The Journey of Love

The Journey of Love
Ternyata



Meisi pun langsung menolehkan wajahnya ke arah kaisar Qi yang sedang menuju kepadanya .


" yang mulia ". Lirihnya dengan terkejut .


" Meisi ? Bagaimana keadaanmu sekarang ?". Tanya kaisar Qi dengan wajah sedikit tidak tenang .


" Yang mulia menghawatirkan aku , cukup perhatian ". godanya .


" Itu karena kau tiba - tiba pingsan dan tidak sadarkan diri selama 3 hari ". Kata kaisar Qi .


" Selama itu ". Meisi tidak menyangka .


Dalam pikiran Meisi sebenarnya ingin bertanya tentang nama yang baru saja dia panggil namun nampaknya kurang berkenan .


" Apa yang kau pikirkan ? ". Tanya kaisar Qi .


" Ahh , tidak yang mulia . Aku , aku harus kembali ke kamarku saja hheehe, ini terlalu nyaman untukku dan sangat lancang ". Kata Meisi .


 " Kau adalah wanita pertama yang meniduri ranjangku ." Kata Kaisar Qi .


Seketika mata Meisi langsung terbelalak me dengar pengucapan langsung dari kaisar Qi.


" Yang mulia tidak perlu mengatakannya lagi membuatku merasa tidak enak saja ". Kata Meisi .


Meisi langsung berdiri dan ingin pergi meninggalkan kamar kaisar Qi namun di cegat oleh pemiliknya .


" Ahh yang , yang mulia ? apa yang telah kau -- kau lakukan ". Meisi mulai panik karena kaisar Qi berada tepat di depannya bahkan membuat dadanya berdesir .


" tetap disana atau aku akan memaksamu untuk tetap tinggal ". bisik kaisar Qi .


Meisi langsung tercengang kala mendengar pengucapan dari kaisar Qi .


" Yang mulia , kau ini sebenarnya kenapa ? jangan membuatku seperti ini ". Kata Meisi kepada kaisar Qi .


" Tidak ada ". Jawabnya singkat.


" Aku ingin kembali saja ".


" Aku ingin mengatakan sesuatu padamu jadi kumohon dengarkanlah ". Kata Kaisar Qi .


" Katakanlah ".


" Baru saja kau memanggil sebuah nama apakah nama itu selalu berada di ingatanmu ".


Meisi masih enggan untuk mengatakannya karena tidak ingin di curigai oleh kaisar Qi .


" Oh itu hanya sebuah mimpi entahlah aku tidak tahu nama siapa yang ku panggil mungkin hanya kebetulan saja ". Kata Meisi .


" Baiklah , aku tidak akan memaksamu . Tapi jika kamu ingin mengetahui kebenarannya maka kediaman bangsawan Chu sangat tepat untukmu ". Ucap kaisar Qi .


" Yang mulia , katakan padaku apa hubunganku dengan kediaman itu ". Meisi tidak sabar .


" Jika ada banyak waktu maka pergilah menemui bangsawan Chu asalkan menemuinya secara rahasia maka bukalah cadarmu itu ". Titah kaisar Qi .


Meisi semakin tidak mengerti dengan perkataan kaisar Qi , bahkan di dalam hati nya ingin sekali datang berkunjung secara rahasia ke kediaman Chu untuk menemui bangsawan Chu .


" Mengapa penuh dengan teka - teki , yang mulia katakan saja padaku sebenarnya ada apa ?".


" Aku bukan orang yang tepat ". Ucap kaisar Qi dan langsung pergi begitu saja .


Meisi masih tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh kaisar Qi namun dia merasa sangat penasaran bahkan sudah tidak sabar bertemu dengan bangsawan Chu .


Sang Zi mencari - cari keberadaan kaisar Qi karena ada yang harus di bicarakan namun ternyata yang di cari malah asyik melamun di sebuah gazebo .


" Yang mulia ternyata kau disini , seharian ini sudah berkeliling mencari namun ternyata berada disini " . Kata Sang Zi.


" Bagaimana tugasmu ?". Tanya Kaisar Qi .


" Sesuai dengan apa yang telah di perhitungkan oleh yang mulia , mereka berdua sudah berniat melakukannya ". Kata Sang Zi .


" Aku hanya ingin mendengar tanggapan mu , bagaimana jika Chu Xia tidak mempercayainya dan kembali pada anzi ". Gumam Kaisar Qi .


" Kembali apanya yang mulia , aku rasa tidak akan ". Kata Sang Zi.


Wubai memberi tahu kepada kaisar Qi jika semua sudah di atur untuk memancing pangeran anzi .


Keesokan harinya , barulah kaisar Qi memberi waktu luang untuk Meisi pergi menemui bangsawan Chu .


Secara diam - diam meisi memasuki kediaman bangsawan Chu.


Tiba - tiba ada sebuah isyarat agar Meisi pergi ke tempat yang sengaja di persilahkan untuknya .


" Ini ? yang terpampang di lukisan itu jelas wajahku , tapi namanya Chu - Chu Xia ". Meisi terkejut ketika membaca nama yang terpampang bersama lukisan yang mirip dengan wajahnya .


