
Meisi mengikuti semua yang di katakan oleh pangeran anzi , namun tetap saja dia tidak percaya jika keluarganya di bantai oleh kekasihnya .
" Mengapa aku merasa semua ini terasa mengganjal, apa sebenarnya motif pangeran ketujuh ." Gumam Meisi dalam hati .
Seluruh pasukan khusus telah di latih begitu keras , Meisi masih mencari titik kebenaran .
" Kau murid di perguruan ini ." Tanya meisi.
" Benar nona ". Jawab salah satu murid .
" Sudah lama berada disini ."
" Lumayan , mengapa anda berada disini ?". Tanya balik murid itu .
" Hanya ingin berlatih juga karena sepertinya aku merasa jika aku bisa bela diri , maukah kau menemaniku berlatih ." Kata Meisi uang mengajak murid itu .
" Tapi nona , aku takut ."
" Aku yang bertanggung jawab ". Kata Meisi .
Akhirnya pria itu menuruti permintaan Meisi yang berlatih pedang .
" Sebelumnya aku tidak pernah berlatih namun mengapa ketika melihat pedang rasanya ingin sekali memainkannya ." gumam Meisi dalam hati .
*Ting*
*Ting*
*Ting*
Suara dentingan pedang itu mengejutkan bahkan mengundang perhatian seluruh pasukan yang di latih.
" Nona itu sangat hebat dalam memainkan pedang , itu menakjubkan ." puji beberapa pasukan terlatih.
Pangeran anzi bersama pelatih segera melihat yang sedang terjadi .
" Pangeran ? bukankah itu nona Chu Xia , dia begitu menguasai permainan pedang ". Kata pelatih .
" Entahlah , namun dia cukup membanggakan ku . Dia adalah tujuan utamaku , Xiao yi mati maka aku akan tenang bersama dengannya ". Gumam pangeran anzi .
Sementara kasar Qi menemukan titik keberadaan Meisi saat ini dari mata - mata.
" Anzi !! dia menahan meisi disana , tapi ini aneh ." kata kaisar Qi .
" Yang mulia ! sepertinya sedang terjadi sesuatu padanya ". Kata Wubai .
" Kita akan pergi saat ini juga ". Ajak Kaisar Qi .
" Aku tidak bisa membiarkan dia memiliki Meisi , bagaimanapun juga dia adalah hidupku saat ini ." Kata kaisar Qi .
Sang Zi datang dan merasa penasaran dengan obrolan kaisar dengan wubai namun mereka memilih untuk tidak memberitahu .
" Kalian tidak ingin mendengar berita baru rupanya ". Kata sang Zi .
" Tidak ". Jawab kaisar Qi .
" Baiklah yang mulia , namun sungguh sangat di sayangkan jika anda tidak mendengar . Ini tentang nona Chu Xia ". Gumam sang Zi .
Seketika mata kaisar Qi langsung melotot ke arah sang Zi .
" Kau tau dimana dia ?". Kata kaisar , mencekam sang Zi .
" Tadi anda mengatakan tidak ingin tahu berita baru , lalu mengapa sekarang malah memelototiku ". protes sang Zi .
" Tuan sang lebih baik katakan , apa beritanya ." sambung wubai .
" Dia berada di tempat pangeran anzi dan mengingat identitasnya , pengawal bayanganku mengatakan jika pangeran anzi telah menghasutnya untuk membencimu yang mulia ." jelas sang Zi .
*Brak*
Kaisar Qi langsung menendang kursi yang saat ini berada di depannya .
" Anzi !! Sepertinya dia adalah musuh terbesarku saat ini , aku tidak peduli walaupun dia adalah sepupuku maka aku akan membuatnya hilang dari dunia ini agar hidupku dengan meisi tenang ". Kata kaisar Qi .
" Yang mulia , dia bukan Meisi lagi namun nona Chu ". Sang Zi mengingatkan .
" Wubai , kurung selir An !! Jangan sampai dia keluar dari istana ". titah kaisar Qi .
" Baik yang mulia ".
Kaisar Qi tidak sabar lagi untuk menghampiri Chu Xia , sebelumnya dia pergi menemui bangsawan Chu untuk mengatakan keberadaan putrinya .
" Yang mulia , Xiaxia adalah istrimu maka segera jemput dan jangan sampai pangeran anzi menghasutnya lebih lama karena bisa memperburuk hubungan kalian ." ujar bangsawan Chu .
" Besok aku akan menjemputnya ." tegas kaisar Qi .
Segala perlengkapan sudah di persiapkan , sebelum pangeran anzi menyerang maka kaisar Qi lebih berinisiatif menyerang lebih dulu .
Perjalanan cintanya sungguh penuh dengan liku - liku , selama ini dia telah sabar untuk menemani Chu Xia untuk mengingat kembali semua .
Seperti yang telah di katakan oleh sang Zi jika Meisi sudah menjadi Chu Xia karena sudah mengingat kembali .