
Hari yang di nanti para murid kelas 12 pun telah tiba. Hari ini rencana nya mereka akan menerima tanda kelulusan mereka memulai email yang di kirimkan langsung dari Kementrian Pendidikan.
Aghnia sendiri sudah tercatat sebagai salah seorang penerima beasiswa di sebuah universitas negeri di kota nya dengan jurusan matematika.
Julian sangat mendukung Aghnia untuk melanjutkan pendidikan nya ke jenjang kuliah. Bahkan Julian lah yang melengkapi data serta memverifikasi ulang beasiswa Aghnia tersebut.
Aghnia sendiri sebenarnya enggan melanjutkan kuliah nya karena Dia ingin membantu Julian dalam mengembangkan usahanya.
Namun Julian lah yang meminta Aghnia untuk mengambil beasiswa tersebut dan melanjutkan pendidikan nya.
Tujuan Julian hanya satu, agar Aghnia tetap menikmati dan menjalani masa remaja tanpa merasa terikat oleh pernikahan mereka serta mendapatkan pendidikan yang tinggi.
Julian memberikan kepercayaan kepada Aghnia namun harus tetap menjaga marwah nya sebagai seorang wanita yang sudah memiliki suami.
Rey memutuskan akan melanjutkan kuliah nya di bidang manajemen dan tata boga. Sementara Meta memutuskan akan melanjutkan studi nya ke salah satu universitas negeri di Bandung.
Acara wisuda pun akhir nya tiba. Selepas melaksanakan sholat shubuh Aghnia sudah mulai merias diri dengan di bantu oleh salah seorang MUA kenalan Meta.
Sempat terjadi perdebatan kecil antara orang suami istri tersebut. Dimana Aghnia tetap bersikukuh ingin mengenakan kacamata tebal nya di hari wisuda nya.
Dan tentu saja hal itu mendapatkan penolakan yang keras dari Julian. Bahkan sang suami meminta Aghnia agar detik ini juga tidak lagi menggunakan kacamata tebal nya tersebut.
Julian meminta kepada Aghnia agar tidak menggunakan kacamata tebal nya itu lagi di kemudian hari dalam keseharian nya dan akhir nya Aghnia pun hanya bisa pasrah menuruti keinginan sang Imam rumah tangga nya itu.
Kebaya brukat berwarna maroon menjadi pilihan Aghnia untuk di kenakan nya pada acara wisuda hari ini, dan tentu saja senada dengan warna kemeja batik yang akan di kenakan oleh Julian membuat kedua nya tampak serasi, sama-sama cantik dan tampan.
Bu Laras mengenakan gamis berwarna hijau botol senada dengan kemeja batik yang Rey kenakan.
Acara akan di mulai pukul 9 pagi, jadi mereka pun berangkat ke sekolah Aghnia dan Rey pada pukul 8 lagi karena akan di adakan acara gladi resik terlebih dahulu sebelum acara wisuda berlangsung.
Jam menunjukkan pukul setengah sembilan kurang lima menit ketika Julian menghentikan laju kendaraan nya parkiran sekolah istri dan adik nya tersebut.
Beruntung Julian masih menemukan tempat parkir yang letak nya berada tidak terlalu jauh dari aula sekolah tempat acara wisuda akan di laksanakan.
Rey yang biasa nya berpenampilan urakan dengan rambut sedikit gondrong itu kini merubah penampilan nya permintaan sang Bunda, yang ingin melihat Rey rapi di acara wisuda hari ini.
Rambut Rey di pangkas ala retro hampir mirip dengan rambut Julian. Membuat semua yang mengenal Rey pun menjadi memperhatikan Rey dengan seksama karena perubahan pria selonong boy tersebut yang membuka tabir wajah tampan nya.
Wajah Julian dan Rey memang bisa di bilang mirip. Hanya wajah Julian yang tampak lebih dewasa sesuai dengan usia nya
Atau mungkin bisa dibilang Rey adalah Julian saat remaja dan Julian adalah Rey versi dewasa nya.
Penampilan baru Rey tak hanya mengundang decak kagum yang mengenal nya. Para guru bahkan nyaris tak mengenali Rey kalau tidak melihat Bu Laras yang berada di samping nya.
