The Journey of Love

The Journey of Love
Bab 12 Kakak Ipar



Julian kembali melajukan kendaraan nya kali ini pria itu memilih menggunakan motor sebagai moda transportasi nya dalam mencari keberadaan Aghnia setelah tak mendapati istri kecil nya yang tengah merajuk itu tak ada di kediaman sang Bunda.


Helaan nafas kecewa menguar dari pria tampan yang mulai cemas karena keberadaan Aghnia pun tak tampak di rumah Pak Andi dan memaksa pria itu kembali melajukan motor matic nya entah kemana lagi mencari sang istri yang tak tahu berada di mana karena kebodohan yang Julian buat sendiri.


Aghnia sendiri kali ini tengah berada di kediaman Meta setelah sebelum nya berziarah kemakam Ayah untuk mengadu dan bercerita bahkan gadis itu berharap sang ayah bisa hadir dalam mimpi nya untuk menjawab aduan dan cerita nya.


Namun ketika hendak pulang ke rumah Julian, Meta menghubunginya dan mengatakan kalau Mama nya kangen ingin bertemu dengan Aghnia dan akhirnya Aghnia pun pergi ke rumah Meta terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah Bu Laras.


"Kamu nginep aja di sini ya Nia. Mama kangen sama Kamu" Aghnia menanggapi ucapan Mama Tata.


Mama dari Meta itu memang sudah menganggap Aghnia sebagai putri nya sendiri, apalagi Miko kakak Meta sudah mengungkapkan kepada kedua orang tua nya kalau Dia tertarik kepada Aghnia.


Bahkan pria berusia 23 tahun yang baru lulus S1 di Singapura dan bekerja sebagai salah seorang PNS di kementerian luar negeri itu sudah meminta kepada kedua orang tua nya untuk mengkhitbah Aghnia selepas haul 40 hari Pak Andi dan sudah di setujui oleh kedua orang tua nya terlebih Meta.


Meta memutar malas kedua bola mata nya melihat tingkah sang Mama kepada sahabat nya itu yang sangat lembut kepada Aghnia.


"Nia harus pulang Ma. Nggak enak sama Bu Laras" Ucap Aghnia yang di balas wajah memelas Mama Tata.


"Malam ini aja. Ada yang mau Mama, Papa juga Kak Miko sampaikan kepada Kamu" Ucap Mama Meta memelas yang akhir nya di angguki oleh Aghnia.


"Kalau begitu Nia izin ke Bu Laras dulu ya Ma. Takut nanti Ibu nyariin, soal nya Nia tadi belum pamit sama Ibu main ke rumah Meta" Wajah Mama Tata pun berubah cerah karena calon menantu idaman nya itu bersedia menginap di rumah nya.


Aghnia mengabaikan panggilan telepon dan juga chat dari Julian dan lebih memilih menghubungi Bu Laras untuk meminta izin menginap di rumah Meta yang dengan terpaksa di setujui Bu Laras, setelah Aghnia berbohong kalau Julian sudah mengizinkan Aghnia menginap di rumah Meta.


"Maafin Nia Bu, sudah bohong sama Ibu. Semoga dengan pergi nya Nia dari rumah Ibu, Aa dan Kak Aisyah bisa bersama" Gumam Aghnia setelah selesai menghubungi Bu Laras.


Gadis itu pun segera menonaktifkan HP nya ketika melihat Julian kembali menghubungi nya.


Acara makan malam di kediaman Meta pun jadi penuh warna karena kehadiran Aghnia. Berkali-kali Meta menggoda Miko sang kakak yang pendiam itu dengan memanggil Aghnia Kakak Ipar hingga membuat Miko dan Aghnia menjadi salah tingkah.


Dan hal itu membuat Aghnia merasa bersalah kepada keluarga Meta karena belum mengatakan kalau saat ini Dia sudah menjadi seorang istri siri bagi Julian Adiguna Sudrajat, karena Aghnia takut di sangka berbohong tentang pernikahan nya dengan Julian karena Julian masih belum mau mengakui pernikahan mereka kepada orang lain selain keluarga nya.


Hal berbeda terjadi kepada Julian. Pria itu panik setelah mendengar dari ibu nya kalau malam ini Aghnia akan menginap di rumah Meta.


Belum lagi cerita Ricko yang mengatakan kalau Meta mempunyai kakak laki-laki yang tertarik kepada Aghnia dan bahkan Ricko tadi sempat mendengar ketika Meta dan Vivian kalau setelah 40 hari meninggal nya Pak Andi, keluarga Meta akan melamar Aghnia untuk Miko kakak nya Meta.


