The Journey of Love

The Journey of Love
Bab 10 Kekecewaan



!,"Nggak usah Aa kasih tau juga Neng udah tau dan sadar diri kalau Neng itu cupu, buluk, je_em em em" Bukan hanya ucapan nya saja yang berhenti, kedua bola mata Aghnia pun membulat dengan sempurna ketika tanpa sepengetahuan nya Julian sudah membuka seatbelt nya dan langsung membungkan bi*** Aghnia dengan bi*** nya hingga Aghnia menahan nafas nya.


Julian melepaskan pangu*** nya saat menyadari Aghnia cukup lama menahan nafas nya lalu menyatukan kening nya dengan kening Aghnia, hingga wajah polos nan cantik milik Aghnia itu semakin dekat dan terlihat jelas di hadapan Julian.


Saling bertatapan dan jarak yang sangat dekat, bahkan ujung hidung mereka pun saling berdekatan membuat masing-masing dari mereka bisa merasakan hembusan nafas masing-masing.


"Jangan pernah bicara lagi hal jelek seperti itu, Aa nggak suka. Kalau sampai Aa dengar Neng ngomong begitu lagi. Bukan hanya ini_" Aghni terdiam ketika Julian dengan sengaja mengusap lembut bi*** nya hingga membuat detak jantung Aghnia berdetak dengan kencang.


"Tapi Aa akan meminta hak Aa atas kewajiban Neng menjadi istri Aa. Jadi bisakan kalau mulai sekarang Neng buang jauh-jauh rasa insecure Neng?" Aghnia mengangguk pelan.


"Bagi Aa Neng selalu cantik, dari kecil hingga sekarang" Wajah Aghnia semakin merona ketika di akhir ucapan nya Julian mengec*** singkat bi*** nya sebelum kembali ke posisi duduk nya guna memasang seatbelt dan melanjutkan laju kendaraan nya melintasi jalan ibu kota.


Suasana hening kembali terjadi selama perjalanan. Julian sengaja membawa Aghnia ke Cafe milik nya hari ini, karena ada beberapa hal yang ingin Julian sampaikan kepada Aghnia.


Julian memarkir mobil nya di parkiran yang memang di khususkan untuk karyawan dan mengajak Aghnia keluar dari mobil untuk ke dalam Cafe.


Tanpa canggung Julian mengenggam tangan kanan Aghnia sejak turun dari mobil


Tak ada penolakan dari Aghnia membuat Aghnia kini menyusupkan jemari nya dengan jemari Aghnia hingga bertautan dan hal itu membuat wajah Aghnia semakin merona seiring dengan detakan jantung nya yang berdetak kencang.


"Mas Julian" Julian dan Aghnia menghentikan langkah mereka ketika terdengar suara lembut seorang wanita memanggil nama Julian dengan mesra.


Sesosok wanita cantik berdiri di hadapan mereka saat Julian baru saja membuka pintu Cafe.


"Mas baru sampai?. Aisyah sudah menunggu Mas dari tadi lho" Tutur lembut wanita cantik bernama Aisyah itu dengan tersenyum ramah kepada Julian dan Aghnia.


Senyuman itu perlahan memudar ketika melihat jemari Julian yang bertautan dengan Aghnia dengan erat.


Julian semakin mengeratkan tautan jemari nya ketika Aghnia hendak melepaskan tautan tersebut kala menyadari raut tak bersahabat yang Aisyah tunjukkan kepada nya.


Dan Aghnia yang paham akan tatapan itu, membuat Aghnia tak enak hati.


Mendapati sorot mata tak bersahabat yang Aisyah berikan kepada Aghnia membuat Julian pun segera menutupi Aghnia di belakang tubuh nya tanpa melepaskan tautan jemari mereka, hingga membuat tangan kiri Aghnia menyentuh lengan Julian dan menyembunyikan tubuh nya di belakang tubuh Julian.


"Ada keperluan apa, Kamu menunggu Saya?" Pertanyaan baku Julian kepada Aisyah membuat Aisyah tersadar lalu mengalihkan pandangan nya kearah Julian dan memasang senyuman terbaik nya kepada pria yang sudah di cintai nya sejak tiga tahun yang lalu itu.


