
Meta membolak balik kan tubuh nya di atas kasur dalam kamar nya.
Hari ini jadwal nya libur magang di Cafe milik Aghnia. Meta memutuskan sebelum masuk kuliah gadis itu akan bekerja paruh waktu di Cafe Aghnia, sekaligus menemani sang sahabat mengelola Cafe nya.
Tak ingin membuang waktu dengan percuma sepanjang hari, akhir nya gadis manis itu pun memutuskan untuk beranjak dari rebahan nya dan keluar kamar nya guna mencari keberadaan Mama Tata.
Langkah kaki nya sedikit melambat kala terdengar suara perbincangan Mama Tata dengan seorang pria yang suara nya sudah tidak asing lagi di telinga nya.
Kedua alis nya saling bertautan ketika kedua bola mata nya menatap heran kepada sosok pemilik suara yang sudah beberapa hari ini tak terdengar di telinga nya itu.
"Kak Rey" Gumam Meta seraya menatap curiga kepada Rey yang tengah tersenyum kearah nya, karena kebetulan Rey duduk searah dengan Meta yang keluar dari kamar nya.
Melihat senyum Rey yang mengembang kearah belakang nya, Mama Tata pun menengok kebelakang dan mendapati Meta yang tengah berdiri terdiam melihat kedatangan Rey kerumah nya.
"Nah tuh Meta nya." Ucapan Mama Tata menyadarkan Meta kalau sejak tadi Dia hanya terdiam tak bergerak dari posisi nya berdiri karena masih kebingungan juga curiga atas kedatangan Rey kerumah nya.
"Mama tinggal dulu ya Rey" Rey mengangguk pelan sebelum Mama Tata beranjak dari duduk nya dan menghampiri Meta yang masih enggan menghampiri Rey.
"Baru Mama mau manggil Kamu, eh Kamu nya udah keluar duluan." Mama Tata menepuk pelan punggung Meta hingga membuat gadis itu tersentak lalu melihat kepada sang Mama yang tengah tersenyum kepada nya.
"Mama tinggal, temenin Rey. Kali aja ada yang di omongin sama Kamu" Ucapan Mama Tata membuat kedua alis Meta kembali saling bertautan dan menatap curiga ke Mama Tata.
"Biasa aja kali Non ngeliat nya" Meta mencembikkan bibir nya setelah Mama Tata mengusap lembut wajah nya dengan tangan kanan nya.
"Buruan temuin sana" Mama Tata menepuk pelan pinggul Meta dan memaksa gadis itu berjalan kearah Rey.
"Kak Rey ngapin kemari?" Meta bertanya kepada Rey setelah mendudukan santai tubuh nya di sofa yang berhadapan dengan Rey.
"Iseng aja nggak ada kerjaan!" Jawaban santai Rey sontak membuat Meta sedikit menegakkan tubuh nya dan menatap tajam Rey yang juga menyantaikan tubuh nya di sofa.
"Kerjaan Lo banyak kali Kak." Rey tertawa kecil menanggapi ucapan Meta.
"Lo lupa kerjaan utama Gue kan gangguin Elo!" Lagi-lagi ucapan Rey membuat Meta meradang.
"Ya Allah, tak bisakah Engkau melepaskan Hamba-Mu ini barang sehari saja lepas dari makhluk ciptaan Mu yang menyebalkan ini?" Hati Meta berbisik.
"Jalan yuk!" Kedua bola mata Meta membulat mendengar ajakan santai Rey.
"Lo libur kan. Daripada Lo rebah rimpah nggak jelas mending jalan sama Gue!"
"Astaghfirullahalazim Kak. Lo ngajak jalan kaya ngajak orang ribut tau nggak?"
"Ck udah nggak usah protes. Gue udah izin Mama Tata. Buruan ganti baju sana!" Titah Rey membuat Meta mendengus kesal.
"Nggak mau. Hari ini Gue libur, dan Gue lagi males debat sama Elo. Buang-buang tenaga juga kesabaran Gue!" Bukan nya marah Rey justru menertawai ucapan Meta.
"Gue janji hari ini nggak bakal ngajak Lo ribut!" Ucap Rey dengan nada serius dan hal itu berhasil membuat Meta penasaran.
"Mau kemana dulu?" Tanya Meta.
