The Journey of Love

The Journey of Love
Bab 21 Sabotase



Keheningan kembali terjadi di ruang rawat Rey, hingga kehadiran dua orang pria berseragam kepolisian masuk kedalam ruangan.


"Selamat Malam"


Deg


Wajah Rey tampak memucat ketika melihat kedua orang pria dengan pakaian dinas itu masuk kedalam ruang perawatan nya.


Aghnia pun sedikit terkejut dengan kehadiran kedua aparat negara tersebut. Namun lain hal nya dengan Julian dan Bu Laras yang menyambut kedatangan kedua pria itu dengan ramah.


"Gimana kabar nya Rey?" Salah seorang polisi yang bernama Putra menghampiri Rey sedangkan yang satu lagi tengah berbincang-bincang dengan Julian.


Bu Laras pun mengajak Aghnia untuk ikut menyimak perbincangan dengan Julian dan salah seorang polisi yang bernama Bayu tersebut.


Wajah Rey semakin memucat ketika Pak Putra meletakkan sebuah kursi tunggu keluarga pasien di sisi kanan bangkar nya.


"Santai aja. Nggak usah tegang begitu"


Rey hanya mengangguk pelan menanggapi ucapan Pak Putra yang terdengar santai.


"Ada beberapa hal yang ini Saya sampaikan kepada Kamu mengenai kasus yang sedang Kamu alami saat ini."


Helaan nafas Rey terdengar pelan karena Dia merasakan udara yang memasuki paru-paru nya terasa menipis dan membuat nya sedikit sesak seolah kekurangan udara.


"Pihak keluarga korban sudah mencabut tuntutan nya kepada Kamu"


"Namun ada satu hal yang harus Kamu ketahui dan mungkin juga Kamu sadari namun enggan Kamu sampaikan kepada keluarga korban"


Rey melihat Pak Putra dengan heran.


"Apa Kamu sadar kalau rem motor Kamu saat itu blong?"


Rey terdiam mendengar pernyataan Pak Putra. Sesaat sebelum kecelakaan terjadi Rey memang menyadari kalau ada yang tidak beres dengan motor yang di kendarai nya. Apalagi ketika Rey menarik rem yang ternyata blong.


Rey tersentak ketika mengingat kalau sebenarnya Dia bisa menghindari motor Pak Andi yang melaju kearah nya jika saja tidak ada yang dengan sengaja mendorong motor Rey kearah Pak Andi yang baru akan membelokkan motor nya guna mengambil jalur memasuki Cafe abang nya.


"Bagus" Rey bergumam ketika mengingat siapa yang dengan sengaja mendorong motor nya yang tengah mengalami rem blong kearah Pak Andi hingga mengakibatkan kecelakaan itu tidak bisa dihindari oleh Pak Andi dan juga Rey.


Pak Putra mengangguk pelan seolah menjawab gumaman Rey.


"Abang Kamu meminta Kami menelusuri kejadian dengan seksama karena hal ini menyangkut keluarga nya dan juga keluarga istri nya. Karena itulah Kami mencoba menyelidiki nya dengan seksama dan ternyata apa yang menjadi kecurigaan abang Kamu benar ada nya"


Rey mengepalkan kedua telapak tangan nya ketika menyadari kalau salah seorang sahabat nya turut andil dalam kecelakaan yang menimpanya itu.


"Dari hasil CCTV Cafe terlihat Bagus mengatakan atik motor Kamu beberapa saat setelah Kalian masuk ke Cafe. Walaupun kurang jelas dengan apa yang di lakukan nya, tapi Kami menemukan keganjilan dengan rem motor Kamu yang blong"


"CCTV simpang jalan juga sempat merekam Bagus yang sekilas menyenggol motor Kamu menuju arah motor Pak Andi hingga mengakibatkan kecelakaan itu terjadi."


"Jadi_"


Seolah paham dengan maksud kalimat Rey yang belum usai Pak Putra mengangguk.


"Kami sudah menetapkan Bagus sebagai tersangka percobaan pembunuhan terhadap Kamu dan menjadi tersangka atas kasus tewas nya Pak Andi, karena Dia dengan sengaja merusak motor dan menyenggol motor Kamu hingga kecelakaan itu pun terjadi"


Hal yang sama pun terjadi di tengah perbincangan yang melibatkan Julian, Aghnia, Bu Laras dan Pak Bayu.


