The Journey of Love

The Journey of Love
Bertemu



Selir An bersumpah jika tempat yang saat ini mereka datangi merupakan tempat yang selalu di rahasiakan oleh pangeran anzi , namun selir An tahu .


" Ruangan ini tidak boleh di dekati bahkan aku sudah curiga jika Chu Xia pasti ada disini ". Kata selir An .


" Lalu dimana pintu menuju lantai atas ." tanya kaisar Qi .


" Itu yang tidak aku ketahui ." jawab selir An .


Kaisar Qi menghamburkan pandangannya ke setiap sudut ruangan itu , kali ini dia menggunakan instingnya dengan mendekati sebuah tembok yang bentuknya agak lain meski terlihat sama seperti lainnya .


Kaisar Qi melebarkan telapak tangannya untuk menyentuh dinding tersebut dan benar saja jika dinding tersebut terbuka .


" Hah !! yang mulia , ada pintu ". Kata sang Zi .


Kaisar Qi segera memasuki pintu tersebut dan menaiki anak tangga menuju lantai atas .


" Meisi !!". Teriak kaisar Qi .


Meisi sudah terkujur lemas dan tak berdaya karena sejak tadi bergerak - gerak bagaikan seekor ular namun tidak ada yang mendengarnya .


Mulut Meisi di tutupi dengan kain sehingga tidak bisa berteriak meminta tolong .


Pandangan kaisar Qi begitu terkejut kala mendapati sosok wanitanya yang bergeletak di lantai .


" Meisi ". kata kaisar Qi , yang segera menggendong Meisi dan melepaskan penutup mulutnya .


" Hah , yu Qin ?". sapa Meisi dengan air mata yang bercucuran .


Sang Zi menarik wubai agar memposisikan diri tidak menggangu pasangan yang sedang di mabuk rindu .


" Kau memanggilku apa ". Kata Kaisar Qi.


" Lepaskan tubuhku dulu , pangeran ketujuh mengunci pusat syarafku ". pinta Meisi pada kaisar Qi.


Begitu tubuh Meisi terlepas dari penguncian , tangannya langsung meraih tubuh kaisar Qi untuk memeluknya dengan erat.


" Fang Yu Qin , aku merindukanmu . Rasanya seperti sangat lama tidak berjumpa denganmu , tolong jangan jauh dariku lagi aku tidak mau di pisahkan lagi hikss . ." Gumam Meisi .


" Aku , xiaxia ? Maafkan aku ." lirih kaisar Qi .


Meisi menenggelamkan kepalanya ke dada kaisar Qi .


" Kita pergi darisini ya , kau pasti sudah lapar ayo ikut aku ke istana ." ajak kaisar Qi .


" Tunggu sebentar , istana ? Jadi apakah benar jika kau ---- ." Mulai menebak .


*Istana*


Kini Meisi sudah kembali ke istana dengan selamat , kaisar Qi merasa gugup ketika akan bertemu dengan meisi yang sudah kembali dalam ingatan masa lalu .


ya , Meisi sudah mengingat kembali jika dirinya adalah Chu Xia Putri bangsawan Chu.


Ini adalah pertama kali kaisar Qi menemui wanita yang paling di cintainya dengan posisi pemimpin negara .


Selir Yang menangis karena kemungkinan nasibnya tidak akan jauh berbeda dengan selir An atau Putri anxing .


" Apakah linxi sudah pergi meninggalkan aku ? berapa banyak yang pergi meninggalkan aku kala itu , aku telah melewatkan begitu banyak hal ". Gumam Chu Xia.


" Kau berbicara dengan siapa ?." Ucap kaisar dari arah pintu masuk kamar yang di tempati Chu Xia .


" Yu Qin , ahh maksutku yang mulia kaisar ." Ucap Chu Xia gugup .


" Apapun panggilannya yang terpenting orangnya masih sama , dan pastinya juga rasanya ". Goda kaisar Qi.


" Rasa apa ? Ternyata kau tetap sama seperti dulu , padahal sekarang kau sudah menjadi pemimpin negara ini ". Kata Chu Xia.


" Ada hal yang ingin aku katakan padamu ". Kata kaisar Qi dengan serius .


" Apa itu ?". Mulai penasaran .


" Kau adalah istriku , bahkan bangsawan Chu yang telah meresmikan pernikahan kita ". Jelas Kaisar Qi .


" Namun waktu itu aku adalah Meisi , bukan Chu Xia maka seharusnya tidak sama ". Beo Chu Xia .


" Lalu , pertanda apa itu ?".


" Entahlah , tiba - tiba aku tidak bisa berkata - kata lagi ". Jawaban Chu Xia membuat Kaisar Qi merasa gemas .


" Kau tahu , selama ini aku harus begitu bersabar untuk menunggumu seperti ini . Sekarang aku sudah di depanmu ." kata Kaisar Qi .


" Sejak tadi kau di depanku , lalu apa yang salah ". gurau Chu Xia .


" Tidak ada yang salah ". Kaisar Qi langsung menyambar tubuh Chu Xia dan memeluknya dengan erat .


" Kira - kira apa posisiku di istana ini ". Tanya Chu Xia .


" Apa perlu di perjelas lagi ". Kata kaisar Qi .


" Itu harus , karena aku tidak ingin di katakan sebagai penggoda ". Gumam Chu Xia .