"Kejutan!" Meta berdecak kesal menanggapi ucapan Rey.
"Buruan Ta. Ini udah mau masuk dzuhur, kesiangan ntar panas Ta!"
"Iya. InsyaAllah hari ini Gue nggak bakal bikin Lo kesel!"
Akhir nya Meta pun menyerah dan akan ikut dengan Rey karena penasaran dengan kejutan yang Rey ucapkan tadi.
Setelah mengganti baju dan memoles wajah nya dengan make up tipis, Meta pun bergegas menghampiri Mama Tata yang sedang berkutat di dapur guna membuat makan siang yang akan di bawa nya ke kantor sang suami dan Putra sulung nya.
"Ma, Meta pamit mau pergi sama Kak Rey"
"Iya. Rey juga sudah izin sama Mama" Ujar Mama Tata lalu mengikuti langkah Meta menghampiri Rey.
"Ayo Kak berangkat. Tadi Lo bilang nanti keburu kesiangan" Meta berucap kepada Rey setelah tiba di ruang tamu. Dan Rey pun bergegas bangun dari duduk nya setelah menganguki ucapan Meta.
"Aduh Mama, sakit tau!" Mendengar cara Meta memanggil Rey membuat Mama Meta menghadiahi putri bungsu nya itu sebuah pukulan kecil di punggung kanan Meta.
"Ngomong yang sopan. Setahu Mama usia Rey itu di atas Kamu!" Meta meringis kecil saat Mama memberikan bonus sebuah jiwiran kecil telinga kanan nya.
"Ish Mama. Kita tuh temenan udah biasa kali Elo Gue an. Iya kan Kak Rey?" Rey hanya menampakkan senyuman kecil membalas ucapan Meta.
"Tetep aja nggak sopan. Kamu manggil Rey pakai Kak tapi masih Elo Gue." Tegur Mama Tata.
"Pokok nya Mama nggak mau tau dan nggak mah denger lagi Kamu ber Elo Gue sama Rey" Titah Mama Tata dan membuat Meta pun menghela nafas pelan dan mengangguk pasrah. Rey tampak tersenyum bahagia, namun senyuman Rey langsung menjadi cengiran ketika Mama Tata melanjutkan ucapan untuk nya.
"Hal yang sama juga berlaku sama Kamu Rey!"
Kali ini senyuman Meta yang merekah mendengar ucapan Mama Tata.
"Siap Mama. Kami pamit dulu ya Ma. Titip salam buat Papa juga Mas" Tanpa sungkan Rey mencium punggung tangan Mama Tata.
Meta terheran melihat Rey yang tanpa sungkan kepada Mama nya bahkan menitipkan salam kepada Papa dan juga Mas nya.
"Hati-hati. Balik nya jangan malam-malam, kalau Kalian nanti nggak mau langsung di bawa ke KUA sama Papa!" Ancaman Mama Tata justru di tanggapan Rey dengan banyolan nya.
"Alhamdulillah kalau begitu mah Mah." Refleks Meta memukul bahu Rey dengan kencang hingga membuat Rey pun meringis kesakitan.
"Jangan ngimpi. Buruan ah, jangan sampai Gu eh Aku balik ke kamar buat bocan!" Ancam Meta.
"Iya. Pamit ya Ma. Rey pinjam anak gadis nya dulu." Kepala Mama Tata mengangguk lalu menepuk pelan punggung Rey.
"Pamit Mah, jangan kangen sama Meta" Meta pun mencium punggung tangan kanan Mama Tata dengan takdzim.
"Iya. Ingat nggak boleh Elo Gue an lagi!"
"Iya mah. Iya" Meta menjawab ucapan Mama nya dengan santai.
"Assalamu'alaikum Mah" Pamit salam Meta dan Rey bersamaan.
"Waalaikumsalam. Hati-hati Rey" Rey mengangguk saat akan melajukan motor sport nya meninggalkan rumah Meta.
"Pegangan yang kencang!" Meta tersentak kaget ketika Rey melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Rey, bahkan tangan kiri Rey menahan kedua tangan Meta saat gadis itu akan melepaskan tangan nya dari pinggang Rey.
Dan akhir nya Meta hanya bisa pasrah melingkarkan tangan nya di pinggang Rey, bahkan kepala nya berada tepat di punggung Rey, membuat detak jantung nya berdebar kencang.