
Aghnia menatap sinis Julian dan wanita yang masih setia berada di sisi Julian yang tengah menggendong anak kecil itu.
"Neng_" Aghnia kembali menepis kasar tangan Julian.
"Kita pulang Meta"
Dengan tak menghiraukan Julian, Aghnia menarik tangan Meta meninggalkan Julian yang terpaku melihat Aghnia yang tampak kecewa.
"Sial!" Umpat Julian yang lalu menyerahkan bocah kecil itu kepada wanita yang selalu berada di samping nya itu dan mengejar Aghnia dan Meta yang sudah keluar area permainan.
"Neng, dengerin penjelasan Aa dulu. Kamu salah sangka"
Aghnia kembali menepis tangan Julian ketika tangan Julian menyentuh tangan nya.
"Apaan sih!"
Aghnia membentak Julian dan mendorong kasar tubuh Julian ketika Julian hendak memeluknya.
"Dengerin penjelasan Aa dulu Neng" Ucap Julian dengan nada memohon.
"Nggak ada yang perlu di jelasin. Semua nya udah jelas" Bentak Aghnia.
"Bilang nya sibuk, nggak tau nya lagi jalan-jalan. Bilang nya nggak ada perasaan tapi keliatan kaya keluarga bahagia" Ucap Aghnia lantang dan menyebabkan beberapa orang melihat kearah mereka.
"Nia udah. Malu diliatin banyak orang" Bisik Meta.
Aghnia menghela nafas guna meredam amarah nya.
"Neng salah sangka. Aa_"
Aghnia mengangkat tangan kanan nya kearah Julian dan memaksa Julian menghentikan ucapan nya.
"Nggak usah bela diri!"
Julian langsung menarik tangan Aghnia ketika Aghnia akan menarik tangan Meta.
"Meta Kamu pulang dulu ya, biar Aghnia pulang sama Kakak" Ucap Julian menggenggamnya dengan erat lalu berjalan meninggalkan Meta yang tengah terpaku melihat Julian memaksa Aghnia berjalan mengikutinya.
"Lepasin. Ih. Meta tolongin!"
Julian menulikan telinganya mendengar teriakan Aghnia dan terus membawa nya pergi menjauh dari Meta yang hanya diam melihat Julian menarik tangan Aghnia kembali kedalam arena permainan.
"Lepasin nggak!" Bentak Aghnia yang tak di hiraukan oleh Julian.
Julian terus mengenggeng erat tangan Aghnia yang terus menerus meronta minta di lepaskan hingga genggaman tangan itu terlepas dengan di iringi oleh pekikan pelan Julian ketika lengan nya terasa sakit dan ngilu.
Dan benar saja dugaan Julian, Aghnia telah menggigit lengan Julian hingga meninggalkan tanda bekas gigitan, bahkan ada sedikit lecet di bekas gigitan Aghnia.
"Neng_" Julian memanggil Aghnia dengan sangat lembut walaupun hati nya merasa kesal karena Aghnia telah menggigit nya.
Aghnia menatap dengan tajam Julian yang meringis kesakitan lalu menghela nafas pelan dan menatap Aghnia dengan lembut.
"Ikut Aa ya, biar nanti Neng tau yang sebenarnya" Pinta Julian dengan lembut dan Aghnia hanya diam tak menanggapi nya.
Tak ada penolakan saat Julian kembali menggengam tangan Aghnia saat membawa gadis itu memasuki sebuah restoran keluarga di dalam Mall dan masuk kedalam ruangan VVIP.
Ada beberapa orang yang tengah berkumpul disana, dan pasti nya ada wanita yang tak lain adalah Aisyah pun tengah duduk di perkumpulan itu.
Dan hal itu membuat Aghnia kembali kesal bahkan sudah mulai berusaha memaksa genggaman tangan Julian yang justru semakin di gengam Julian dengan erat Dam berjalan menuju kumpulan tersebut.
"Maaf, Gue telat"
Ucapan Julian membuat atensi perkumpulan itu beralih kearah Julian dan Aghnia. Semua yang hadir perkumpulan itu tampak terkejut ketika melihat Julian yang tanpa sungkan menggengam erat tangan Aghnia.
Terlebih Aisyah, wanita itu terlihat mencoba tersenyum di balik kekesalan nya karena ternyata Julian menyusul Aghnia dan kini malah membawa nya ke acara perkumpulan pengusaha kuliner muda di kota mereka.