Tiba - tiba Meisi di kejutkan dengan kedatangan seseorang .


" Selamat datang nona Meisi , akhirnya kau datang juga kemari ." kata seseorang itu .


Meisi berbalik arah dan ternyata itu adalah bangsawan Chu sendiri yang datang menemuinya .


" Bangsawan Chu , apakah itu anda ?". Kata Meisi .


" Benar ".


Meisi masih bingung dengan lukisan yang mirip dengannya , ingin sekali dia bertanya namun bangsawan Chu langsung mengenalkan lukisan itu padanya .


" Dalam lukisan itu , bukankah kau ingin menanyakannya ? Dia adalah putriku satu - satunya , dia terlahir dari selirku dan memiliki sifat yang bar - bar bahkan ibunya selalu saja memarahinya karena tingkah lakunya yang selalu saja nakal ". Kata bangsawan Chu.


" Jadi seperti itu ? Lalu dimana dia saat ini ".


" Aku tidak bisa bertemu dengannya bahkan setelah aku kembali semua orang sudah tiada , tempat ini berceceran darah bahkan tidak ada satupun yang tersisa lagi mereka semua telah pergi meninggalkanku sendiri ". Suara serak bangsawan Chu mulai sangat berat karena tak kuasa menahan kepedihan .


" Maaf bangsawan , bukan maksutku untuk membuatmu sedih . Aku kemari hanya ingin mencari jawaban karena kata kaisar , kaulah jawaban yang tepat ." ucap Meisi .


" Apa yang ingin kau katakan padaku ?".


Kemudian , Meisi membuka cadarnya perlahan di depan bangsawan Chu.


" Lihatlah wajahku , bukankah itu terlihat mirip dengan putrimu yang bernama Chu Xia itu atau jangan - jangan aku --- ".


Bangsawan Chu tidak bisa menahan lagi , air mata itu telah bercucuran bahkan ingin sekali memeluk putrinya yang saat ini berada tepat di depan matanya.


" Bangsawan Chu mengapa kau menangis seperti itu , apakah benar aku adalah putrimu yang bernama Chu Xia ".


Tidak ada jawaban dari bangsawan Chu , namun Meisi terus saja memaksa karena butuh jawaban .


" Jika memang aku adalah putrimu yang bernama Chu Xia , maka seharusnya kau tau siapa itu Fang Yu Qin dan Linxi ". Tanya Meisi .


" Sebelum aku menjawabnya , aku ingin bertanya lebih dulu . Apakah kau memiliki rasa tidak asing pada tempat ini ?." ucap bangsawan chu .


Meisi mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan itu , di dalam ingatannya barulah muncul sebuah ruangan yang memang sangat persis.


Selain itu , bangsawan Chu membawa sebuah benda untuk diberikan pada meisi .


Tentu saja reaksi Meisi langsung cepat mengenali benda itu .


" Pedang ? Ini adalah pedang bulanku , ya jika seperti itu maka aku memanglah putrimu . Ayah , kau adalah ayahku ?". seketika Meisi langsung berhamburan memeluk bangsawan Chu .


Keduanya saling berpelukan dengan di sertai cucuran air mata yang di penuhi suka cita .


" Maaf ." lirih bangsawan Chu .


" Tidak ayah , seharusnya itu aku yang meminta maaf padamu . Namun ingatan ini masih saja tidak bisa pulih ". Kata Meisi .


Keduanya saling mencurahkan kerinduannya yang selama ini terpisah cukup lama .


" Bukankah kau ingin bertanya tentang siapa fang yu Qin dan linxi ". Ucap bangsawan Chu.


 " Benar , bahkan kaisar Qi yang menyebalkan penuh dengan teka - teki mengatakan jika kaulah jawaban yang paling tepat ". Kata Meisi .


 " Fang yu Qin adalah kekasihmu dan linxi adalah pelayan yang selalu berada di sisimu ". Ucap Bangsawan Chu dengan jelas .


" Kekasihku , jadi seperti itu . Dimana fang yu Qin berada ? Linxi juga , apakah mereka sudah pergi ". Kata Meisi .


" Linxi sudah tenang di alam lain , dan Fang Yu Qin ? Dia selalu berada di dekatmu bahkan selalu berdampingan denganmu ". Kata bangsawan Chu .


" Apa ? mana mungkin , siapa yang ayah maksut selalu bersamaku dan berdampingan denganku ". semakin penasaran .


" Kau pasti bisa merasakannya sendiri meski aku tidak mengatakannya , cobalah untuk menebak sesuai dengan hatimu. Siapa menurutmu pria yang tidak asing untukmu ?". Bangsawan Chu memberi sebuah clue untuk Meisi .


Dalam benak Meisi tiba - tiba munculah wajah Kaisar Qi .


" ahh , apakah dia ? Ayah bagaimana mungkin , lalu mengapa dia tidak mengatakannya padaku secara langsung ".


" Mungkin dia takut kau tidak mempercayainya untuk itu memintamu untuk datang padaku ". kata bangsawan Chu .


" Jadi guru memintaku untuk bersama dengannya karena mungkin sudah mengetahui hal ini bahkan dia sengaja menutupinya dariku ." Mulai agak kesal .