
Selir An bersumpah jika tempat yang saat ini mereka datangi merupakan tempat yang selalu di rahasiakan oleh pangeran anzi , namun selir An tahu .
" Ruangan ini tidak boleh di dekati bahkan aku sudah curiga jika Chu Xia pasti ada disini ". Kata selir An .
" Lalu dimana pintu menuju lantai atas ." tanya kaisar Qi .
" Itu yang tidak aku ketahui ." jawab selir An .
Kaisar Qi menghamburkan pandangannya ke setiap sudut ruangan itu , kali ini dia menggunakan instingnya dengan mendekati sebuah tembok yang bentuknya agak lain meski terlihat sama seperti lainnya .
Kaisar Qi melebarkan telapak tangannya untuk menyentuh dinding tersebut dan benar saja jika dinding tersebut terbuka .
" Hah !! yang mulia , ada pintu ". Kata sang Zi .
Kaisar Qi segera memasuki pintu tersebut dan menaiki anak tangga menuju lantai atas .
" Meisi !!". Teriak kaisar Qi .
Meisi sudah terkujur lemas dan tak berdaya karena sejak tadi bergerak - gerak bagaikan seekor ular namun tidak ada yang mendengarnya .
Mulut Meisi di tutupi dengan kain sehingga tidak bisa berteriak meminta tolong .
Pandangan kaisar Qi begitu terkejut kala mendapati sosok wanitanya yang bergeletak di lantai .
" Meisi ". kata kaisar Qi , yang segera menggendong Meisi dan melepaskan penutup mulutnya .
" Hah , yu Qin ?". sapa Meisi dengan air mata yang bercucuran .
Sang Zi menarik wubai agar memposisikan diri tidak menggangu pasangan yang sedang di mabuk rindu .
" Kau memanggilku apa ". Kata Kaisar Qi.
" Lepaskan tubuhku dulu , pangeran ketujuh mengunci pusat syarafku ". pinta Meisi pada kaisar Qi.
Begitu tubuh Meisi terlepas dari penguncian , tangannya langsung meraih tubuh kaisar Qi untuk memeluknya dengan erat.
" Fang Yu Qin , aku merindukanmu . Rasanya seperti sangat lama tidak berjumpa denganmu , tolong jangan jauh dariku lagi aku tidak mau di pisahkan lagi hikss . ." Gumam Meisi .
" Aku , xiaxia ? Maafkan aku ." lirih kaisar Qi .
Meisi menenggelamkan kepalanya ke dada kaisar Qi .
" Kita pergi darisini ya , kau pasti sudah lapar ayo ikut aku ke istana ." ajak kaisar Qi .
" Tunggu sebentar , istana ? Jadi apakah benar jika kau ---- ." Mulai menebak .
*Istana*
Kini Meisi sudah kembali ke istana dengan selamat , kaisar Qi merasa gugup ketika akan bertemu dengan meisi yang sudah kembali dalam ingatan masa lalu .
ya , Meisi sudah mengingat kembali jika dirinya adalah Chu Xia Putri bangsawan Chu.
Ini adalah pertama kali kaisar Qi menemui wanita yang paling di cintainya dengan posisi pemimpin negara .
Selir Yang menangis karena kemungkinan nasibnya tidak akan jauh berbeda dengan selir An atau Putri anxing .
" Apakah linxi sudah pergi meninggalkan aku ? berapa banyak yang pergi meninggalkan aku kala itu , aku telah melewatkan begitu banyak hal ". Gumam Chu Xia.
" Kau berbicara dengan siapa ?." Ucap kaisar dari arah pintu masuk kamar yang di tempati Chu Xia .
" Yu Qin , ahh maksutku yang mulia kaisar ." Ucap Chu Xia gugup .
" Apapun panggilannya yang terpenting orangnya masih sama , dan pastinya juga rasanya ". Goda kaisar Qi.
" Rasa apa ? Ternyata kau tetap sama seperti dulu , padahal sekarang kau sudah menjadi pemimpin negara ini ". Kata Chu Xia.
" Ada hal yang ingin aku katakan padamu ". Kata kaisar Qi dengan serius .
" Apa itu ?". Mulai penasaran .
" Kau adalah istriku , bahkan bangsawan Chu yang telah meresmikan pernikahan kita ". Jelas Kaisar Qi .
" Namun waktu itu aku adalah Meisi , bukan Chu Xia maka seharusnya tidak sama ". Beo Chu Xia .
" Lalu , pertanda apa itu ?".
" Entahlah , tiba - tiba aku tidak bisa berkata - kata lagi ". Jawaban Chu Xia membuat Kaisar Qi merasa gemas .
" Kau tahu , selama ini aku harus begitu bersabar untuk menunggumu seperti ini . Sekarang aku sudah di depanmu ." kata Kaisar Qi .
" Sejak tadi kau di depanku , lalu apa yang salah ". gurau Chu Xia .
" Tidak ada yang salah ". Kaisar Qi langsung menyambar tubuh Chu Xia dan memeluknya dengan erat .
" Kira - kira apa posisiku di istana ini ". Tanya Chu Xia .
" Apa perlu di perjelas lagi ". Kata kaisar Qi .
" Itu harus , karena aku tidak ingin di katakan sebagai penggoda ". Gumam Chu Xia .