The Journey of Love

The Journey of Love
Bab 28 Latihan Sah



Seulas senyuman di wajah Bu Rahma membuat Rey dan Meta mengernyitkan kening mereka menatap sang guru yang tengah memperhatikan penampilan mereka secara bergantian.


Hingga ucapan Bu Rahma membuat Rey mengulaskan senyuman kecil dan Meta terpekik kencang.


"Bu Shanum. Rey dan Meta yang akan menjadi Raja dan Ratu"


"Yee..." Aghnia bertepuk tangan dengan kencang di susul suitan menggoda dari para anggota genk Rey kepada Rey dan juga Meta, hingga membuat ruangan pun langsung ramai penuh dengan tawa.


"Hitung hitung latihan menuju halal Rey!" Ucapan usil Ricko sontak saja di Aamiin kan para murid dan guru yang berada di dalam kelas.


Apalagi Aghnia wanita muda itu bahkan mengAmiinkan ucapan Ricko dengan lantang lengkap dengan mengusap wajah nya menggunakan kedua belah telapak tangan nya.


"Gaekeun Ta. Kakak Ipar nya Rey udah setuju tuh!" Ucap Ricko dengan lantang. Dan langsung membuat yang mendengar ucapan lantang Ricko itu terdiam membuat suasana ruangan pun menjadi senyap.


Plak


"Aduh"


Ricko mengaduh ketika Rey memukul kencang bahu kanan nya setelah keceplosan berucap.


"Ember Lo!" Gumam Rey menatap tajam Ricko yang tengah cengar cengir di hadapan nya.


Keheningan ruangan terpecahkan kala terdengar suara pintu ruangan yang memang sengaja terbuka karena masih menunggu beberapa murid wisuda yang belum datang.


Tok Tok Tok


Sosok Julian yang tengah berdiri di depan pintu sebagai orang yang mengetuk pintu ruangan pun sontak membuat pandangan seisi ruangan teralihkan kepada Aghnia dan juga Julian secara bergantian.


"Waduh udah kangen ya sama Neng nya?" Pertanyaan Bu Rahma kepada Julian membuat Julian tersenyum kecil.


Seminggu sebelum kelulusan Julian memang sudah memberitahukan kepada pihak sekolah Aghnia tentang pernikahan nya dengan Aghnia, sekaligus memberikan undangan resepsi pernikahan kepada pihak sekolah terkhusus Bu Rahma selalu wali kelas Aghnia.


"Lho Kamu sama Meta ngapain Dek?" Pertanyaan yang di lontakan Julian berhasil mengembalikan suasana ruangan kembali ke keadaan semula dengan Rey dan Meta yang di daulat menjadi Raja dan Ratu dadakan para murid wisuda.


"Mereka jadi Raja dan Ratu Bang" Ricko kembali berucap.


"Wow. Keren. Kapan lagi ngeliat mereka kaya gini." Tanpa sungkan Julian langsung memotret Rey dan Meta yang saat ini sedang di sejajarkan berdiri nya oleh Bu Rahma.


"Kok baju kalian couplean?. Wah definisi jodoh ini mah" Ucapan Julian sontak membuat suasana ruangan pun menjadi penuh tawa, dan hanya Meta saja yang menekuk wajah nya apalagi ketika Bu Rahma meminta nya memegang lengan kiri Rey.


"Nggak mau ah Bu. Bukan Mahram" Tolak Meta.


"Ya sudah nggak usah ngapit lengan Rey. Kamu pegang ujung kemeja Rey aja ya?" Pinta Bu Rahma.


"Ibu ih. Yang lain aja deh jangan Saya. Tuh ada Clara kan Dia yang udah mau jadi Ratu nya. Apalagi kalau Kak Rey yang jadi Raja nya. Jangankan Clara, Bianca sama Sandra juga ikhlas ko jadi Ratu wisuda"


"Aduh. Bu Shanum sakit tau!"


Ucapan panjang berisikan penolakan Meta membuat Bu Shanum guru yang terkenal paling ramah dan sabar itu pun menghadiahkan Meta sebuah pukulan di lengan kanan Meta dengan gemas.


