
Wubai tahu jelas siapa sebenarnya Meisi , dia adalah wanita yang di cintai oleh Kaisar dan bakal menjadi Ratu di Kekaisaran Qi.
Peng Utara benar - benar sudah nekat untuk membuat Negara Qi harus menolongnya memenangkan peperangan .
Seluruh pintu akses dalam memasuki kota sudah di tutup bahkan di jaga dengan ketat .
" Yang Mulia , sepertinya peng Utara tidak punya rasa malu ya ". Kata Meisi .
Kaisar Qi tidak menjawab pertanyaan dari Meisi .
" Wubai , sepertinya yang mulia terlalu serius bagaimana jika kita membawanya ke sebuah restoran ". Saran Meisi.
" Aku tidak berani nona ". Ucap Wubai .
Tentu saja meisi sangat terkejut mendengar ucapan sopan yang keluar dari mulut Wubai padahal sebelumnya sangat bertentangan .
" Wubai kenapa hari ini kamu sangat aneh ." Meisi menyelidiki .
" Meisi ikutlah denganku ". Sahut Kaisar Qi.
Wubai hampir saja membuat Meisi mengetahui kejanggalan yang menimpanya .
" Kenapa aku merasa wubai ini berubah ya. ,bahkan tidak ada pertentangan lagi . Biasanya dia akan menaikan nada bicaranya ketika aku memberikan saran ". Gumam Meisi di dalam hatinya .
Sepanjang perjalanan , Meisi selalu menyelidiki atas perubahan yang terjadi pada wubai .
Kaisar Qi pun merasa jika tidak akan lama lagi untuk Meisi kembali menjadi Chu Xia , kekasih hatinya .
" Xiaxia asalkan bersamaku , pasti aku bisa tenang ". Gumam kaisar Qi seraya mencuri + curi pandang pada Meisi .
" Yang mulia ketahuan memandangku ". Kata Meisi .
" Tidak ada larangan untuk memandang siapapun disini ". Seru kaisar Qi.
Meisi menyerucutkan bibirnya seakan akan selalu kalah padahal sudah jelas jika kaisar Qi sedang tertangkap basah .
Setiba di pintu gerbang masuk kota , para pejabat peng Utara sudah mulai mendesak untuk meminta bantuan.
" Dasar kalian semua tidak memiliki pemikiran yang luas , jelas - jelas ini adalah pemaksaan . Apa seperti ini negara peng Utara yang sesungguhnya ". Olok Meisi.
" Bukan urusan kamu , dasar pengecut !!". Oloknya sekali lagi .
" Yang mulia kaisar Qi mohon untuk membantu kami untuk mengatasi peperangan yang cukup menghabiskan waktu dan bahan pangan ini ". Ucap pejabat peng Utara memelas .
Kaisar Qi masih tidak mengeluarkan suaranya , dia hanya melihat bagaimana negara peng Utara memohon seperti pengemis .
" Hahahaha jika aku jadi pemimpin kalian maka sepertinya sudah pergi saja karena malu ". Kata Meisi.
Perkataan ini sungguh menyinggung negara peng Utara , bahkan ada yang ingin menyerang Meisi dengan anak panah yang di lepas begitu saja .
Kaisar Qi langsung mengambil tindakan akan perbuatan anarkis yang di lakukan oleh prajurit peng Utara .
*Jleb*
Anak panah itu seketika menancap sempurna ke pemilik panah bahkan tewas di tempat .
" Berani menyentuh orangku maka sama saja mengantarkan nyawanya ". Pekik Kaisar Qi .
Meisi sangat senang karena kaisar Qi menyelamatkannya .
" Wubai , sebenarnya seberapa hebat yang mulia ini ". Bisiknya pada wubai .
Namun ekspresi wubai malah ketakutan ketika Meisi membisikan sesuatu padanya .
" Jangan tegang ? aku berbicara padamu sebagai teman baik dan tidak akan bertengkar bahkan berdebat lagi ". Gumam Meisi .
Tidak ada kata - kata yang keluar dari mulut Wubai , Meisi menggaruk tekuknya yang tidak gatal.
Kaisar Qi meminta perdana menteri untuk memberikan pernyataan pada negara peng Utara jika dia tidak akan ikut campur dalam peperangan yang memiliki balada panjang .
" Kedua negara yang saat ini tengah berperang yang tidak ada selesainya adalah sama - sama sekutu kami maka kaisar Qi memutuskan untuk tidak akan mencampuri bahkan memberikan pertolongan ". Teriak perdana menteri .
" Namun setidaknya memberikan bantuan pada kami agar bisa menyelesaikan balada perang yang panjang ini ". Kata perdana menteri Negera peng Utara .
" Kalian boleh memilih , tetap memohon dan memaksa atau berperang dengan kami ". Kecam perdana menteri .
Negara peng Utara tidak bisa melakukan apa - apa lagi , bahkan tidak bisa mendesak untuk meminta pertolongan .