The Journey of Love

The Journey of Love
Mencari



Kaisar Qi menjulurkan pedangnya untuk menantang pangeran anzi bertarung.


Sebelumnya , wubai membawa selir An untuk memancing pangeran anzi .


" Anxing !!". Pekik pangeran anzi melihat adiknya yang sedang di borgol bahkan keadaanya berantakan .


 " Xiao yi !! Kau keterlaluan , dia tulus mencintaimu mengapa kau menyiksanya ." Bentak pangeran anzi .


" Karena dia telah berhianat , diam - diam berkonspirasi dengan orang luar untuk memberontak , bahkan dia telah mengatakannya sendiri ". Gumam kasar Qi .


Nafas pangeran anzi naik turun dan tidak bisa menahan tekanan darah tingginya lagi .


*Sreng*


Pangeran anzi menarik pedangnya dengan gagah menantang kaisar Qi .


Keduanya memiliki ilmu seni bela diri tingkat atas , namun jika terlihat dari gerakan pangeran anzi memakai cara licik .


Tentu saja hal ini di ketahui oleh kaisar Qi .


*Tak*


Kaisar Qi memotong pedang pangeran anzi hingga menjadi dua bagian .


" Kau lebih licik !!". pekik pangeran anzi.


" Kau kira aku sebodoh apa , wubai tahan pria menyedihkan ini dan ikat dia ". titah kaisar Qi.


Mata kaisar Qi mulai berhamburan melihat ke sekeliling tempat , jika pangeran anzi tidak akan memberitahu dimana keberadaan Meisi maka kaisar Qi akan mencarinya sendiri .


" Sebentar lagi dia akan mati , kau dan aku tidak akan pernah mendapatkannya . Hahahahhaa ". ucap pangeran anzi .


*Dugh*


Kaisar Qi menendangnya hingga tubuh pangeran anzi terjerembab di atas tanah .


" Kakak !!". Teriak selir An .


" Anxing , takdir ini sungguh tidak memihak ku . Aku senang memiliki adik sepertimu , hiduplah dengan baik ". Kata pangeran anzi .


Tiba - tiba mulutnya mengeluarkan darah segera begitu banyak .


Ternyata pangeran anzi telah mempersiapkan diri , dia membunuh dirinya sendiri dengan menekan racun yang berada di mulutnya .


" Kakak tidak !!!! Kakak , hiks. . Hiks ..". Teriak selir An .


Kaisar Qi memerintahkan untuk menemukan Meisi dengan cepat termasuk wubai dan sang Zi.


" Tidak mungkin jika pangeran anzi menyembunyikan di tempat yang mudah di jangkau , wubai bagaimana kita bisa menemukan tempatnya ". Kata sang Zi.


" Tuan sang fokus saja menggunakan pikiran bukankah anda lebih pintar dariku ". Sindir wubai .


Tempat itu begitu luas , bahkan bangunannya begitu banyak .


Selir An ingin berbicara pada kaisar Qi bahkan dia mengatakan jika mengetahui keberadaan wanita yang sedang di carinya .


" Yang mulia tidak akan mendengar anda Putri lebih baik diam saja ". kata prajurit yang menjaga selir An .


" Kau tidak tahu jika yang mulia tidak cepat menyelamatkannya , kakak pasti telah menyiapkan segalanya . Cepat katakan pada yang mulia , jika perlu lepaskan aku ". pinta selir An .


Sementara Meisi tidak bisa bergerak di dalam ruangan , mulutnya tertutup oleh sebuah kain.


" Hmmmmmm , hmmmmm ." teriak Meisi .


Sang Zi mendengar suara namun tidak jelas ,


" Wubai , sepertinya ada suara tapi tidak begitu jelas !". ujar sang Zi .


" Telinga anda salah dengar ." balas wubai .


Kaisar Qi tidak pernah menyerah untuk menemukan Meisi , salah satu prajurit mengatakan jika selir An ingin berbicara dengannya .


" Yang mulia , selir An berkata jika dia tahu tempat nona Meisi saat ini ". kata prajurit .


" Jika dia menipuku maka aku akan menyelesaikan hidupnya ."


Kaisar Qi menghampiri selir An dan memaksa untuk mengantarnya ke tempat Meisi di sembunyikan .


" Dia pasti ada ruangan atas , karena kakak selalu menyembunyikan apapun disana ". Ujar selir An .


Namun kaisar Qi tidak menanggapinya hanya berjalan mengekori .


" Disini ". Kata selir An .


Sang Zi dan wubai menyusul kaisar Qi ke tempat yang baru saja mereka lewati .


" Yang mulia , mengapa selir An disini ?". Kata sang Zi .


" Dia mengatakan jika Meisi ada disini ". Kata kaisar Qi .


" Nah , wubai !! Kau tidak mempercayaiku ".


" Maksut kalian apa !!". kaisar Qi penasaran .


" Aku mendengar suara hmmmmm hmmm dua kali dari tempat ini ". Kata sang Zi.


Selir An tidak menemukan pintu menuju ruangan atas .


Kaisar Qi begitu marah hingga hampir saja membunuh selir An , beruntung ada sang Zi yang menghadang sehingga tidak terjadi pembunuhan.


" Selir An , kau jangan berulah jika ingin tetap hidup ". Kata sang Zi .