya tidak boleh terkena air sampai sudah sembuh. Dan ini salep pereda nyerinya nyonya." Bella menganggukan kepalanya dan mengambil salep.


"Terima kasih dokter." ucap Bella. Bella berbalik dan mendapati suaminya sudah mengendong Aileen yang masih tak sadarkan diri.


leher Aileen terlilit perban. Setelah di obati oleh dokter tadi Tom tatap disamping putrinya.


ia tahu Tom sangat sayang kepada Aileen. Aileen adalah putri kesayangan miliknya dan Bella tahu akan hal itu. Ia mengelus punggung Tom dan menuntun suaminya itu berjalan meninggalkan ruang rawat rumah sakit.


"Kita selesaikan malam ini, aku yakin Sarah orang yang baik." Tom menganggukan kepalanya. Mereka menuju kediaman Sam.


Keluar dari mobil, Tom masih mengendong putrinya dan masuk ke dalam mansion milik Kakaknya Sam.


Baru saja mereka masuk, Justine sudah berlari memeluk Bella, "MAMAH...."


"Justine....Ya Tuhan..." Bella menangis dengan terharu karena bisa bertemu dengan putra semata wayangnya kembali. ia mencium bertubi-tubi kepada putranya matanya melirik ke arah madunya yang duduk dengan menatap tajam ke arah dirinya.


"Kembalikan Putriku?" ucap tajam Sarah yang sudah berdiri dan berjalan mendekati ke arah Tom.


Tom memeluk Aileen dengan erat tidak membiarkan Aileen bersama dengan Sarah.


"KALIAN KE MARILAH." bentak Axton penuh amarah yang menyelimuti dirinya. Bentakan Axton mampu membuat Aileen terbangun dari tidurnya.


"Mamah..." ia merengek meminta di gendong oleh Mamahnya.


"Aileen..." panggil lirih Sarah. Tom melewati Sarah begitu saja dan meninggalkan Bella.


Ia duduk dengan santainya didepan Ayah dan Ibunya sambil mengendong putri kesayangannya itu. Tak mau melepaskan walaupun Putrinya sudah meminta dilepaskan dengan cara memberontak.


"Kau berkhianat brengsek." maki Joshua kepada adik sepupunya itu. ia tentu saja sangat marah mendapati kabar dari Kakak sepupunya jika ada masalah yang rumit ternyata ini masalahnya.


"Apa yang kau pikirkan Tom?"


"Kau pikir dirimu Romeo dan Juliet?" Halma menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang Putranya itu lakukan. ini menentang aturan keluarganya.


Bella duduk di samping Tom dengan memangku Justine sedangkan Sarah duduk disebelah ibu mertuanya.


"PANGGIL ALEX DAN RIMBA." seketika baru mendengar suara teriakan dari Halma, Alex dan Rimba langsung datang.


"Bawa bocah itu pergi dan jangan sampai mereka mendengar pembicaraan kita." Alex membawa Justine kecil dengan mengandeng tangannya sedangkan Rimba sedang kesulitan mengambil adik sepupunya yang masih di pegang erat oleh sang Ayah.


"Paman berikan Aileen kepadaku."


"Tidak. pergi saja kau Rimba. biarkan paman memangku Aileen."


"Tidak. hiks...kak Rimba...hiks...mau kak Rimba...." tangis kencang Aileen meminta tolong kepada kakaknya itu.


terjadilah aksi saling tarik menarik antara Rimba dan Tom yang memperebutkan Aileen.


"Tom lepaskan tanganmu. masalah ini tidak baik terdengar di telinga anak-anak mu." dengan terpaksa setelah mendengar ucapan sang ibu Tom melepaskan cekalan ya kepada anak perempuannya itu.


Rimba pergi dengan membawa Aileen yang di gendong dirinya.


"Ada yang ingin kau jelaskan Tom?" tanya Axton kepada putra bungsunya itu.


"Aku mencintai dia Ayah. Aku juga mencintai Sarah. Terdengar konyol memang tadi aku benar-benar mencintai keduanya dengan perasaan yang sama tidak lebih dan tidak kurang."


"Dengar Tom. tidak ada sejarahnya keluarga Arthur memiliki 2 orang istri di tambah madunya adalah seorang musuh bebuyutannya sendiri. Kau seperti ini hanya akan menyakiti salah satunya dan anak mu lah yang menanggung semuanya nanti." jelas Halma membuat Tom menundukkan kepalanya.


"Aku ingin cerai." perkataan singkat, padat dan jelas yang terlontar di bibir Sarah membuat Tom dan Bella menegang.


"Tidak Sarah. Kita bisa berbagi suami, Tom bisa berlaku adil dengan kita berdua, yakinlah Sarah." Bella mencoba membujuk Sarah agar tidak berpikiran pendek.


"Tidak ada wanita yang kuat di madu. Aku pun begitu, tidak ada wanita yang rela cintanya dibagi oleh suaminya sendiri. begitupun aku." ucap Sarah dengan tajam menatap penuh benci ke arah Bella.