Kedatangan Aghnia yang bersama dengan Julian pun ternyata mengundang banyak perhatian para murid dan juga guru. Selain karena Aghnia akhir nya mau melepaskan aksesori kebanggaan nya sang kaca mata tebal, Julian yang selalu menautkan jemari nya dengan jemari Aghnia itu pun berhasil mengundang banyak pertanyaan tentang hubungan mereka.
"Neng kumpul sama yang lain dulu ya A" Julian mengangguk pasrah melepaskan Aghnia untuk melakukan gladi resik dulu bersama para lulusan lain nya.
Plak
"Astaghfirullahalazim. Abang ih, pedes tau!"
Julian menulikan telinganya mendengar protes Rey.
"Jagain Kakak Ipar Kamu, jangan sampai lecet!"
Rey mencembikkan bibir nya mendengar perintah sang kakak yang menurut nya sangat konyol, sesaat setelah pria itu berjalan menuju tempat yang di sediakan khusus tamu undangan dan pasti nya berdampingan dengan Bu Laras sang Ibu.
"Bucin!" Gerutu Rey lalu dengan santai berjalan menuju ruangan yang menjadi tempat gladi resik mereka.
"Aghnia. MasyaAllah cantik nya kebangetan banget sih mantan calon kakak ipar Gue" Meta berteriak kencang ketika melihat Aghnia memasuki ruangan.
Tak hanya Meta semua yang berada di dalam ruangan itu pun menatap Aghnia dengan kagum. Bahkan di barisan para pria terdengar ramai bisik-bisik yang mengagumi penampilan baru Aghnia membuat Aghnia pun menjadi risih diperhatikan seperti itu.
"Astaga, nggak perlu di anter juga kali Kak Julian. Tenang aja Aghnia nya aman, ada Meta yang jagain" Ujar Meta jumawa seraya menepuk pelan dada nya kepada Rey yang berdiri di belakang Aghnia.
Rey dan Aghnia mengernyitkan kening mereka keheranan mendengar ucapan Meta, hingga membuat Rey yang gemas pun mengusap pelan wajah Meta yang entah mengapa beberapa kali belakangan ini sering kali Rey kelakuan terhadap lawan debat di segala suasana tersebut.
Perlakuan Rey spontan saja membuat Meta terkejut karena masih beranggapan kalau yang mengusap lembut wajah nya itu adalah Julian bukan Rey si lawan debat nya itu.
Gadis itu mengerjapkan kedua kelopak mata nya tak percaya. Lalu beberapa saat kemudian kedua bola mata nya menatap tajam kepada Rey yang tengah melipat kedua tangan nya sebatas dada dan tengah menatap nya dengan tatapan usil nya.
Aghnia pun menghela nafas pelan nya seraya bergumam "Yah, mulai lagi deh".
"Kak Rey apaan sih. Bisa rusak tau nggak make up Gue!"
Tuh kan benar saja ketika menyadari itu Rey bukan Julian, gadis yang saat ini mengenakan kebaya brukat dengan warna senada dengan Rey itu kini berdiri berhadapan dengan Rey.
"Ntar Gue touch up make up nya" Jawab Rey asal.
"Bisa jadi ondel-ondel Gue kalau Lo yang touch up!" Aghnia menggelengkan kepala nya mengahadapi kedua musuh bebuyutan yang tengah berdebat unfaedah di hadapan nya.
"Subhanallah". Pertikaian mereka sontak saja membuat Bu Rahma yang kali ini menjadi pemandu para murid yang akan di wisuda pun akhir nya harus turun tangan melerai pertikaian Rey dan Meta sebelum berkelanjutan.
"Bisa nggak sehari aja kalian itu nggak bertengkar. Pusing ibu dengar kalian bertengkar!" Ucap Bu Rahma yang berhasil membuat kedua nya berhenti berdebat.
Bu Rahma tampak memperhatikan penampilan Rey dan Meta yang mengenakan pakaian yang berwarna sama lalu melihat kearah para murid lain nya, namun hanya mereka berdua yang terlihat sangat pas untuk di jadikan pasangan raja dan ratu para murid wisuda.
Seulas senyuman di wajah Bu Rahma membuat Rey dan Meta mengernyitkan kening mereka menatap sang guru yang tengah memperhatikan penampilan mereka secara bergantian.
Hingga ucapan Bu Rahma membuat Rey mengulaskan senyuman kecil dan Meta terpekik kencang.
"Bu Shanum. Rey dan Meta yang akan menjadi Raja dan Ratu"