
Kabar tentang sudah siuman nya Rey dari koma pun sampai kepada pihak sekolah.
Rencana nya hari ini sepulang sekolah pihak sekolah akan mengutus perwakilan kelas, OSIS, guru untuk menjenguk Rey di rumah sakit.
Meta mendengus kesal ketika Bu Rahma yang merupakan wali kelas nya meminta Meta sebagai perwakilan dari pihak murid untuk turut serta menjenguk Rey.
Aghnia terus menerus mengulum senyuman melihat wajah Meta yang merengut kesal selama berjalan melintasi lorong rumah sakit.
Gerutuan kekesalan selalu saja di lontarkan oleh Meta yang hanya di dengar oleh Aghnia yang juga diminta oleh pihak sekolah sebagai perwakilan mereka menjenguk Rey.
Di depan sudah ada Bu Rahma wali kelas mereka di kelas 11. Bu Prita guru BK pun turut serta menjenguk Rey. Ada Bisma selaku ketua OSIS yang tengah berjalan paling depan bersama Ricko sahabat Rey.
"Kicep, nggak enak sama Bunda kalau Kamu ngegerundel aja"
Meta justru mengerucutkan biebier nya mendengar ucapan Aghnia.
Yap Meta memang sering bertemu dengan Bu Laras. Bunda Rey yang juga mertua tersembunyi Aghnia ketika Meta main ke rumah Aghnia untuk sekedar menemani Aghnia ataupun bertanya mengenai tugas nya kepada Aghnia.
Walaupun mereka tidak sekelas, namun Aghnia yang cerdas dan pintar selalu menjadi dewi penolong bagi Meta dalam mengerjakan tugas nya. Karena itulah gadis itu sering berkunjung kerumah Rey dan bertemu dengan Bu Laras bahkan terkadang Julian.
"Pst Nia."
"Lo tau nggak kenapa Bu Prit mau ikut jenguk Kak Rey?".
"Padahal kan biasa nya paling malas banget dia kalau diminta ikut perwakilan sekolah jenguk murid yang sakit" Bisik Meta usil kepada Aghnia.
Aghnia menggendikkan bahu nya cuek.
"Udah denger gosip kan kalau Bu Prit nggak boleh liat CoKer alias Cowok Keren dikit aja pasti langsung TP TP terus nanti nempel nempel kaya tokek nempel di tembok?" Tutur Meta sambil tertawa kecil mengingat sang guru BP yang suka kecentilan kalau melihat pria tampan walaupun cuma sedikit.
"Jagain Si Aa ya Neng. Tau sendiri kan Bu Prit itu nggak boleh liat CoKer, apalagi Aa. Dede aja rela kok jadi yang ke dua, apalagi Bu Prit. Ouch Aghnia sakit!"
Celoteh Meta namun di akhir kalimat harus menerima cubitan kecil Aghnia di lengan kanan nya hingga membuat Meta meringis kesakitan.
Aghnia tak menanggapi keluhan Meta yang meringis. Menyadari situasi yang tak aman dengan ada nya Bu Prita saat menjenguk Rey membuat Aghnia mempercepat langkahnya mendahului Bu Rahma dan Bu Prita bahkan Ricko yang bertugas sebagai penunjuk jalan ke ruangan Rey.
"Ck posesif, calon calon bucin hahaha" Ujar Meta lalu mengejar Aghnia yang sudah hampir sampai di ruang rawat Rey.
"Eh Nia. Kok Kamu jalan duluan, memang nya Kamu sudah tahu Rey di rawat dimana?" Tanya Bu Rahma.
"Bukan udah tau lagi Bu. Dia mah udah khatam" Jawab Ricko yang lalu menepuk pelan bibier nya yang keceplosan.
"Lho, kok Kamu tau?" Tanya Bu Prita.
"Ya tau lah Bu. Aghnia itu kan korban yang di tabrak Rey" Lagi-lagi Ricko menepuk pelan bibier nya karena lagi-lagi keceplosan.
Bu Rahma, Bu Prita dan Bisma pun terbengong mendengar keceplosan Ricko.
Apa yang di katakan Ricko memang benar. Atas permintaan Aghnia, Dia meminta agar posisi nya di keluarga Julian adalah sebagai anak korban yang di tabrak oleh Rey.
Karena Aghnia hanya sebatang kara, jadilah Aghnia tinggal bersama keluarga Rey sebagai bentuk pertanggungjawaban dari keluarga Rey dalam mengurus dan menjaga Aghnia.
