
Kaisar tidak berhentj menghawatirkan Meisi yang masih belum ada tanda untuk sadar .
Wubai datang untuk melaporkan sebuah informasi .
Kaisar Qi harus menghadiri rapat bersama para menteri dan harus meninggalkan Meisi .
Ketika Meisi terbangun , dia mulai melihat di lingkungan sekitarnya yang nampak begitu asing untuknya .
" Dimana aku ? " . Seru Meisi .
Dia mulai menggerakkan tubuhnya dan mencoba untuk keluar dari kamar kaisar .
" Ini , ini adalah istana ". Gumamnya .
Saat itu penjaga kamar telah berganti , namun tidak segera kembali bertugas oleh karena itu Meisi keluar dengan sangat mudah.
Ketika dia keluar tanpa memakai cadar yang menutupi setengah wajahnya , selir yang memergokinya .
" Kau ? ka--u ". Selir yang begitu shock .
Meisi sama sekali tidak menghiraukan selir yang , dia tetap ingin pergi .
2 jam kemudian , kaisar melihat kamarnya kosong .
" Meisi ". Teriak kaisar .
Kaisar Qi segera pergi keluar mencari keberadaan Meisi namun sepertinya sudah pergi sejak awal .
" Wubai , segera kirimkan pesan pada pengawal bayangan cari keberadaan Meisi sekarang ". titah kaisar .
Keadaan Meisi memang begitu lemah bahkan berjalan saja masih sempoyongan ,
" Linxi , linxi kau dimana ? ". lirihnya dengan memegang kepalanya yang terasa sakit berdenyut .
Beberapa orang pria menemukan seorang wanita cantik dan menggodanya .
" Hei wanita cantik mau kemana malam - malam seperti ini , bagaimana jika kau menemani kami saja hahahaha ". kata salah satu pria yang menggoda Meisi .
" Jangan kurang ajar ya , kau tidak tahu siapa aku hahh ". Ketus Meisi .
" Hahahah , kau adalah wanita yang sangat cantik hari ini . Cepat bawa dia ". kata salah satu pria mesum .
Meisi masih cukup kuat untuk melawan namun juga tidak bisa terus menerus melawan mengingat tenaganya belum cukup stabil dan terasa lemas .
Meisi berlari secepat mungkin hingga tak sadar tubuhnya oleng dan kembali tidak sadarkan diri .
" Tuan ? nampaknya ada yang pingsan ". Kata pria yang melihat Meisi .
" Coba kau lihat , siapa tahu masih hidup dan jika sudah mati maka tinggalkan ." kata pangeran anzi , ya pria itu adalah pangeran anzi .
" Tu--tuan , tuannn di -- dia ". berbicara gugup .
" Ada apa ? bagaimana apakah masih hidup ?". tanya pangeran anzi .
Pengawal itu membawa Meisi , hal ini membuat pangeran anzi merasa heran .
" Jika sudah mati untuk apa kau mem ----- ". pangeran anzi seketika melotot dan terkejut .
" Chu Xia ?." serunya .
Pangeran anzi cukup beruntung kali ini bisa bertemu dengan wanita yang selama ini di nantikan olehnya bahkan dia juga tidak percaya jika tunangannya sudah mati .
" Lu Deng , cepat kembali ke kediaman ." kata pangeran anzi .
Di sepanjang perjalanan tubuh lemah Meisi sama sekali tidak ada respon apapun , pangeran anzi berulang kali memeluknya .
" Selama ini aku mencarimu sayang , aku merindukanmu Xia Xia ". Lirihnya dengan meneteskan air mata .
Sedangkan kaisar Qi begitu gusar dan gelisah karena Meisi tidak bisa di lacak .
Dia mengamuk dan membanting barang yang berada di sekitarnya.
Selir An segera menghampiri kaisar Qi yang terlihat begitu gelisah .
" Yang mulia , mengapa kau membanting semua barang . Ada apa ini ?". Kata selir An .
" Pergi , pergi dari sini !!". Usirnya pada selir An .
Sang Zi mencoba untuk menenangkan kaisar Qi yang terlihat seperti orang gila , mengamuk bahkan melempar barang ke sembarang arah .
" Selir An , lebih baik kau pergi saja . Karena saat ini keadaannya sangat tidak baik untuk di dekati ". Saran sang Zi terhadap selir An .
" Tapi aku menghawatirkannya ."
" Aku akan mencoba untuk menenangkannya , pergilah ." kata sang Zi .
Sang Zi perlahan mendekati kaisar Qi untuk menanyakan yang sedang terjadi padanya .
" Ada apa sebenarnya denganmu ? Tolong jangan seperti ini ." kata sang Zi .
" Aku tidak ingin kehilangan dia lagi , sudah cukup menderita kehilangan orang yang aku cintai bahkan aku harus menunggu lama namun hari ini aku , aku kehilangan dia lagi. Katakan , katakan padaku kemana lagi aku harus mencarinya ." kata kaisar .
Sang Zi cukup mengerti dengan keadaan yang di alami oleh kaisar , perjalanan cintanya cukup banyak rintangan dan penuh lika - liku.
" Dia pasti kembali padamu ". Kata sang Zi.