"Senyum Meta. Kalau sampai nanti pas lahir anak Ibu ileran, Ibu bakal salahin Kamu!" Ucapan tegas Bu Shanum langsung membuat Meta pun menyunggingkan senyuman manis nya kepada sang guru favorit nya itu.


"MasyaAllah, Kalian serasi banget. Bu Rahma Ayo kita foto dulu sebelum mereka keluar ruangan!"


Tanpa menunggu lagi Bu Rahma pun segera berdiri di samping Rey dan tanpa komando Julian pun menjadi juru foto dadakan nya.


"Gantian" Rengek Aghnia setelah acara foto Bu Rahma dan Bu Shanum selesai.


"Sini Bang, biar Ricko yang fotoin" Dengan sigap Ricko langsung mengambil HP berlogo apel di gigit milik Julian.


Aghnia berdiri di samping Meta dengan mengaitkan kedua tangan nya di lengan kiri Meta. Sementara Julian berdiri di samping Rey dengan tangan kanan nya merangkul bahu Rey.


"Habis ini langsung menghadap kedua orang tua nya. Nanti Abang sama Bunda dampingi" Bisikan pelan Julian membuat Rey tersenyum kecil.


"Cakep. Udah kaya foto tunangan. Bunda pasti senang banget nih ngeliat yang kaya gini!" Tutur Ricko sambil menyerahkan kembali HP Julian kepada pemilik nya.


"MasyaAllah bagus banget ya A'?" Julian mengangguki ucapan Aghnia.


"Bu Rahma, Bu Shanum acara sudah mau di mulai" Suara seorang guru yang menjadi panitia acara wisuda pun mengalihkan perhatian mereka.


"Yuk mulai berbaris. Yang perempuan di barisan depan, yang laki-laki di bagian belakang." Titah Bu Rahma mulia merapikan barisan para murid nya.


"Maaf Pak Julian, bisa nggak kalau saya minta tolong, agar Pak Julian dan Aghnia yang menjadi pasangan penutup para wisuda?" Pinta Bu Shanum sambil mengusap perut buncit nya.


"Usulan yang bagus Bu. Pasangan di depan calon halal. Pasangan di belakang sudah halal." Ujar Julian yang secara tidak langsung menyetujui permintaan Bu Shanum, membuat Bu Shanum pun senang.


Benar saja ketika Rey dan Meta berjalan berdampingan keluar dari ruangan sebagai Raja dan Ratu wisuda, banyak terdengar suara yang berbisik mengagumi keserasian mereka bahkan ada yang langsung tanpa sungkan menobatkan mereka sebagai The Best Couple Of The Year tahun ini.


Tak hanya penampilan Rey dan Meta yang mengundang perhatian. Julian dan Aghnia yang menjadi pasangan penutup pun menjadi perhatian mereka, apalagi ketika melihat Julian yang sangat memperhatikan Aghnia dengan sesekali membantu Aghnia merapikan kain jarik nya saat wanita nya itu kesulitan berjalan.


"Senyum Ta" Bisik Rey ketika akan memasuki ruangan aula.


"Ini udah senyum Kak" Balas Meta berbisik lalu menyunggingkan senyuman kepada Rey bertepatan dengan Rey yang juga mengalihkan pandangan nya kearah Meta.


Flash


Kedua nya terkejut ketika cahaya blitz kamera mengabadikan kedua nya yang sedang saling bertatapan dan tersenyum.


"Alhamdulillah, berhasil juga mengambil gambar yang langka" Gumam sang juru foto sambil menepuk bahu Rey dan menunjukkan hasil jepretan nya kepada Rey dan Meta.


"Bagus banget Pak Afnan." Puji Rey melihat hasil foto salah seorang guru nya.


"Kalian pasangan yang serasi." Pujian Pak Afnan membuat Rey tertawa kecil dan Meta menunduk malu karena beberapa saat yang lalu, ketika melihat foto hasil jepretan Pak Afnan, dalam hati kecil gadis itu berbisik mengagumi ketampanan Rey saat tersenyum dan menatap nya dengan tatapan yang langsung membuat hati gadis itu berdetak dengan kencang.


"Yuk kita mulai"