The Journey of Love

The Journey of Love
Bayi kembar



Litong menghampiri kaisar Qi untuk memohon sekali lagi bahkan dengan berani menjelaskan alasannya .


" Jadi , kehamilannya itu tidak menyukai aroma tubuhku . Mengapa kau tidak mengatakannya dari awal ?". Ucap Kaisar Qi yang menyalahkan Litong .


Suasana hati kaisar Qi saat ini sedang buruk , dia tidak ingin di dekati oleh siapapun .


Selir yang yakin pada dirinya sendiri jika malam ini kaisar Qi pasti datang mengunjunginya .


'' Ji Xu apakah yang mulia sudah datang ?". Tanya selir yang .


" Belum selir yang ".


" Kemana yang mulia saat ini , tidak seperti biasanya ". Gumam selir yang .


Kaisar Qi berada di luar kamar Chu Xia untuk melihatnya dari jauh , dia berpikir mungkin selama ini hanya memikirkan dirinya sendiri hingga permaisurinya kurang di perhatikan .


Hampir setiap hari kaisar Qi selalu melakukan hal yang berulang bahkan tidak memikirkan hasratnya lagi .


Selir yang merasa jika kehamilan Permaisuri membawa dampak merugikan untuknya .


" Kenapa dia harus hamil di saat yang mulia sering mengunjungiku , benar - benar pembawa sial ". Kesal selir yang .


Selir An tertawa mendengar fakta jika kaisar sudah berhenti untuk mengunjunginya .


" Aku rasa ini adalah karma karena dia telah sombong , lihatlah sekarang ? pasti dia sangat malu meletakan wajahnya itu ." gumam selir An .


Sudah 6 bulan lamanya , kini permaisuri akan memasuki waktu lahiran .


Kaisar Qi sudah menunggu waktu untuk kembali dekat dengan permaisuri .


" Litong , mengapa sepertinya aku buang air terlalu banyak hari ini ?". Ujar Chu Xia .


Litong segera melihat dan memastikan jika itu adalah tanda - tanda akan melahirkan .


" Permaisuri , aku akan memanggilkan tabib wanita . Bersabarlah ". Kata Litong .


" Tidak ada rasa sakit , bukankah jika akan melahirkan seharusnya merasakan sakit ya ". Gumam Chu Xia .


Tabib wanita itu menghampiri Permaisuri dan melihat keadaannya .


" Permaisuri , anda bersiaplah karena aku akan membantu untuk proses melahirkan ". Kata tabib wanita yang di bawa litong tersebut .


" Apakah harus menunggu rasa sakit ?". tanya Chu Xia .


" Benar , aku akan memberikan ramuan ini untuk di minum permaisuri agar persalinan tidak ada kendala dan di percepat ". Ujar tabib .


Permaisuri mulai meminum ramuan yang di buat secara langsung oleh tabib wanita .


" permaisuri akan melahirkan ." Kejut wubai .


" Iya , cepatnya beritahu yang mulia ". Kata Litong .


Wubai memberitahu kaisar Qi saat dia sedang berbicara dengan perdana menteri yang .


Begitu mendengar informasi dari wubai dengan spontan , kaisar Qi langsung gembira .


" Perdana menteri , untuk kelanjutan masalah ini kau bisa membicarakannya dengan sang Zi karena dia cukup paham ". Ujar Kaisar Qi .


" Tapi yang mulia , ini sangat penting . Bagaimana bisa aku berdiskusi dengan orang lain ?". Gumam perdana menteri yang .


" Itu mudah ".


Kaisar Qi segera pergi meninggalkan obrolan yang penting demi menyaksikan Chu Xia melahirkan .


Mendengar suara Chu Xia mengejan saja , dia tidak tega bahkan ikut menangis karena khawatir .


Suara bayi terdengar sangat nyaring , bayi itu berjenis kelamin laki - laki .


" Ahh wubai , anakku sudah lahir !!". Kata kaisar Qi .


Kaisar Qi segera masuk dan tidak sabar untuk menggendongnya.


" Aduhh kenapa perutku masih terasa sakit , seperti ingin melahirkan lagi ." Kata Chu Xia .


" Permaisuri , aku akan memerisaksanya . Litong kau bersihkan bayi ini dan berikan pada yang mulia ". Titah tabib .


Litong segera membersihkan bayi , begitu kaisar Qi masuk bayi itu di berikan kepadanya .


" Yang mulia , sepertinya Permaisuri akan melahirkan lagi ." Ujar Litong .


" Apa ? bagaimana keadaannya ". Khawatir kaisar Qi .


" Masih dalam pemrosesan , yang mulia berdoa saja ".


Kaisar Qi menggendong bayinya yang berjenis kelamin laki - laki itu .


" Wubai , lihatlah putraku. Begitu tampan sepertiku !." kata kaisar dengan bangga .


Suara bayi ke dua terdengar nyaring juga namun berbeda jenis kelamin , bayi ke dua adalah perempuan .


Chu Xia sangat lemas dan tak berdaya , para pelayan sibuk membersihkan kamar Permaisuri.


Selir yang merasa iri karena selama ini yang sering melakukan hubungan intim dengan kaisar Qi adalah dirinya namun mengapa masih belum mengandung juga.