
Rey menghentikan laju motor nya di parkiran sebuah taman bermain. Untung nya cuaca hari ini cukup bersahabat sehingga mereka tidak terlalu kepanasan.
"Kok kemari?" Meta bertanya sambil menyerahkan helm kepada Rey.
"Refreshing!" Jawab Rey lalu memakaikan Meta topi yang selalu di kenakan nya itu kepada Meta dan membuat Meta terkejut dengan sikap Rey yang sejak meninggalkan rumah nya itu tampak manis dan penuh perhatian.
"Bawa sunscreen?" Meta menggelengkan kepala nya sambil menatap Rey dengan tatapan tak percaya.
"Kamu cewek Ta, masa nggak bawa gituan kalau keluar rumah!" Protes Rey yang lalu membuka tas ransel nya dan menyerahkan sunscreen yang biasa Meta pakai.
"Kamu???" Cicit Meta semakin heran dengan panggilan Rey.
"Lupa, Mama Tata kan tadi udah pesan nggak boleh Elo Gue lagi" Ujar Rey.
"Yuk Kita masuk. Mumpung antrian di loket nya nggak terlalu panjang" Rey menarik tangan kanan Meta dengan lembut, dan menautkan jemari mereka satu sama lain.
Meta menatap kearah tautan jemari nya dan Rey dengan perasaan yang tak menentu. Detak jantung nya berirama dengan sangat kencang.
Gadis itu langsung menundukkan kepala nya saat bertatapan dengan Rey yang tiba-tiba melihat kearah nya dan tersenyum.
"Astaghfirullahalazim, jantung nggak aman nih!" Gumam Meta pelan dengan kembali menatap tautan jemari nya dan Rey yang masih saling bertautan.
"Kamu tunggu di sana. Agak panas kalau Kamu ikut antri!" Bak kerbau di cocok hidung nya Meta mengangguki ucapan Rey dan berjalan menuju tempat yang di tunjukkan Rey, setelah Rey melepaskan tautan jemari mereka.
Disaat mengantri tiket masuk, Rey sesekali melemparkan senyuman manis kepada Meta hingga membuat gadis manis itu pun membalas senyuman Rey dengan sedikit gugup.
"Yuk masuk!" Meta tersentak ketika Rey tiba-tiba sudah berdiri di hadapan nya. Dengan refleks Meta memegang lengan kiri Rey.
Tak ingin membuat Meta malu, Rey dengan sengaja membiarkan Meta memegang lengan nya.
"Mau kemana dulu?" Pertanyaan Rey memecahkan keheningan di antara mereka berdua diantara ratusan orang yang baru memasuki taman bermain.
"Terserah Kak Rey" Meta menjawab dengan gugup dan langsung melepaskan tangan nya dari lengan Rey setelah menyadari tangan nya bertengger manis di lengan Rey tanpa di sadari nya.
"Kalau terserah Aku, pasti mau nya masuk ke rumah hantu, naik kora-kora!" Tutur Rey membuat Meta membulatkan kedua bola mata dan langsung menatap Rey dengan tajam.
"Maka nya Kamu mau kemana?" Ujar Rey dengan tersenyum kecil.
"Astaga, beneran nggak aman nih jantung." Bisik hati Meta.
"Yah, malah bengong!" Rey mengusap pelan pucuk kepala Meta. Dan lagi-lagi hal manis yang di lakukan Rey tersebut membuat Meta menjadi salah tingkah dan secara tak sadar mengucapkan sebuah pertanyaan.
"Apa kita sedang kencan?"
Rey tersenyum kecil mendengar pertanyaan Meta.
"Bukan kencan tapi ta'aruf. Saling mengenal satu sama lain" Jawaban Rey membuat pipi Meta merona.
"Kalau ta'aruf tuh nggak boleh pegang-pegang!" Seruan dari belakang mereka membuat Rey menghela nafas.
"Nia ... Kangen!" Meta langsung menghambur kepada Aghnia yang berdiri di belakang mereka dengan Julian yang selalu setia mendampingi wanita manis tersebut.
Kedua saling berpelukan karena selama seminggu ini Julian mengajak Aghnia pergi berbulan madu setelah mereka menyelenggarakan resepsi pernikahan mereka dengan mengundang para rekan kerja Julian, teman-teman Julian juga Aghnia bahkan para guru Aghnia pun tak luput mereka undang.
