The Journey of Love

The Journey of Love
Episode 50



Wubai tahu jelas siapa sebenarnya Meisi , dia adalah wanita yang di cintai oleh Kaisar dan bakal menjadi Ratu di Kekaisaran Qi.


Peng Utara benar - benar sudah nekat untuk membuat Negara Qi harus menolongnya memenangkan peperangan .


Seluruh pintu akses dalam memasuki kota sudah di tutup bahkan di jaga dengan ketat .


" Yang Mulia , sepertinya peng Utara tidak punya rasa malu ya ". Kata Meisi .


Kaisar Qi tidak menjawab pertanyaan dari Meisi .


" Wubai , sepertinya yang mulia terlalu serius bagaimana jika kita membawanya ke sebuah restoran ". Saran Meisi.


" Aku tidak berani nona ". Ucap Wubai .


Tentu saja meisi sangat terkejut mendengar ucapan sopan yang keluar dari mulut Wubai padahal sebelumnya sangat bertentangan .


" Wubai kenapa hari ini kamu sangat aneh ." Meisi menyelidiki .


" Meisi ikutlah denganku ". Sahut Kaisar Qi.


Wubai hampir saja membuat Meisi mengetahui kejanggalan yang menimpanya .


" Kenapa aku merasa wubai ini berubah ya. ,bahkan tidak ada pertentangan lagi . Biasanya dia akan menaikan nada bicaranya ketika aku memberikan saran ". Gumam Meisi di dalam hatinya .


Sepanjang perjalanan , Meisi selalu menyelidiki atas perubahan yang terjadi pada wubai .


Kaisar Qi pun merasa jika tidak akan lama lagi untuk Meisi kembali menjadi Chu Xia , kekasih hatinya .


" Xiaxia asalkan bersamaku , pasti aku bisa tenang ". Gumam kaisar Qi seraya mencuri + curi pandang pada Meisi .


" Yang mulia ketahuan memandangku ". Kata Meisi .


" Tidak ada larangan untuk memandang siapapun disini ". Seru kaisar Qi.


Meisi menyerucutkan bibirnya seakan akan selalu kalah padahal sudah jelas jika kaisar Qi sedang tertangkap basah .


Setiba di pintu gerbang masuk kota , para pejabat peng Utara sudah mulai mendesak untuk meminta bantuan.


" Dasar kalian semua tidak memiliki pemikiran yang luas , jelas - jelas ini adalah pemaksaan . Apa seperti ini negara peng Utara yang sesungguhnya ". Olok Meisi.


" Bukan urusan kamu , dasar pengecut !!". Oloknya sekali lagi .


" Yang mulia kaisar Qi mohon untuk membantu kami untuk mengatasi peperangan yang cukup menghabiskan waktu dan bahan pangan ini ". Ucap pejabat peng Utara memelas .


Kaisar Qi masih tidak mengeluarkan suaranya , dia hanya melihat bagaimana negara peng Utara memohon seperti pengemis .


" Hahahaha jika aku jadi pemimpin kalian maka sepertinya sudah pergi saja karena malu ". Kata Meisi.


Perkataan ini sungguh menyinggung negara peng Utara , bahkan ada yang ingin menyerang Meisi dengan anak panah yang di lepas begitu saja .


Kaisar Qi langsung mengambil tindakan akan perbuatan anarkis yang di lakukan oleh prajurit peng Utara .


*Jleb*


Anak panah itu seketika menancap sempurna ke pemilik panah bahkan tewas di tempat .


" Berani menyentuh orangku maka sama saja mengantarkan nyawanya ". Pekik Kaisar Qi .


Meisi sangat senang karena kaisar Qi menyelamatkannya .


" Wubai , sebenarnya seberapa hebat yang mulia ini ". Bisiknya pada wubai .


Namun ekspresi wubai malah ketakutan ketika Meisi membisikan sesuatu padanya .


" Jangan tegang ? aku berbicara padamu sebagai teman baik dan tidak akan bertengkar bahkan berdebat lagi ". Gumam Meisi .


Tidak ada kata - kata yang keluar dari mulut Wubai , Meisi menggaruk tekuknya yang tidak gatal.


Kaisar Qi meminta perdana menteri untuk memberikan pernyataan pada negara peng Utara jika dia tidak akan ikut campur dalam peperangan yang memiliki balada panjang .


" Kedua negara yang saat ini tengah berperang yang tidak ada selesainya adalah sama - sama sekutu kami maka kaisar Qi memutuskan untuk tidak akan mencampuri bahkan memberikan pertolongan ". Teriak perdana menteri .


" Namun setidaknya memberikan bantuan pada kami agar bisa menyelesaikan balada perang yang panjang ini ". Kata perdana menteri Negera peng Utara .


" Kalian boleh memilih , tetap memohon dan memaksa atau berperang dengan kami ". Kecam perdana menteri .


Negara peng Utara tidak bisa melakukan apa - apa lagi , bahkan tidak bisa mendesak untuk meminta pertolongan .