The Journey of Love

The Journey of Love
Bimbang



Kaisar mengumumkan pernikahannya dengan Chu Xia bahkan sekaligus pengukuhan posisi permaisuri .


Chu Xia mendengar semua tentang selir An dan selir yang bahkan meminta pada kaisar jika keduanya tetap dalam posisinya sebagai selir .


" Xiaxia ? Aku keberatan untuk menyetujui keputusanmu ini ". Kata kaisar .


" Bagaimana pun mereka berdua sangat mencintaimu ? Kau tidak boleh bertindak tidak adil ". Gumam Chu Xia .


" Sungguh , aku tidak bisa . Aku hanya ingin dirimu saja ." ungkap kaisar Qi .


" Kau adalah seorang pemimpin , tidak boleh bertindak tidak adil . Dengarkanlah aku , bagaimana perasaanmu jika aku tidak mencintaimu ?." kata Chu Xia .


" Mana mungkin , jelas di matamu jika kau mencintaiku ". Ujar Kaisar Qi dengan tidak tahu malu .


 " Aku hanya berbicara seumpama , kau ini tidak bisa menghargai orang lain . Aku tidak akan menikah denganmu jika kau tidak mengukuhkan mereka kembali menjadi selirmu ". Tegas Chu Xia .


" Apa kau gila ". Oloknya .


" Ini bukan soal gila , kau adalah seorang kaisar dan harus memiliki banyak keturunan ".


Kaisar Qi benar - benar tidak tahu lagi bagaimana menghadapi Chu Xia .


Sang Zi pun mengangkat tangan karena tidak sanggup juga menghadapi Chu Xia .


" Aku tidak pernah menyentuh mereka , bagaimana jika mereka nikahkan saja dengan orang lain ". Usul kaisar Qi.


" Mereka ? memang siapa yang akan menikahi selirmu dengan berani ". Jawab sang Zi.


" Misalnya itu kau ." kata Kaisar Qi yang mengejutkan sang Zi .


" Sungguh dunia tidak bisa membebaskan ku jika aku harus menikahi salah satu dari mereka ". keluh Sang Zi .


" Yang mulia , lebih baik mencari solusi sekiranya masuk dalam pikiran nona Chu ." Ujar wubai .


" Solusinya mungkin , kalian adalah yang terbaik untuk menikahi mereka . Aku tidak ingin memiliki istri lebih dari satu , itu menyusahkan saja ". Keluh kaisar Qi .


Sang Zi merasa heran pada kaisar Qi , bisa - bisanya seorang kaisar tidak memiliki keinginan memiliki istri yang banyak untuk memperbanyak keturunannya .


Hari ini Chu Xia pergi berkunjung atau lebih tepatnya lagi pulang ke kediaman Bangsawan Chu .


Pertama kali melangkahkan kaki , air matanya tak bisa tertahankan lagi .


Bangsawan Chu segera datang menghampiri Chu Xia begitupun juga dengan Chu Xian , kakak laki - lakinya .


" Xiaxia , akhirnya kau bisa pulang juga . Aku sudah mempersiapkan segalanya untuk pernikahanmu ". Kata Chu Xian .


" Sungguh merepotkan kakak ". kata Chu Xia.


" Kau akan menjadi permaisuri negara ini , sungguh tidak menduga . Kaisar begitu sabar menunggumu bahkan melewati hal yang panjang hingga pada akhirnya kalian bersama kembali ." kata Chu Xian .


" oh iya , kak ? Yang mulia mengatakan jika kau akan di angkat sebagai perdana menteri olehnya ". Ujar Chu Xia .


" Namun aku tidak tertarik terjun di dunia politik , xiaxia katakan padanya jika aku akan fokus pada bisnis keluarga ." kata Chu Xian.


" Baiklah aku mengerti kak ". Lirih Chu Xia .


Kaisar begitu berat mempertahankan selir An dan selir yang namun karena ini permintaan dari Chu Xia maka masih perlu di pertimbangkan lagi .


" Sang Zi ? katakan padaku , bisakah kita bertukar posisi ." kata kaisar Qi .


" Hah , kau berbicara apa ?". balas sang Zi .


" Aku melihat sepertinya dengan menjadi dirimu , hidup lebih tenang ." kata kaisar Qi .


" Konyol sekali , jelas - jelas aku bermimpi bisa menjadi dirimu ". Kata sang Zi.


" Namun aku bingung , aku tidak ingin menyakiti selir An maupun selir yang dengan berada di sisiku ". Curhat kaisar Qi .


" Sebenarnya itu mudah sekali hanya kau yang mempersulit hidupmu sendiri , mereka berdua begitu sangat cantik dan menggoda namun kau tidak tertarik ." Kata Sang Zi .


" Bukankah Chu Xia sudah bermurah hati , penuhi permintaannya maka kau akan bahagia ". Kata sang Zi .


" Lalu menurutmu aku harus melakukan kewajibanku terhadap mereka sedangkan tidak ada cinta di hatiku ". Kata kaisar Qi .


" Mengapa kau tidak mencobanya saja ." usul sang Zi .


" Aku tidak tertarik , hanya Chu Xia yang menarik jiwa magnet tubuh ini ". Ujar kaisar Qi .


" Ternyata kau terlalu setia , baiklah itu semua terserah yang mulia saja ". ujar sang Zi .