"Bilang nya ta'aruf tapi pegangan tangan" Julian menepuk kencang bahu Rey hingga membuat Rey meringis pelan.
"Takut ilang Bang!" Julian berdecak kesal mendengar alasan Rey.
"Bilang aja modus!" Rey tertawa kecil menanggapi ucapan Kakak nya itu.
"Aa, Kami mau kesana ya" Julian mengangguki ucapan Aghnia saat istri kecil nya itu menunjuk sebuah wahana.
"Gimana bulan madu nya?. Lancar?" Aghnia mencubit pelan lengan kiri Meta setelah pertanyaan nyeleneh sang sahabat terucap.
"Oleh-oleh Aku nggak lupa kan?" Kedua alis Aghnia saling bertautan ketika mendengar kata Aku terucap oleh Meta.
"Nggak panas!" Meta mendengus kesal saat Aghnia dengan sengaja meletakkan telapak tangan kanan nya di kening Meta.
Kedua masih saling berjalan bergandengan kanan dan mengabaikan keberadaan pasang mereka masing-masing yang masih setia berjalan di belakang mereka.
Kedua nya baru menyadari keberadaan pasangan mereka setelah saat mengantri beberapa orang wanita yang tengah mengantri di wahana yang sama yang akan mereka naiki berbisik seraya mengarahkan perhatian mereka kepada Julian dan Rey membuat kedua sahabat itu pun mengalihkan pandangan mereka kearah yang menjadi perbincangan para wanita itu.
Aghnia tersenyum kecil saat melihat wajah Julian yang terlihat datar dan biasa saja mendengar bisikan para wanita yang memuja nya.
"Ada apa sayang?" Aghnia menggelangkan kepala pelan ketika Julian melihat Aghnia membalikkan kepala nya guna melihat kearah Julian.
"Aa ikut antri?" Julian mengangguk pelan lalu mengusap lembut pucuk kepala Aghnia. Bahkan tanpa sungkan pria itu mengenggam tangan kanan Aghnia dari belakang hingga membuat Aghnia pun tersenyum kecil kepada Julian.
"Ya salam, kalian ini udah menikah setahun tapi masih aja romantis kaya gini" Aghnia dan Julian tertawa kecil ketika Meta berbicara dengan nada yang cukup keras, hingga membuat para wanita yang tadi berbisik membahas Julian dan Rey pun terdiam dan berpura-pura tak memperhatikan kedua pria kakak beradik tersebut.
"Tenang aja Dek, InsyaAllah secepatnya Kita juga akan bisa seperti mereka" Rey membalas ucapan Meta dengan nada tak kalah keras, bahkan balasan ucapan Rey langsung di Aamiin kan Aghnia dan Julian dan berhasil membuat wajah Meta merah merona.
"Cie yang jadi ade nya abang sekarang!" Goda Aghnia dan Meta pun menundukkan kepala nya dan menurunkan pet topi yang di kenakan untuk menutupi wajah nya.
"Eh ada yang malu-malu" Aghnia masih terus menggoda Meta.
"Apaan sih. Kaya nggak tau Kak Rey aja. Kalau ngomong tuh suka asal dan nggak pernah di matang-matang apa yang di omongin nya!"
Rey terdiam tak menyahuti ucapan Meta, dan hal itu pun membuat Meta meyakini kalau apa yang di ucapkan nya itu adalah benar, kalau apa yang di ucapkan Rey hanya asal bicara seperti biasanya.
Aghnia dan Meta melihat kearah bangku yang tersedia di arena permainan itu, dan Ternyata hanya menyisakan dua buah bangku pasangan namun di depan dan di belakang nya sudah di isi oleh para wanita yang tadi berbisik memperhatikan Julian dan Rey.
"Kalian duduk berdua. Ingat nggak boleh kebablasan!" Titah Julian yang langsung menarik lengan Aghnia untuk duduk di salah satu bangku tersebut.
Berhubung sudah mengantri cukup lama, Meta pun hanya bisa pasrah duduk bersama dengan Rey menikmati area permainan yang pasti nya menantang adernaline nya nanti.