Aghnia melihat dengan seksama anak kecil yang tengah duduk di pangkuan wanita itu sambil meminum susu dari botol nya dengan keadaan setengah tidur.
Kedua bola mata nya membulat menyadari bocah yang tengah akan tertidur itu adalah anak kecil yang tadi di gendong oleh Julian.
"Duduk di sini ya. Aa ambil bangku lagi" Titah Julian yang langsung mendudukkan tubuh Aghnia di sebuah kursi kosong diantara para rekan Julian.
"Ini Aghnia" Tutur Julian sesaat setelah meletakkan sebuah bangku di damping Aghnia dan duduk di samping Aghnia.
"Pacar halal Gue!"
Sontak saja pernyataan Julian membuat para rekan kerja terkejut dan tak percaya.
"What!"
"Apaan?"
"Pacar halal?. Maksud Lo bini?"
Julian menganggukkan kepala nya santai menjawab pertanyaan terakhir dari salah seorang rekan nya.
"Becanda Lo keterlaluan An" Ujar salah seorang pria yang duduk tidak jauh dari Aisyah dan kemudian melirik kearah Aisyah yang tampak sangat terkejut dengan pernyataan Julian.
"Gue nggak bercanda Dam. Kita udah nikah enam bulan yang lalu" Ucapan Julian justru di tertawai oleh Pria yang di panggil Dam tadi oleh Julian.
"Lo sengaja bawa nih abg cuma buat yakini Aisyah supaya berhenti berharap sama Lo kan?"
Sontak saja pertanyaan lanjutan Dam mengundang perhatian Aghnia.
"Justru Gue bawa bini Gue, buat yakinin Aisyah supaya berhenti berharap sama Gue".
"Gara-gara Gue bawa Jordan buat beli es krim di ikutin Aisyah tadi, akhir nya Gue kepergok bini Gue, sampe di sangka Gue punya hubungan sama Aisyah. Padahal kagak!" Jawab Julian lantang yang langsung membuat Aghnia menundukkan kepala nya malu karena telah sangka kepada Julian.
"Yang tadi Aa gendong itu Jordan, anak nya Joceline" Tutur Julian lembut kepada Aghnia yang membuat para rekan kerja Julian tak percaya dengan nada bicara Julian yang sangat lembut kepada Aghnia seraya menunjukan pandangan kepada seorang wanita yang tengah menggedong anak kecil yang sedang menyusu memakai dot.
Mereka tak percaya kalau Julian yang selalu berbicara dengan nada tegas, bahkan kepada Aisyah saja selain tegas nada bicara Julian terdengar sangat datar, kini menurunkan nada bicara dengan sangat lembut kepada Aghnia.
Belum lagi perlakuan juga tatapan memuja Julian yang mereka tangkap terhadap gadis yang mengenakan kaos lengan pendek dan rok abu seragam abu-abu lengkap dengan kacamata tebal yang menghiasi wajah nya yang tampak biasa saja, semakin meyakini kalau Aghnia adalah wanita spesial bagi Julian.
Jauh berbeda dengan penampilan Aisyah saat ini yang terlihat cantik dengan mini dress berwarna pink, ber make up flawless dengan rambut curly di bawah nya, sungguh berbanding terbalik dengan gadis yang tengah di perlakukan sangat manis oleh Julian.
"Masih cakepan Aisyah kemana-mana An!" Joceline yang berada di samping Adam langsung menyikut lengan Adam dengan kencang.
"Lah emang benerkan yang Gue bilang. ABG yang di bilang Julian bini nya itu nggak secantik Aisyah!"
Aghnia menahan lengan Julian ketika pria itu tersinggung atas ucapan Adam.
"Adam!" Bentak Joceline hingga membuat Jordan yang baru saja terlelap menangis karena terkejut mendengar teriakan ibu nya.
"Cantik menurut mata orang beda-beda. Buat Lo mungkin Aisyah cantik dan Aghnia nggak ada apa-apa nya. Tapi buat Julian mau secantik apapun perempuan di luaran, Aghnia lah yang tercantik" Ucap Joceline sambil mengusap punggung anak nya agar berhenti menangis.
"Berarti Lo setujukan kalau bini nya Julian itu JELEK!".
Brugh
Brugh
Brugh
"Aa"
"Julian"
"Adam"