
Wubai menghampiri Kaisar Qi untuk mengatakan jika dia tidak sanggup untuk menghadapi Meisi .
Kaisar mengela nafasnya, lalu memberi saran pada Wubai.
" Kau harus bersabar untuk membimbingnya karena dia adalah wanita yang penting untukku ". Gumam Kaisar Qi dengan lirih.
" Apa yang mulia ? penting untukmu, Apakah dia adalah pengganti Nona Chu Xia ". Jawab Wubai .
" Tidak, tidak ada yang akan menggantikannya . Aku berharap kau melatihnya untuk memiliki kepribadian yang tegas dalam mengawalku ". Kata Kaisar Qi
" Lalu apa gunanya aku jika dia mengawal anda ". Ucap Wubai yang sedikit cemburu karena posisinya akan tergeser.
" Kau akan tahu suatu nanti mengapa aku mengkhususkannya untuk menjadi pengawal pribadiku ". Ungkap Kaisar Qi untuk memastikan Wubai.
" Tapi bagaimana dengan aku yang mulia , apakah aku akan berganti posisi ". Kata Wubai.
" Kau akan tetap mengawalku Wubai , bagaimanapun kalian berdua akan berada di sisiku ". Kata Kaisar Qi.
" Baiklah yang mulia ".
Meisi ingin menghampiri Kaisar Qi untuk meminta pekerjaan padanya namun malah bertemu dengan selir An ketika menuju ke Kediaman Naga.
" Kau siapa ? Mengapa kau berada di sekitar kediaman naga ". tanya Selir An.
" Aku adalah pengawal baru yang mulia . Perkenalkan nama ku adalah Meisi ". Kata Meisi dengan tegas.
" Apa !! bagaimana yang mulia bisa memiliki seorang pengawal wanita sepertimu ". Heran selir An.
" Lalu apa hubungannya denganmu ". Kata Meisi yang memicu amarah selir An.
" Hei !! jaga bicaramu kau tidak tahu siapa aku ya ?". Jelas Selir An.
" Bagaimana jika aku tidak ingin tahu tentangmu ?". Kata Meisi.
" Kau !! Kau sangat lancang prajurit cepat tangkap wanita kurang ajar ini dan bawa ke penjara ". Titah Selir An.
" Apa kata kau lancang, jangan berani menyentuhku ". Ketus Meisi.
Selir Yang datang untuk melihat apa yang sedang terjadi di depan kediaaman Naga.
Selir Yang melihat ke arah Meisi seketika terkejut bukan main.
" Kau , kau murid sekte tianhua yang pada waktu itu kan ". Tebak selir Yang .
" Benar , ternyata kau mengenalku . Itu bagus sekali tidak seperti wanita ini ." Kata Meisi seraya menunjuk wajah selir An.
" Lancang , bahkan kau berani menunjukk wajahku ". Ucap Selir An dengan emosi.
Selir An akan memukul wajah Meisi yang sudah lancang namun segera di tepis oleh Meisi.
" Kau mau memukulku ya jangan harap bisa menyentuh wajahku ini ". Kata Meisi yang sedang memelintir tangan Selir An.
" Kalian jangan melihat saja , cepat bawa wanita kurang ajar ini dan masukan ke dalam penjara ".
Prajurit segera mendekat untuk menangkap Meisi dan di bawa ke Penjara , namun Selir Yang menggagalkan.
" Jangan berani menyentuhnya , kalian kembalilah " Kata Selir Yang.
" Selir Yang jangan coba - coba mencampuri urusanku ". bentak Selir An pada Selir Yang.
" Statusku lebih tinggi daripada kau jadi aku lebih berhak ". Kata Selir Yang.
" Cihh dasar kau memang tidak ada bedanya dengan wanita ini ".
Selir An menyerang Selir Yang dan akhirnya saling baku hantam , jambak menjambak selayaknya emak - emak kalau lagi berantem ya guys ya.
Prajurit tidak di perkenankan untuk mendekat dan ikut campur sedangkan Aying dan Leyan juga saling menyerang.
Meisi senang menyaksikan keduanya yang saling beradu kekuatan fisiknya.
" Ayoo.. ayoo jika diantara kalian ada yang menang maka akan ku jadikan temanku , ayo hajar , hajar cepat. Selir Yang kau kurang semangat lagi terus menjambakknya ". Kata Meisi yang meneriaki Selir Yang dan Selir An bagaikan menyaksikan sabung ayam.
Sang Zi melihat peristiwa dimana Selir An dan Selir Yang berseteru lagi bahkan lebih parah dari yang lalu.
Sang Zi juga melihat seorang wanita di sisi mereka sedang menyaksikannya bagaikan menyaksikan pertunjukkan sabung ayam dengan meneriaki bukan melerainya.