
Kedua bola mata Bu Prita menatap kagum kepada Julian yang memasuki ruang rawat Rey dan hal itu pun terlihat oleh Aghnia dan juga Meta yang kini tengah tertawa kecil meledek Aghnia.
"MasyaAllah ganteng nya suami orang" Bisik Meta
Aghnia kembali menepuk lengan Meta karena memuji Julian yang tengah mencium punggung tangan kanan Bu Laras lalu mengangguk pelan kepada kedua guru, dan setelah itu Julian berjalan menghampiri Aghnia.
"Liat tuh mupeng nya Bu Prita" Bisik Meta memaksa Aghnia melirik Bu Prita yang masih terus memperhatikan Julian tanpa berkedip membuat sisi posesif Aghnia pun meronta.
"Pasti nanti pas Kak Julian kasih minuman Dia yang bakal bantuin" Meta sampai tertawa kecil melihat wajah Aghnia yang mulai tak bersahabat melihat kearah Bu Prita yang masih tak melepaskan pandangan kearah Julian yang menghampiri Aghnia.
"Assalamu'alaikum Neng Sayang" Senyum Aghia terukir walaupun kata sayang di ucapkan pelan oleh Julian dan hanya terdengar oleh Aghnia dan Meta.
Meta memutar malas kedua bola mata nya mendengar Julian mengucapkan kata sayang kepada Aghnia, namun senyuman usil kembali menghiasi wajah Meta ketika dengan sengaja turut membalas salam Julian.
"Waalaikumsalam Aa" Aghnia mendelikkan kedua bola mata nya kepada Meta karena itu membalas salam Julian berbarengan dengan nya.
"Membalas salam itu wajib hukum nya Neng. Lagi pula Gue kan cewe masih bisa juga di panggil Neng pakai sayang" Julian tertawa kecil melihat Aghnia yang kini memasang wajah kesal karena ucapan Meta.
"Jangan ngambek Sayang" Aghnia mencium punggung tangan kanan Julian dengan takzim. Tangan kanan nya langsung memukul tangan Meta ketika dengan sengaja gadis itu ingin mencium punggung tangan Julian.
"Bukan mahram" Gerutu Aghnia. padahal Julian sendiri juga sudah menarik tangan nya ketika Meta ingin menyentuh telapak tangan nya Julian dan memilih mengusap lembut pucuk kepala Aghnia.
"Cih posesif" Gerutu Meta menggoda Aghnia.
"Biarin nggak liat udah label halal nya?" Tutur Aghnia menunjukkan jari manis kanan nya dan Julian yang sudah melingkar cincin pasangan.
Meta kembali memutar malas kedua bola mata nya menggoda Aghnia agar semakin kesal.
"Udah.Ini tolong di antarkan ke guru kalian dan juga teman kalian. Aa nggak bisa lama-lama ninggalin Cafe"
Aghnia dan Meta menerima pesanan yang Julian berikan. Meta mengambil pesanan untuk Ricko dan Bisma sementara Aghnia akan memberikan pesanan kepada Bu Rahma dan Bu Prita.
"Nggak enak atuh kalau Aa nggak nemuin guru dulu" Julian mengangguk pelan lalu mengikuti Aghnia yang berjalan menghampiri kedua guru Rey.
"Ini Kakak nya Rey." Bu Laras memperkenalkan Julian kepada kedua guru anak dan juga menantu nya itu.
Julian menganggukan kepala nya seraya mengatupkan kedua telapak tangan nya ketika Bu Prita mengulurkan tangan kanan nya kepada Julian membuat Aghnia yang tengah menyuguhkan minuman dan kue itu pun mencembikkan bibier nya kesal.
Julian pun mendudukan tubuh nya di samping Bu Laras. Ketika Aghnia hendak beranjak setelah selesai menyuguhkan makanan dan minuman untuk guru nya.
Julian menahan kepergian Aghnia. Apalagi ketika melihat Meta yaang terlihat tengah berdebat dengan Rey membuat Julian menahan Aghnia untuk kembali ketempat nya semula. Agar tidak menganggu Tom N Jerry itu bertengkar.
