
Meisi pun langsung menolehkan wajahnya ke arah kaisar Qi yang sedang menuju kepadanya .
" yang mulia ". Lirihnya dengan terkejut .
" Meisi ? Bagaimana keadaanmu sekarang ?". Tanya kaisar Qi dengan wajah sedikit tidak tenang .
" Yang mulia menghawatirkan aku , cukup perhatian ". godanya .
" Itu karena kau tiba - tiba pingsan dan tidak sadarkan diri selama 3 hari ". Kata kaisar Qi .
" Selama itu ". Meisi tidak menyangka .
Dalam pikiran Meisi sebenarnya ingin bertanya tentang nama yang baru saja dia panggil namun nampaknya kurang berkenan .
" Apa yang kau pikirkan ? ". Tanya kaisar Qi .
" Ahh , tidak yang mulia . Aku , aku harus kembali ke kamarku saja hheehe, ini terlalu nyaman untukku dan sangat lancang ". Kata Meisi .
" Kau adalah wanita pertama yang meniduri ranjangku ." Kata Kaisar Qi .
Seketika mata Meisi langsung terbelalak me dengar pengucapan langsung dari kaisar Qi.
" Yang mulia tidak perlu mengatakannya lagi membuatku merasa tidak enak saja ". Kata Meisi .
Meisi langsung berdiri dan ingin pergi meninggalkan kamar kaisar Qi namun di cegat oleh pemiliknya .
" Ahh yang , yang mulia ? apa yang telah kau -- kau lakukan ". Meisi mulai panik karena kaisar Qi berada tepat di depannya bahkan membuat dadanya berdesir .
" tetap disana atau aku akan memaksamu untuk tetap tinggal ". bisik kaisar Qi .
Meisi langsung tercengang kala mendengar pengucapan dari kaisar Qi .
" Yang mulia , kau ini sebenarnya kenapa ? jangan membuatku seperti ini ". Kata Meisi kepada kaisar Qi .
" Tidak ada ". Jawabnya singkat.
" Aku ingin kembali saja ".
" Aku ingin mengatakan sesuatu padamu jadi kumohon dengarkanlah ". Kata Kaisar Qi .
" Katakanlah ".
" Baru saja kau memanggil sebuah nama apakah nama itu selalu berada di ingatanmu ".
Meisi masih enggan untuk mengatakannya karena tidak ingin di curigai oleh kaisar Qi .
" Oh itu hanya sebuah mimpi entahlah aku tidak tahu nama siapa yang ku panggil mungkin hanya kebetulan saja ". Kata Meisi .
" Baiklah , aku tidak akan memaksamu . Tapi jika kamu ingin mengetahui kebenarannya maka kediaman bangsawan Chu sangat tepat untukmu ". Ucap kaisar Qi .
" Yang mulia , katakan padaku apa hubunganku dengan kediaman itu ". Meisi tidak sabar .
" Jika ada banyak waktu maka pergilah menemui bangsawan Chu asalkan menemuinya secara rahasia maka bukalah cadarmu itu ". Titah kaisar Qi .
Meisi semakin tidak mengerti dengan perkataan kaisar Qi , bahkan di dalam hati nya ingin sekali datang berkunjung secara rahasia ke kediaman Chu untuk menemui bangsawan Chu .
" Mengapa penuh dengan teka - teki , yang mulia katakan saja padaku sebenarnya ada apa ?".
" Aku bukan orang yang tepat ". Ucap kaisar Qi dan langsung pergi begitu saja .
Meisi masih tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh kaisar Qi namun dia merasa sangat penasaran bahkan sudah tidak sabar bertemu dengan bangsawan Chu .
Sang Zi mencari - cari keberadaan kaisar Qi karena ada yang harus di bicarakan namun ternyata yang di cari malah asyik melamun di sebuah gazebo .
" Yang mulia ternyata kau disini , seharian ini sudah berkeliling mencari namun ternyata berada disini " . Kata Sang Zi.
" Bagaimana tugasmu ?". Tanya Kaisar Qi .
" Sesuai dengan apa yang telah di perhitungkan oleh yang mulia , mereka berdua sudah berniat melakukannya ". Kata Sang Zi .
" Aku hanya ingin mendengar tanggapan mu , bagaimana jika Chu Xia tidak mempercayainya dan kembali pada anzi ". Gumam Kaisar Qi .
" Kembali apanya yang mulia , aku rasa tidak akan ". Kata Sang Zi.
Wubai memberi tahu kepada kaisar Qi jika semua sudah di atur untuk memancing pangeran anzi .
Keesokan harinya , barulah kaisar Qi memberi waktu luang untuk Meisi pergi menemui bangsawan Chu .
Secara diam - diam meisi memasuki kediaman bangsawan Chu.
Tiba - tiba ada sebuah isyarat agar Meisi pergi ke tempat yang sengaja di persilahkan untuknya .
" Ini ? yang terpampang di lukisan itu jelas wajahku , tapi namanya Chu - Chu Xia ". Meisi terkejut ketika membaca nama yang terpampang bersama lukisan yang mirip dengan wajahnya .
Tiba - tiba Meisi di kejutkan dengan kedatangan seseorang .
