The Journey of Love

The Journey of Love
Bab 35 Perdebatan



Sudah hampir sebulan setelah acara pergi bersama dengan Rey, Aghnia juga Julian ke taman hiburan.


Dan selama itu pula Meta selalu menghindari Rey yang beberapa kali bertandang kerumah nya atau sengaja mengunjungi Cafe Aghnia dengan alasan mengambil stok kue yang berada di Cafe tersebut untuk Cafe nya.


Setiap Rey ingin bertemu di rumah Meta selalu beralasan sedang ingin istirahat atau kurang enak badan, karena Rey selalu berkunjung ke rumah Meta saat gadis itu libur bekerja.


Dan kalau Rey mengunjungi nya di Cafe, gadis itu selalu menghindari dengan cara pergi untuk beristirahat atau berpura-pura sibuk melayani pengunjung Cafe, hingga membuat Rey tak enak kalau harus mengganggu pekerjaan atau jam istirahat gadis tersebut.


Melihat dan merasakan kalau Meta menghindari nya, membuat Rey pun akhir nya memutuskan untuk menceritakan keluh kesah nya kepada Aghnia sebagai sahabat Meta, dan tentu saja Julian pun ikut mendengarkan cerita Rey tersebut.


"Memang Kamu, serius dengan Meta?" Kepala Rey mengangguk lemah menanggapi pertanyaan Aghnia.


Aghnia menghela nafas pelan. Sejujur nya dia pun merasa bingung dengan sikap Meta hampir sebulan ini yang lebih banyak diam ketika sedang bersama nya.


Aghnia seringkali menanyakan perubahan sikap Meta, namun gadis itu selalu menanggapi nya seolah tak ada yang berubah dengan sikap nya.


Apalagi ketika membahas Rey, Meta akan langsung pamit dan berpura-pura menyambut pengunjung yang datang.


"Kamu bikin suatu hal yang membuat Meta menghindar nggak Rey?"


Helaan nafas Rey terdengar sesaat setelah Julian mengajukan pertanyaan.


"Meta juga seperti nya menghindari Neng, A" Tutur Aghnia dengan nada kecewa.


"Mungkin ada hal yang membuat Meta merasa tidak nyaman atau mungkin ada hal yang dipikirkan oleh nya dan itu menyangkut kalian" Aghnia dan Rey melihat kepada Julian dengan tatapan heran.


"Mungkin Meta masih berpikiran kalau Kamu masih memiliki perasaan kepada Aghnia, sehingga Meta mungkin beranggapan kalau Dia hanya Kamu jadikan pelarian saja"


Pernyataan dengan nada cemburu yang dilayangkan oleh Julian sontak saja membuat Aghnia melayangkan pukulan kecil di bahu kiri Julian dan teriakan kecil Rey sebagai bentuk protes atas ucapan Abang tersebut.


"Astaghfirullahalazim Bang. Jangan nambahin masalah deh"


Rey menghela nafas pelan sebelum melanjutkan ucapan nya.


"Jujur aja Bang, Rey memang sempat menyukai Teh Nia, tapi setelah Meta sering menjadi tameng buat Teh Nia, nggak tau kenapa Rey justru lebih senang mengganggu Teh Nia hanya untuk bisa berdebat dengan Meta. Lagi pula buat apa juga sekarang Rey masih suka Teh Nia. Orang Dia udah jadi istri Abang!".


"Please deh Bang. Percaya sama Rey kalau sekarang nggak ada sedikit pun rasa suka sama Teh Nia!"


Tegas Rey memberikan penjelasan kepada Julian agar Julian tidak lagi mencurigai nya tentang perasaan nya kepada Aghnia dulu.


"Ya kali aja Kamu masih _"


"Udah A'!" Julian tak jadi melanjutkan ucapannya ketika Aghnia melayangkan teguran kepada nya.


"Nggak usah di bahas lagi tentang perasaan Rey dulu kepada Neng. Sekarang Neng adalah Kakak ipar nya Rey. Neng nggak mau kalau Bunda denger ucapan Kakak kaya gitu lagi"


Ucapan Rey sontak saja membuat kedua bola mata Julian menatap tajam Aghnia yang duduk disamping nya.