Setelah memaparkan hasil penyelidikan selama setahun dan menunggu Rey sadar, akhir nya pihak kepolisian memberitahukan perihal kecelakaan yang menimpa Rey dan Pak Andi.


"Pantas saja sudah beberapa bulan ini Ibu tidak pernah melihat Bagus menjenguk Rey"


Ucap Bu Laras tak percaya kalau ternyata salah seorang sahabat Putra bungsu nya itu telah merencanakan hal keji tersebut.


"Tapi setahu Saya hubungan Rey dan Bagus terlihat akrab bahkan saat kejadian Bagus ada di TKP menunggu Rey ketika Ricko mengabarkan kepada Saya kalau Rey kecelakaan"


"Cemburu"


Julian, Aghnia dan Bu Laras melihat tak percaya kepada Pak Bayu.


"Cemburu?" Beo ketiga nya bersamaan.


"Ya Bagus bilang dia cemburu dan juga kesal kepada Rey karena Rey setiap hari membully gadis yang di sukai Bagus yang ternyata diam-diam juga Rey sukai"


Ucapan Pak Bayu sontak membuat Julian dan Aghnia terkejut dan saling melemparkan pandangan satu sama lain.


Lain hal nya dengan Bu Laras yang justru penasaran dengan sosok gadis yang selalu di bully Rey namun disukai nya juga.


"Kalau boleh tahu siapa nama gadis itu Pak?"


Pak Bayu terdiam lalu melihat kepada Julian dan Aghnia yang juga terdiam karena mereka mengetahui siapa gadis yang di tanyakan tadi oleh Bu Laras.


"Aghnia Widuri Cantika" Tiga kata itu berhasil membuat Bu Laras sangat terkejut bahkan wanita itu sampai menyentuh dadha nya tiba-tiba terasa sesak.


Walaupun Aghnia dan Julian sudah mengetahui siapa gadis yang di maksud namun ucapan Pak Bayu masih saja tetap membuat kedua terkejut dan merasakan sesak di dadha mereka.


Bu Laras melihat kearah Rey yang ternyata diam-diam tengah melihat kearah mereka atau lebih tepat nya kearah Aghnia yang kini duduk berdampingan dengan Julian.


Suasana hening kembali menyelimuti ruang rawat Rey selepas kepulangan Pak Putra dan Pak Bayu.


Canggung. Ya Julian tampak canggung menampakkan kedekatan nya dengan Aghnia di depan Rey. Pasal nya Rey memang sempat bercerita kalau Dia tengah tertarik dengan seorang gadis di sekolah nya.


Bahkan dengan terang-terangan Julian berjanji akan membantu Rey dengan menyediakan salah satu sudut cafe nya untuk di gunakan Rey pada saat Rey akan menembak gadis yang di sukai nya itu saat acara kenaikan kelas lalu.


Namun kini semua nya berjalan tidak sesuai dengan apa yang sudah mereka rencanakan.


Hal yang sangatlah tidak mungkin Julian lakukan untuk membantu Rey menyatakan cinta kepada gadis yang di sukai nya karena gadis yang di sukai oleh Rey itu kini sudah sah menjadi istri nya.


Rey tampak tertunduk malu ketika menyadari tatapan Julian tertuju kepada nya. Aghnia sendiri pun menjadi bingung sendiri ketika Julian hanya terdiam setelah mengetahui kalau Rey menyukai nya.


Jangan lupakan Bu Laras yang amat sangat bingung karena ternyata kedua putra nya menaruh hati kepada gadis yang sama dan sayang nya salah satu dari mereka harus merasakan menelan rasa kecewa karena gadis yang di sukai sudah menjadi milik saudara nya sendiri.


Namun Bu Laras juga bingung apakah Julian akan kembali mengalah dan memberikan gadis nya kepada Rey?.


Bu Larasa sangatlah paham dengan Putra sulung nya yang selalu mengedepankan kebahagiaan Rey diatas kebahagiaan nya sendiri.


"Ya Tuhan."