"Oh iya maaf Saya lupa. Saya akan beritahukan Joseph untuk membantu Kamu memasak" Jawab Julian lalu melanjutkan langkah nya dan menarik tangan Aghnia dengan lembut hingga memaksa remaja cantik itu mengikuti langkah Julian masuk kedalam Cafe.


"Lho kenapa Joseph yang mengajari Aisyah, bukannya Mas Julian" Ujar Aisyah menjajarkan tubuh nya dengan tubuh Julian. Sementara Aghnia masih setia mengikuti langkah Julian di depan nya.


"Joseph kepala chef di sini, jadi Dia yang akan mengajari Kamu!" Ucap Julian yang kini sudah memasuki dapur di ikuti Aghnia dan Aisyah yang terus menatap kearah Julian dan Aghnia dengan perasaan penuh tanya.


"Joseph" Julian memanggil seorang pria yang tengah berkutat di dalam dapur bersama beberapa juru masak Cafe Julian lain nya.


Pria yang di panggil Julian hanya mengangkat tangan nya sesaat dan kembali melanjutkan pekerjaan nya terlebih dahulu baru menghampiri Julian.


"Kamu bisa menunggu Joseph dulu" Ucap Julian menunjuk kearah meja Cafe kepada Aisyah seolah menyuruh Aisyah untuk duduk, sebelum kembali melanjutkan langkahnya dengan membawa Aghni keruang kerja nya tanpa memperdulilkan Aisyah yang menatap penuh kesal Aghnia yang masih mengekori Julian.


"Siapa anak SMU itu?. Apa itu saudaranya Mas Julian ya?. Ya. Pasti anak itu saudara nya Mas Julian, karena nggak mungkin Mas Julian bisa dekat seperti itu dengan seorang wanita" Bisik hati Aisyah saat menunggu kedatangan Joseph.


Joseph pun menemui Aisyah setelah menyelesaikan pekerjaan dan menghubungi Julian melalui HP yang memberitahu Joseph untuk membantu Aisyah belajar memasak beberapa menu yang di pelajari wanita itu.


Sebenarnya Joseph enggan menemui wanita yang setiap dua hari sekali itu selalu menampakkan diri di Cafe milik Julian dengan alasan ingin belajar mengelola Cafe agar Cafe milik nya bisa berkembang dan memiliki cabang seperti milik Julian.


Joseph sendiri paham dan tahu pasti kalau wanita yang kini tengah duduk di hadapan nya memendam rasa kecewa karena urung mendapatkan pelajaran memasak dari Julian langsung.


Raut wajah kekecewaan Aisyah semakin tampak ketika Joseph mengatakan kalau Aghnia adalah putri korban yang meninggal dunia karena di tabrak oleh Rey. Dan Julian lah kini bertanggung jawab atas kehidupan dan juga masa depan Aghnia selanjutnya setelah Pak Andi meninggal dunia.


Pada akhir nya Aisyah memutuskan untuk membatalkan keinginannya belajar memasak dan hal itu tentu saja membuat Joseph senang karena bisa terbebas dari wanita manja dan menyebalkan seperti Aisyah yang hanya bisa memerintah.


Selepas kepergian Aisyah Joseph pun segera menghubungi Julian melalui panggilan telepon.


"Hallo Bang. Si Aisyah nggak jadi belajar masak nya!" Joseph memulai panggilan kepada Julian.


"Modus banget tuh Bang cuma pengen deket sama Abang doang". Tawa Joseph terdengar lantang menertawai Aisyah yang selama tiga tahun ini rajin mendekati Julian dan selama tiga tahun ini pun Julian lebih rajin mengabaikan keberadaan Aisyah.


"Lagian aneh banget tuh cewe. Punya bisnis kuliner tapi nggak bisa masak. Bilang aja kalah cuma mau pdkt doang sama Abang ya nggak Bang?" Joseph semakin tertawa ketika mendengar jawaban dari Julian, hingga membuat Joseph mengumpat canda mendengar ocehan Julian yang akan menjodohkan nya dengan Aisyah.