The Journey of Love

The Journey of Love
Bab 17 Pertengkaran 2



"Cantik menurut mata orang beda-beda. Buat Lo mungkin Aisyah cantik dan Aghnia nggak ada apa-apa nya. Tapi buat Julian mau secantik apapun perempuan di luaran, Aghnia lah yang tercantik" Ucap Joceline sambil mengusap punggung anak nya agar berhenti menangis.


"Berarti Lo setujukan kalau bini nya Julian itu JELEK!".


Brugh


Brugh


Brugh


"Aa"


"Julian"


"Adam"


Aghnia menahan tubuh Julian yang sudah menghadiahkan wajah Adam dengan tiga buah pukulan di wajah Adam karena ulah nya menghina Aghnia di hadapan Julian.


"Jaga bacot Lo!" Hardik Julian dengan marah.


"Aa sudah" Ucap Aghnia lirih seraya memeluk tubuh Julian dari belakang.


"Si Alan!" Melihat tubuh Julian yang di tahan oleh Aghnia membuat Adam yang tadi tak sempat membalas pukulan Julian pun segera maju menghampiri Julian dan langsung memukul wajah Julian


Brugh


Brugh


"Bang Sat!" Umpat Adam kesal saat dua orang rekan nya menahan tubuh Adam ketika akan memukul Julian lagi.


"Kenapa Lo pada nahan Gue!" Bentak Adam tak terima.


"Lo yang salah!" Bentak Joceline menoyor kening Adam.


"Wajar kalau Lo di hajar Julian. Karena Lo yang duluan menghina istri nya!"


Adam terdiam namun masih tak terima karena mendapatkan pukulan lebih dahulu dari Julian.


"Laki Gue juga bakalan nampol orang yang mengina Gue di depan mata nya. Jangan laki Gue. Surya, Gani juga Gading bakal ngelakuin hal yang sama dengan apa yang Julian lakuin ke Elo kalau Elo menghina pasangan mereka!".


"Lo aja marah Julian lebih milih Si Aisyah yang kata lo lebih cantik dari Aghnia. Padahal Lo sama Si Aisyah nggak ada hubungan apa-apa!"


Bentakan Joceline langsung membungkam mulut Adam yang sejak tadi selalu menggerutu mengatai Julian. Sementara Julian tampak memperbanyak istrighfar dengan Aghnia yang memgusapi punggung Julian guna membantu meredakan amarah Julian kepada Adam.


"Lo boleh memuja tapi Lo jangan lupa. Belum tentu apa yang Lo puja itu lebih baik di mata orang lain!"


Joceline melirik dengan sinis kearah Aisyah yang tampak salah tingkah mendengar ucapan Joceline.


Sementara Aghnia, gadis itu tengah mengusapi punggung Julian sekaligus menyembunyikan wajah nya yang masih menangis di belakang punggung Julian.


"Gue keluar dari komunitas!" Ucap Julian lalu hendak beranjak dari duduk nya.


"Jangan gitu An, Lo itu founder komunitas ini!" Ucap Surya menahan Julian yang hendak pergi membawa Aghnia yang tengah menangis dalam pelukan.


"Sori genks, Gue paling nggak bisa ada di lingkaran orang yang nggak Gue suka dan udah menghina keluarga Gue!"


"Jangan gitu An. Biar gimana juga perkumpulan ini ada karena usulan Lo. Lo nggak bisa ninggalin gitu aja bro!" Kali ini Gading yang memberikan masukan kepada Julian.


"Sori, kumpulan ini masih bisa jalan tanpa Gue!" Ucap Julian tegas.


"Ayo Neng, kita pulang" Kembali para rekan Julian kaget mendengar nada bicara Julian yang langsung berubah ketika bicara dengan Aghnia.


"Udah jangan nangis Aa nggak apa-apa kok" Julian melepaskan kacamata tebal Aghnia dan menaruh nya di saku kemeja Julian.


Mengusap lembut kedua pipi Aghnia yang masih mengeluarkan airmata di hadapan para rekan nya hingga membuat Joceline, Surya, Gading, Gani, bahkan Adam sendiri menggumamkan kata cantik, manis, imut ketika melihat Aghnia tanpa kacamata tebal.


