
Kaisar Qi menjulurkan pedangnya untuk menantang pangeran anzi bertarung.
Sebelumnya , wubai membawa selir An untuk memancing pangeran anzi .
" Anxing !!". Pekik pangeran anzi melihat adiknya yang sedang di borgol bahkan keadaanya berantakan .
" Xiao yi !! Kau keterlaluan , dia tulus mencintaimu mengapa kau menyiksanya ." Bentak pangeran anzi .
" Karena dia telah berhianat , diam - diam berkonspirasi dengan orang luar untuk memberontak , bahkan dia telah mengatakannya sendiri ". Gumam kasar Qi .
Nafas pangeran anzi naik turun dan tidak bisa menahan tekanan darah tingginya lagi .
*Sreng*
Pangeran anzi menarik pedangnya dengan gagah menantang kaisar Qi .
Keduanya memiliki ilmu seni bela diri tingkat atas , namun jika terlihat dari gerakan pangeran anzi memakai cara licik .
Tentu saja hal ini di ketahui oleh kaisar Qi .
*Tak*
Kaisar Qi memotong pedang pangeran anzi hingga menjadi dua bagian .
" Kau lebih licik !!". pekik pangeran anzi.
" Kau kira aku sebodoh apa , wubai tahan pria menyedihkan ini dan ikat dia ". titah kaisar Qi.
Mata kaisar Qi mulai berhamburan melihat ke sekeliling tempat , jika pangeran anzi tidak akan memberitahu dimana keberadaan Meisi maka kaisar Qi akan mencarinya sendiri .
" Sebentar lagi dia akan mati , kau dan aku tidak akan pernah mendapatkannya . Hahahahhaa ". ucap pangeran anzi .
*Dugh*
Kaisar Qi menendangnya hingga tubuh pangeran anzi terjerembab di atas tanah .
" Kakak !!". Teriak selir An .
" Anxing , takdir ini sungguh tidak memihak ku . Aku senang memiliki adik sepertimu , hiduplah dengan baik ". Kata pangeran anzi .
Tiba - tiba mulutnya mengeluarkan darah segera begitu banyak .
Ternyata pangeran anzi telah mempersiapkan diri , dia membunuh dirinya sendiri dengan menekan racun yang berada di mulutnya .
" Kakak tidak !!!! Kakak , hiks. . Hiks ..". Teriak selir An .
Kaisar Qi memerintahkan untuk menemukan Meisi dengan cepat termasuk wubai dan sang Zi.
" Tidak mungkin jika pangeran anzi menyembunyikan di tempat yang mudah di jangkau , wubai bagaimana kita bisa menemukan tempatnya ". Kata sang Zi.
" Tuan sang fokus saja menggunakan pikiran bukankah anda lebih pintar dariku ". Sindir wubai .
Tempat itu begitu luas , bahkan bangunannya begitu banyak .
Selir An ingin berbicara pada kaisar Qi bahkan dia mengatakan jika mengetahui keberadaan wanita yang sedang di carinya .
" Yang mulia tidak akan mendengar anda Putri lebih baik diam saja ". kata prajurit yang menjaga selir An .
" Kau tidak tahu jika yang mulia tidak cepat menyelamatkannya , kakak pasti telah menyiapkan segalanya . Cepat katakan pada yang mulia , jika perlu lepaskan aku ". pinta selir An .
Sementara Meisi tidak bisa bergerak di dalam ruangan , mulutnya tertutup oleh sebuah kain.
" Hmmmmmm , hmmmmm ." teriak Meisi .
Sang Zi mendengar suara namun tidak jelas ,
" Wubai , sepertinya ada suara tapi tidak begitu jelas !". ujar sang Zi .
" Telinga anda salah dengar ." balas wubai .
Kaisar Qi tidak pernah menyerah untuk menemukan Meisi , salah satu prajurit mengatakan jika selir An ingin berbicara dengannya .
" Yang mulia , selir An berkata jika dia tahu tempat nona Meisi saat ini ". kata prajurit .
" Jika dia menipuku maka aku akan menyelesaikan hidupnya ."
Kaisar Qi menghampiri selir An dan memaksa untuk mengantarnya ke tempat Meisi di sembunyikan .
" Dia pasti ada ruangan atas , karena kakak selalu menyembunyikan apapun disana ". Ujar selir An .
Namun kaisar Qi tidak menanggapinya hanya berjalan mengekori .
" Disini ". Kata selir An .
Sang Zi dan wubai menyusul kaisar Qi ke tempat yang baru saja mereka lewati .
" Yang mulia , mengapa selir An disini ?". Kata sang Zi .
" Dia mengatakan jika Meisi ada disini ". Kata kaisar Qi .
" Nah , wubai !! Kau tidak mempercayaiku ".
" Maksut kalian apa !!". kaisar Qi penasaran .
" Aku mendengar suara hmmmmm hmmm dua kali dari tempat ini ". Kata sang Zi.
Selir An tidak menemukan pintu menuju ruangan atas .
Kaisar Qi begitu marah hingga hampir saja membunuh selir An , beruntung ada sang Zi yang menghadang sehingga tidak terjadi pembunuhan.
" Selir An , kau jangan berulah jika ingin tetap hidup ". Kata sang Zi .