Sontak hal itu membuat Julian semakin kalang kabut. Bahkan Bu Laras mensyukuri Julian ketika Julian menceritakan keisengan nya kepada Aghnia siang tadi dan kini keisengan nya itu langsung di bayar kontan oleh Tuhan, dengan mengirimkan Miko.


"Maka nya jangan macem-macem Bang. Kalau udah begitu Kamu juga kan yang belingsatan!" Tutur Bunda.


Julian menghela nafas kasar lalu mengacak-acak rambut nya karena kesal menunggu balasan Ricko yang akan mengshare lock rumah Meta.


Ting


"Abang nyusul Aghnia dulu Bunda" Julian segera mencium punggung tangan kanan sang Bunda sesaat setelah mendapatkan alamat Meta dari Ricko.


"Hem, hati-hati di jalan jangan ngebut" Julian mengangguki ucapan sang Bunda. Setelah mengucapkan salam Julian pun bergegas pergi ke rumah Meta guna menyusul Aghnia.


Gadis itu tampak kebingungan setelah Miko mengungkapkan keinginan untuk melamar nya setelah 40 hari Ayah nya.


Dukungan keluarga Meta membuat Aghnia semakin merasa tak enak hati kalau Aghnia mengatakan jika Dia sudah menikah dengan Julian.


Sedangkan Julian sendiri secara tidak langsung tadi mengungkapkan kedekatan keluarga nya dengan Aisyah, jadi Aghnia menyimpulkan kalau Julian memiliki rasa terhadap Aisyah, dan karena keadaan terpaksa Julian pun akhir nya menikahi Aghnia.


Aghnia gampang, seandainya Dia mengatakan kejujuran nya kepada keluarga Meta apakah Julian akan mengakuinya sebagai istri jika keluarga Meta meminta nya memberitahukan siapa suami nya.


Ditengah kebimbangan memberikan jawaban, sebuah ucapan salam dari teras rumah Meta membuat Aghnia serta Meta dan keluarga pun terkejut.


Wajah Aghnia terlihat panik ketika mendengar suara Julian yang mengucapkan salam tersebut.


"Biar Meta aja yang lihat Ma" Ucap Meta lalu beranjak pergi menuju teras rumah nya.


Meta pun terkejut ketika melihat Julian lah yang mengucapkan salam di teras rumah nya.


Gadis itu sangat senang melihat Julian berkunjung kerumah nya, namun ucapan Julian selanjutnya membuat Meta heran.


"Apa Aghnia ada di sini?. Saya mau menjemput nya pulang karena sudah malam".


"Aghnia akan menginap di sini Kak. Tadi Aghnia sudah izin kepada Bu Laras" Ucap Meta.


"Aghnia belum izin kepada Saya" Julian memberikan pernyataan yang membuat Meta mengerutkan kedua alis nya.


"Kenapa Aghnia harus izin ke kakak dulu?. Kan Dia sudah izin ke Bu Laras. Buat apa izin lagi ke kakak?" Julian menghela nafas nya enggan menjawab pertanyaan Meta.


"Masuk saja Kak. Aghnia nya ada di dalam" Ucap Meta yang akhirnya menyuruh Julian masuk kedalam rumah nya.


Julian menghela nafas pelan ketika melihat Aghnia tengah duduk di ruang tamu keluarga Meta.


Gadis itu langsung menundukkan kepala nya saat tatapan nya bertemu dengan Julian. Julian mengusap lembut pucuk kepala Aghnia.


Tak ada penolakan dari Aghnia membuat keluarga Meta pun bertanya-tanya seberapa dekat hubungan mereka. Karena setahu keluarga Meta dan Meta sendiri Aghnia akan menolak pria selain Ayah nya kalau ada yang menyentuh nya.


Namun kini tanpa sungkan Aghnia mencium punggung tangan kanan Julian dan hanya terdiam ketika Julian mengusap kepala nya.


"Maaf Bapak Ibu dan Mas. Saya datang kemari ingin menjemput Aghnia" Ucap Julian setelah memperkenalkan diri kepada keluarga Meta.


"Aghnia akan menginap di sini Mas. Biar bagaimana pun juga Aghnia sudah terbiasa tinggal di rumah Kami di bandingkan rumah keluarga Mas!" Ucapan Miko membuat seluruh keluarga nya dan juga Aghnia terkejut.


"Tapi Saya Lebih berhak terhadap Aghnia"


#########


Like Komen nya jangan lupa ya