"Ya ampun Rey, kamu mah bikin masalah baru!"


Rey tertawa lalu segera beranjak pergi meninggalkan Aghnia dan Julian.


"Dasar bucin" Gumam Rey meninggalkan pasangan halal yang seperti nya akan terjadi perang kecil akibat ucapan nya.


"Jelasin sama Aa!" Aghnia menghela nafas kecil seraya melihat dengan dongkol kearah Rey yang sudah berlalu.


"Apa yang harus di jelasin sih A'. Kan Aa sendiri yang melarang Neng untuk tidak memberitahukan pernikahan kita karena Neng mengambil beasiswa, padahal dari pihak kampus sendiri tidak ada poin yang menuliskan larangan bagi mahasiswi penerima beasiswa itu sudah menikah. Lalu sekarang Aa mau menyalahkan Neng?". Tutur Aghnia dengan nada kecewa kepada Julian.


"Neng tahu batasan mengenai wanita yang sudah menikah, Neng juga sudah menggunakan hijab sebagai benteng agar tidak di dekati oleh pria lain. Neng juga membatasi pergaulan Neng dengan para pria di kampus dan sekitar Eneng." Jelas Aghnia yang tanpa di sadari nya mulai menangis kecil.


"Apa semua itu masih kurang buat Aa. Apa yang Rey ucapkan memang benar, dan Neng sudah memberikan penjelasan juga penolakan kepada mereka dengan mengatakan kalau Neng sudah terikat dengan Aa." Aghnia menyusut air mata nya yang mulai mengalir.


Wanita itu menarik tangan nya saat Julian akan menyentuh nya.


"Apa akan menjadi salah Eneng, kalau mereka masih terus penasaran dengan Eneng?. Kalau memang hal itu membuat Aa marah dan tidak senang, lebih baik Eneng nggak usah melanjutkan kuliah!".


Ucapan Aghnia langsung membuat Julian panik karena secara tidak langsung sikap posesif nya terhadap Aghnia sudah membuat Aghnia tidak nyaman bahkan memutuskan untuk berhenti kuliah agar Julian tidak mencemburui nya.


"Maksud Aa bukan begitu Neng."


"Neng cape kalau Aa selalu mencurigai Neng seperti ini. Neng sudah berkali-kali bilang ke Aa kalau Neng tahu batasan yang harus Neng jaga di luar karena status Neng yang sudah menikah A!"


Julian sangat terkejut mendengar ucapan Aghnia dengan nada yang cukup tinggi padahal biasa nya wanita itu selalu merendahkan nada bicara nya saat berbicara dengan nya dalam situasi apapun.


"Aa selalu saja mencurigai Neng kalau di luaran sana, tapi apa Neng pernah mencurigai Aa ketika Aa berada di luaran sana?" Pertanyaan Aghnia kembali membuat Julian terkejut lalu menatap kearah Aghnia yang tengah menatap nya dengan wajah sendu.


"Neng mencurigai Aa?" Pertanyaan yang dilontarkan Julian sontak saja membuat Aghnia menerbitkan senyuman miring yang sangat kecil.


"Apa yang membuat Aa berpikir kalau Neng mencurigai Aa?" Julian menghela nafas pelan.


Perbincangan dengan Aghnia memang seringkali berputar saja, karena Aghnia adalah tipe wanita yang akan mencari kebenaran dari pembicaraan dengan pertanyaan yang terkadang terkesan berbelit-belit dan akhir nya memaksa orang yang menjadi lawan bicara nya itu berkata jujur dengan sendiri nya.


"Jujur apa yang membuat Neng curiga terhadap Aa?. Aa nggak pernah menyimpan ataupun memiliki perasaan terhadap wanita lain selain Neng!"


Aghnia kembali tersenyum miring kecil yang seolah tengah mengejek Julian dengan apa yang diucapkan oleh pria tersebut.


"Benar Aa mau tau apa yang Neng curiga tentang Aa saat Aa di luar pengawas Neng dan saat berkumpul dengan teman-teman komunitas Aa?.