"Jika itu keputusan mu, maka jangan pernah temui Aileen lagi. Aileen milikku." ucap penuh penekanan Tom kepada istri pertamanya itu.


Axton, halma, Sam, Joshua dan juga Nathalie tak bisa berbuat apa-apa karena ini masalah rumah tangga Tom sendiri.


"Aku yang melahirkannya, kau tidak berhak atas dirinya."


"Cukup Tom, kau bertingkah seolah yang adalah korban. Aku disini sakit, kau menipuku selama 7 tahun lamanya. Sekarang kembalikan saja aku kepada orang tuaku."


"Kalau kau mau Aileen kembali, tarik ucapan mu dan hidup lah lagi bersamaku."


"Aku tidak Sudi." jawab penuh kebencian Sarah kepada Tom.


Tom berdiri dari duduknya membuat semua orang yang berada disana terasa menebak apa yang akan terjadi.


Tom berjalan dengan langkah lebarnya di ikuti oleh Sarah di belakang yang menarik Tom agar tidak gegabah.


"Tom jangan gila kamu ya!!! dia putriku jangan macam-macam." ancam Sarah yang masih mencoba Manarik Tom agar berhenti berjalan menghampiri Aileen.


"Kau mau seperti ini kan? baik aku akan menceraikan mu namun hak asuh Aileen dan Arka akan jatuh ke tanganku. tidak akan ku berikan sedikit pun anak-anakku kepada dirimu."


Sedangkan Aileen yang masih berada dipangkuan Rimba dengan bersandar di dada bidang Rimba merasa nyaman. Rimba kali ini bersikap dewasa dengan menemani adiknya bersedih.


Rimba selalu ada jika Aileen membutuhkannya. seperti saat ini Rimba aka menemani Aileen sampai Aileen sudah tidak bersedih lagi.


"Kakak apa aku punya ibu tiri?"


"Jangan di pikirkan, selama Ibu Sarah masih hidup hanya ada ibu Sarah yang akan menjadi ibumu. jika ibu Sarah meninggal maka hanya akan ada Ibu Sarah di hatimu, tidak ada ibu selain ibu Sarah bagi dirimu."


"Tapi,...aku punya adik lain selain Arka. bagaimana?" Aileen kecil bertanya lagi kepada kakaknya itu.


"Dia tetap adik Aileen. Bedanya hanya ibu yang berbeda namun kalian tetap satu darah karena ayah kalian sama. Walaupun wanita itu bukan ibumu tapi kau masih harus menghormatinya setelah Ibu dan ayahmu." ia menganggukan kepalanya.


Tubuhnya di tarik paksa oleh Tom, RImba yang lengah tidak menyadari dari mana Pamanya datang.


Aileen menangis kembali saat ayahnya yang mengendong dirinya. Ia masih terasa takut dengan Ayahnya itu.


❣️❣️❣️


Aileen sudah berangkat bekerja saat ini. ia sedang menunggu kekasihnya Aldo datang.


ia menunggu di parkiran dan menemukan Aldo yang berjalan dengan merentangkan tangannya. Aileen tersenyum lebar dan memeluk leher Aldo dengan erat.


"Bagaimana kabarmu?" tanya Aldo kepadanya.


"Aku baik. Terima kasih atas undangan makan malamnya. Aku akan datang dengan kedua adik-adikku nanti malam." Aldo menganggukan kepalanya.


"Dimana si kembar? dia sekolah lagi?" tanyaku yang tidak mendapat kedua anak ku bersama dengan Aldo.


"mereka sekolah, memangnya Ibunya yang sangat bandel ini sering sekali bolos sekolah." dengan gemas Aldo mencubit bibi Aileen.


Aileen memeluk lengan kiri Aldo dan berjalan bersama memasuki kantor.


"Aku tidak bandel, aku hanya...."


"Kau bandel sayang. Aku sudah tahu semua cerita tentang dirimu dari kedua kakak ipar mu itu."


"Ih...aku enggak bandel. Kak Rimba aja yang terlalu proktektif kepadaku. aku ini anak kesayangan keluarga Arthur apa kau tahu?" ucapnya dengan sedikit sombong.


"Iya aku tahu."


"Rasanya setiap hari kadar ketampanan mu semakin meningkat. apakah perut mu juga semakin bagus?" Aileen memegang roti sobek milik Aldo dan sedikit mengelusnya dengan pelan.


"Tentu aku rajin berolah raga." jawab Aldo dengan senyum manis. ia mencium dahi kekasihnya itu.


adegan itu tertangkap oleh karyawan kantornya. Dimana mereka melongo tak percaya dengan apa yang baru mereka lihat sekarang.


dulu saja saat masih bersama dengan mantan istrinya, Aldo tak seromantis ini. Bahkan mereka tidak pernah melihat Aldo mengandeng ataupun mencium istrinya didepan umum.


namun kali ini? wah....


Aileen memang benar-benar wanita pemikat. Aura yang Aileen miliki mampu membaut pria mana saja yang menatapnya langsung terpikat dengan pesona mematikan miliknya.