Perihal pernikahan yang kini sudah sah secara agama, hukum dan negara memang masih di rahasiakan kepada pihak sekolahmenunggu Aghnia selesai sekolah beberapa bulan lagi.
Hanya rekan Julian di komunitas saja yang sudah mengetahui kalau Julian sudah menikah, dan para rekan nya pun tidak mau mencampuri urusan tersebut dengan mencari tahu dimana Aghnia bersekolah.
"Assalamu'alaikum" Aghni dan Meta mengucapkan salam di susul Ricko, Bisma, Bu Rahma dan Prita uang juga memasuki ruang rawat Rey setelah mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam" Bu Laras membalas ucapan salam lalu menghampiri tamu nya.
"Eh ada tamu" Sapa Bu Laras kepada Bu Rahma dan Bu Prita.
Aghnia dan Meta langsung mencium punggung tangan kanan Bu Meta, dilanjutkan dengan Ricko dan Bisma. Sedangkan dengan Bu Rahma dan Bu Prita, Bu Laras menjabat tangan kanan mereka.
"Iya Bu, maaf kami menganggu istirahat nya Rey" Ucap Bu Rahma mewakili yang lain nya karena melihat Rey tampak nya sedang tertidur.
"Bu Rahma, Bu Prita kami menunggu di sana ya Bu" Ucap Aghnia yang di angguki oleh kedua guru nya tersebut.
Bu Laras pun mengajak para tamu nya untuk duduk di sofa ruang rawat Rey, sedangkan Aghnia dan Meta mengambil posisi duduk di tempat biasanya Bu Laras menjaga Rey.
"Gimana kondisi Rey Bu?" Bu Rahma memulai percakapan dengan Bu Laras.
"Alhamdulillah Bu. InsyaAllah lusa sudah bisa pulang. Dan bersekolah lagi senin depan" Jawab Bu Laras.
"Ibu hanya sendiri menjaga Rey?" Tanya Bu Prita melihat sekitar nya. Karena setahu nya Rey mempunyai seorang kakak pria, yang tampak nya tidak ada di ruang rawat Rey saat ini.
"Kalau siang Saya dan terkadang Aghnia juga ikut menemani Saya menjaga Rey. Kalau malam Abang nya Rey atau Ricko yang menjaga nya" Jawab Bu Laras.
Bu Rahma dan Bu Prita hanya menganggukkan kepala nya menanggapi jawaban Bu Laras.
"Sebentar ya Bu" Bu Laras pamit kepada kedua guru Rey untuk menghampiri Aghnia yang tengah bercanda dengan Meta. Sementara Ricko dan Bisma kini tengah berbincang-bincang dengan Rey setelah Ricko nekat membangunkan sahabat nya itu.
"Neng, tolong kabari Aa untuk membawakan suguhan buat tamu."
"Sudah Neng kabari Bunda. Aa nya sudah di parkiran"
Aghnia memang sudahmengabarkan kepada Julian untuk membawakan pesanan yang sudah Aghnia pesankan saat menuju rumah sakit. Dan beberapa saat yang lalu Julian baru saja mengabarkan kalau suda berada di parkiran.
"Terima kasih sayang"
Aghni tersenyum membalas ucapan Bu Laras yang juga mengusap lembut pucuk kepala Aghnia.
Ceklek
"Assalamu'alaikum"
Pintu ruang rawat Rey pun terbuka, dan menampakkan Julian yang mengenakan kemeja biru laut yang di gulung sebatas siku hingga membuat nya terlihat semakin tampan.
Dan tentu saja hal itu terlihat oleh Bu Prita yang langsung mengalihkan pandangan nya ketika mendengar suara bariton seorang pria membuka pintu ruang perawatan Rey.
Kedua bola mata Bu Prita menatap kagum kepada Julian yang memasuki ruang rawat Rey dan hal itu pun terlihat oleh Aghnia dan juga Meta yang kini tengah tertawa kecil meledek Aghnia.
"MasyaAllah ganteng nya suami orang"
Aghnia kembali menepuk lengan Meta karena memuji Julian yang tengah menghampiri mereka.
"Liat tuh mupeng nya Bu Prita" Bisik Meta memaksa Aghnia melirik Bu Prita yang masih terus memperhatikan Julian tanpa berkedip membuat sisi posesif Aghnia pun meronta.