The Journey of Love

The Journey of Love
Episode 52



Meisi tidak bisa mentoleransi lagi , namun pada saat ingin menghabisi para pembuat onar . Seseorang datang untuk menghalangi Meisi .


" Hentikan nona , ku mohon ? Mereka hanya salah jalan saja dan tolong maafkan mereka ". Kata pria itu.


Meisi memandang ke arah pria yang berani menghalanginya .


" Tidak perlu ikut campur ? Minggirlah ". Seru Meisi .


Kaisar Qi segera menghampiri keduanya agar tidak terjadi pertarungan yang serius .


" Meisi , kembali ? Bantulah wubai ". Titah kaisar Qi pada meisi.


" Tapi yang mulia ".


" Jangan membantah , biar aku saja yang mengatasinya ". Kata kaisar Qi .


Begitu tahu jika yang berada di depan adalah kaisar Qi maka semua langsung mengambil posisi untuk bersujud dan meminta maaf .


" Kalian tidak perlu seperti itu , lain kali jangan pernah membawa sekte tianhua karena kalian bukan tandingan para murid sekte tianhua ". peringatkan kaisar Qi pada anggota sekte xu .


Seseorang yang menghalangi meisi segera meminta maaf pada kaisar Qi atas apa yang di lakukan oleh para anggota sekte xu .


" Yang mulia , sebagai wakil pimpinan sekte xu maka maafkan atas kelancangan kami ". Kata wakil pemimpin sekte xu .


" Tidak masalah tuan Xian ? Kau hampir saja bertarung dengan pengawal wanitaku ". Kata kaisar Qi.


" Namun yang mulia , sepertinya wanita itu ?? Aku merasa sangat tidak asing ". Kata wakil pemimpin sekte Xu .


Wakil pemimpin xu adalah tuan Chu Xian , kakak kandung dari nona Chu Xia .


" Aku mengerti maksutmu ? jika begitu maka latihlah sekte xu dengan baik , aku akan pergi karena masih banyak yang harus di selesaikan ". Pamit kaisar Qi.


Chu Xian mulai merindukan suasana ketika masih berada di kediaman bangsawan Chu kala itu , yang mana tingkah Chu Xia yang paling menggemaskan selalu membuat kediaman gaduh akibat selir Lin yang suka memarahi Chu Xia yang nakal .


" Ibu , selir Lin , Xiaxia ? mengapa aku begitu merindukan kalian , aku ingin waktu bisa terulang kembali ". Gumam Chu Xian.


Nampaknya Chu Xian merasakan jika wanita yang berdebat dengannya sangat mirip dengan adiknya Chu Xia , bahkan ketika protes dan marah sangat terlihat mirip .


Kaisar Qi menghampiri wubai dan meisi yang sedang mengamati peta wilayah negara Qi.


" Bagaimana ? Apakah sudah menemukan titik jelasnya ". Gumam kaisar Qi.


" Yang mulia , jika negara Yun kalah dari negara peng Utara maka tidak baik untuk kita ". Ujar wubai .


" Ya , kecuali si negara peng meminta bantuan pada negara yang cukup kuat . Negara Qi sudah menolak keras untuk membantunya ." kata Meisi dengan santainya.


" Ini adalah masalah serius yang mulia ." Panik Wubai .


" Tidak perlu panik . Cukup perkuat perbatasan wilayah saja karena suatu saat negara peng Utara pasti meminta bantuan pada negara Wuzi , dimana negara itu terkenal dengan tipu muslihat berbahaya ". Kata kaisar Qi .


" Kenapa kita ikut repot juga , hah dasar peng Utara dan Yun !! Tidak bisakah berdamai saja". Kesah Meisi .


" Jika mereka damai maka peng Utara tidak akan maju , negara Yun lebih luas wilayahnya bahkan akses perdagangan perairan berada di tengah - tengah keduanya ". Jelas kaisar Qi.


" Jadi karena masalah ini , mereka berdua memang tamak !! Semoga negara Qi tidak seperti itu ". Oceh Meisi .


Wubai tidak berani memprotesnya meskipun sudah sangat keterlaluan , Kaisar Qi berusaha untuk mengingatkan Meisi agar tidak melakukan hal yang ceroboh lagi .


Hari ini mereka kembali ke istana dan begitu melewati kediaman bangsawan Chu rasa aneh yang berada di dalam diri Meisi tiba - tiba bergejolak seakan ada yang memintanya untuk datang.


" Meisi ? Ada apa ?". Tanya kaisar Qi.


" Sepertinya perutku tidak enak , mohon untuk izin mencari tempat untuk mengeluarkannya ". Kata Meisi .


" Baiklah ".


Sebenarnya kaisar Qi mengetahui rencana Meisi namun dia tetap membiarkannya mencari tahu sendiri identitas aslinya .


Sungguh tidak terduga jika di depan kediaman bangsawan Chu terdapat pangeran anzi .


" Mengapa dia berada disini ?". Gumam kaisar Qi di dalam hati .


Sementara Meisi diam - diam masuk ke kediaman Chu melalui tembok belakang kediaman .


" Mengapa tempat ini sangat tidak asing untukku ? ". Meisi merasakan kepalanya sakit bahkan menyebabkan keseimbangan tubuhnya tidak terkontrol .


*Bruk*


Meisi sedikit berteriak karena kakinya terpeleset dan hampir terjatuh , beruntung kaisar Qi segera menangkapnya .


" Yang mulia ". Lirih Meisi .


Meisi langsung tidak sadarkan diri dalam pelukan kaisar Qi .