" Selamat datang nona Meisi , akhirnya kau datang juga kemari ." kata seseorang itu .
Meisi berbalik arah dan ternyata itu adalah bangsawan Chu sendiri yang datang menemuinya .
" Bangsawan Chu , apakah itu anda ?". Kata Meisi .
" Benar ".
Meisi masih bingung dengan lukisan yang mirip dengannya , ingin sekali dia bertanya namun bangsawan Chu langsung mengenalkan lukisan itu padanya .
" Dalam lukisan itu , bukankah kau ingin menanyakannya ? Dia adalah putriku satu - satunya , dia terlahir dari selirku dan memiliki sifat yang bar - bar bahkan ibunya selalu saja memarahinya karena tingkah lakunya yang selalu saja nakal ". Kata bangsawan Chu.
" Jadi seperti itu ? Lalu dimana dia saat ini ".
" Aku tidak bisa bertemu dengannya bahkan setelah aku kembali semua orang sudah tiada , tempat ini berceceran darah bahkan tidak ada satupun yang tersisa lagi mereka semua telah pergi meninggalkanku sendiri ". Suara serak bangsawan Chu mulai sangat berat karena tak kuasa menahan kepedihan .
" Maaf bangsawan , bukan maksutku untuk membuatmu sedih . Aku kemari hanya ingin mencari jawaban karena kata kaisar , kaulah jawaban yang tepat ." ucap Meisi .
" Apa yang ingin kau katakan padaku ?".
Kemudian , Meisi membuka cadarnya perlahan di depan bangsawan Chu.
" Lihatlah wajahku , bukankah itu terlihat mirip dengan putrimu yang bernama Chu Xia itu atau jangan - jangan aku --- ".
Bangsawan Chu tidak bisa menahan lagi , air mata itu telah bercucuran bahkan ingin sekali memeluk putrinya yang saat ini berada tepat di depan matanya.
" Bangsawan Chu mengapa kau menangis seperti itu , apakah benar aku adalah putrimu yang bernama Chu Xia ".
Tidak ada jawaban dari bangsawan Chu , namun Meisi terus saja memaksa karena butuh jawaban .
" Jika memang aku adalah putrimu yang bernama Chu Xia , maka seharusnya kau tau siapa itu Fang Yu Qin dan Linxi ". Tanya Meisi .
" Sebelum aku menjawabnya , aku ingin bertanya lebih dulu . Apakah kau memiliki rasa tidak asing pada tempat ini ?." ucap bangsawan chu .
Meisi mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan itu , di dalam ingatannya barulah muncul sebuah ruangan yang memang sangat persis.
Selain itu , bangsawan Chu membawa sebuah benda untuk diberikan pada meisi .
Tentu saja reaksi Meisi langsung cepat mengenali benda itu .
" Pedang ? Ini adalah pedang bulanku , ya jika seperti itu maka aku memanglah putrimu . Ayah , kau adalah ayahku ?". seketika Meisi langsung berhamburan memeluk bangsawan Chu .
Keduanya saling berpelukan dengan di sertai cucuran air mata yang di penuhi suka cita .
" Maaf ." lirih bangsawan Chu .
" Tidak ayah , seharusnya itu aku yang meminta maaf padamu . Namun ingatan ini masih saja tidak bisa pulih ". Kata Meisi .
Keduanya saling mencurahkan kerinduannya yang selama ini terpisah cukup lama .
" Bukankah kau ingin bertanya tentang siapa fang yu Qin dan linxi ". Ucap bangsawan Chu.
" Benar , bahkan kaisar Qi yang menyebalkan penuh dengan teka - teki mengatakan jika kaulah jawaban yang paling tepat ". Kata Meisi .
" Fang yu Qin adalah kekasihmu dan linxi adalah pelayan yang selalu berada di sisimu ". Ucap Bangsawan Chu dengan jelas .
" Kekasihku , jadi seperti itu . Dimana fang yu Qin berada ? Linxi juga , apakah mereka sudah pergi ". Kata Meisi .
" Linxi sudah tenang di alam lain , dan Fang Yu Qin ? Dia selalu berada di dekatmu bahkan selalu berdampingan denganmu ". Kata bangsawan Chu .
" Apa ? mana mungkin , siapa yang ayah maksut selalu bersamaku dan berdampingan denganku ". semakin penasaran .
" Kau pasti bisa merasakannya sendiri meski aku tidak mengatakannya , cobalah untuk menebak sesuai dengan hatimu. Siapa menurutmu pria yang tidak asing untukmu ?". Bangsawan Chu memberi sebuah clue untuk Meisi .
Dalam benak Meisi tiba - tiba munculah wajah Kaisar Qi .
" ahh , apakah dia ? Ayah bagaimana mungkin , lalu mengapa dia tidak mengatakannya padaku secara langsung ".
" Mungkin dia takut kau tidak mempercayainya untuk itu memintamu untuk datang padaku ". kata bangsawan Chu .
" Jadi guru memintaku untuk bersama dengannya karena mungkin sudah mengetahui hal ini bahkan dia sengaja menutupinya dariku ." Mulai agak kesal .