"Jaga mata Lo berempat!" Bentakan Julian membuat Surya, Gading, Gani dan Adam pun terkejut bahkan. Julian menatap Adam dengan tajam.


"Gue cabut"


Julian bergegas meninggalkan perkumpulan dengan masih memeluk Aghnia di dada nya.


Julian sangat menyesal karena tadi dengan tidak sengaja membuka kacamata tebal Aghnia di hadapan rekan-rekan nya. Dan kini rekan-rekan nya sudah mengetahui kalau dibalik kacamata tebal nya wajah Aghnia yang masih polos itu semakin terlihat cantik alami.


Gani menggerak meja dengan kesal lalu melihat kearah Adam yang tertunduk malu.


"Gimana kita bisa jalan kalau nggak ada Julian!"


"Gue kan udah bilang ke Elo Dam. Kita ini kumpul mau bahas masalah perizinan komunitas biar komunitas kita ini punya lisensi dari negara. Lo malah bikin masalah pake bawa orang yang bukan anggota komunitas!"


Ujar Surya yang juga mengutarakan kekesalan nya kepada Adam yang tanpa persetujuan anggota lain nya membawa Aisyah mengikuti pertemuan.


"Yang bikin Gue bingung kenapa anak Gue bisa di bawa Aisyah sedangkan tadi Jordan di bawa Julian buat beli es krim dan Lo Sya bilang mau ke toilet, tapi kenapa Lo balik sama Jordan?" Aisyah hanya bisa terdiam tak berani menjawab pertanyaan Joceline.


Karena sebenarnya Aisyah memang sengaja berpura-pura ke toilet untuk mengejar Julian, tapi baru saja dia berjalan di samping Julian yang tengah tertawa dengan Jordan mereka sudah bertemu dengan Aghnia.


Bahkan Julian belum menyadari keberadaan Aisyah yang berjalan di samping nya karena pria itu tengah sibuk bercanda dengan Jordan.


Dan keberadaan Aisyah sendiri baru Julian sadari ketika Aghnia menatap tajam kesamping nya dan Julian baru sadar kalau Aisyah sudah berdiri di samping nya.


"Ck. Udah lah. Kita bubar. Biar nanti Gue ngobrol sama Julian, supaya nggak cabut dari komunitas!"


Suara Surya menyadarkan Aisyah dari lamunan.


"Dan Elo Dam, Gue harap Lo bisa menyadari kesalahan Lo dan minta maaf sama Julian terutama Aghnia karena udah menghina Dia. Dan Gue harap kedepan nya nggak ada masalah kaya gini lagi!"


Ucap Surya yang memilih pergi lebih dahulu di susul Joceline, Gani dan Gading yang tanpa pamit meninggalkan Adam dan Aisyah di dalam restoran.


Adam mengusap kasar wajah nya dengan kesal.


"Maafin Gue Dam"


Adam hanya menanggapi ucapan Aisyah dengan dehaman kecil.


Sementara itu Julian dan Aghnia kini tengah berada di dalam mobil. Julian melajukan kendaraan nya menuju Cafe nya.


Padahal awal nya pria itu berniat mengunjungi Cafe baru nya yang tengah dalam proses persiapan pembukaan beberapa hari lagi.


Namun hal itu di batalkan nya karena Dia ingin menghabiskan waktu nya yang selama beberapa minggu ini berkurang karena kesibukan nya mempersiapkan Cafe baru nya itu.


"Neng sudah makan?" Tanya Julian memecahkan kesunyian diantara mereka.


Hanya anggukan kepala yang Aghnia berikan. sebagai jawaban atas pertanyaan Julian.


Suasana dalam mobil kembali hening.


"Maafin Aa, karena selama beberapa minggu ini nggak punya waktu yang banyak buat Neng"


"Maaf ya tadi Aa beneran nggak tau kalau Aisyah udah ada di samping Aa. Padahal tadi Aa hanya berdua dengan Jordan mau beli es krim"


Ucap Julian sambil mengusap lembut kepala Aghnia membuat wajah gadis itu merona.


Tiba-tiba saja HP Julian yang berada di dashbord mobil berbunyi.


"Tolong di angkat ya Neng"


"Kalau penting gimana A?"


"Ya Kamu jawab aja"


Aghnia meraih HP Julian. Kedua bola mata Aghnia membulat ketika melihat siapa yang menelepon Julian.