Biarlah Ricko yang menjadi penegah nya atau mungkin Ricko pula lah yang akan menjadi provokator nya?. Entah lah Julian sendiri tidak mau pusing dengan tingkah Rey dan Meta yang kalau bertemu pasti selalu berdebat.
Dan jadilah Aghnia duduk di tengah Bu Laras dan Julian, setelah pria itu menggeser duduk nya ke pinggir sofa.
"Silahkan di icip Bu. Ini semua nya dari Cafe nya Kakak nya Rey." Ucap Bu Laras menawarkan kepada tamu nya untuk mencoba menu yang di bawakan Julian tadi.
"Wah hebat ya. Kakak nya Rey punya Cafe?. Kalau boleh tau nama Cafe nya apa ya?" Tanya Bu Prita seraya mencicipi minuman yang di sajikan.
"Cafe Pelangi Bu" Julian menjawab dengan singkat.
"Wah hebat ya. Mas nya masih muda tapi sudah punya Cafe sendiri. Kalau nggak salah Cafe Pelangi punya beberapa cabang ya Mas?"
Julian memgangguk menjawab pertanyaan Bu Prita. Sejati nya Julian agak risih ketika Bu Prita mengubah panggilan Pak menjadi Mas, belum lagi ketika melirik ke arah Aghnia gadis itu terlihat tengah memasang wajah jutek nya saat bertemu pandang dengan nya.
"Kalau begitu, boleh dong kalau saya mampir je Cafe nya Mas?". Ucap Bu Prita dengan nada menggoda membuat Julian semakin risih.
"Pak!"
Bu Prita tersentak mendengar kata Pak keluar dari mulut Julian. Bu Rahma dan Bu Laras tampak mengelum senyuman. Sementara Aghnia tengah menahan tawa kecil nya dengan berpura-pura minum.
"Saya kurang nyaman dengan panggilan Mas, dai orang yang kurang dekat" Bu Rahma nyaris tersedak saat menahan tawa nya mendengar ucapan tegas Julian.
"Hanya istri Saya saja yang boleh memanggil Mas!" Sentak Julian seolah menegaskan dan tak memberikan celah kepada Bu Prita untuk menggoda nya.
"Oh maaf" Bu Prita berucap lirih sekaligus menahan malu karena belum juga mulai tebar pesona sudah di tolak. Bahkan langsung di bentak hanya karena panggilan nya yang sok akrab.
"Bunda Abang. Balik ke Cafe dulu ya. Nggak enak ninggalin terlalu lama" Bu Laras menganggukan kepala nya. Julian pun segera mencium punggung tangan kanan Bu Laras.
"Neng mau ikut Aa ke Cafe juga?" Bola mata Bu Prita membulat tak percaya mendengar nada bicara Julian yang sangat lembut kepada Aghnia padahal baru saja Dia menegurnya dengan nada tegas.
"Nanti aja Neng nyusul Aa ke Cafe barengan sama Meta. Katanya Dia mau makan mille crepes"
"Ya sudah, Aa berangkat dulu ya." Aghnia menganggukan kepala nya lalu mencium punggung tangan kanan Julian.
Julian hanya membalas Aghnia dengan mengusap lembut pucuk kepala Aghnia tanpa memberikan ketchupan di kening seperti yang biasa di lakukannya kepada Aghnia.
Julian karena takut kedua guru Aghnia akan curiga dan akhir nya mengetahui kalau status Aghnia kini sudah menikah.
"Saya permisi dulu Bu. Terima kasih atas waktu Ibu untuk menjenguk Rey"
"Iya Pak. Sama-sama. Terima kasih juga atas jamuan." Julian mengangguki ucapan Bu Rahma.
"Sama-sama Ibu. Assalamu'alaikum" Julian pun bangun dari duduk nya dan kemudian langsung berjalan meninggalkan sofa, guna menghampiri Rey sesaat sebelum Dia kembali ke Cafe nya.
"Aghnia tampak dekat dengan Pak Julian?" Tanya Bu Prita penuh selidik.
"Aghnia itu kekasih nya Julian Bu" Jawan Bu Laras membuat kedua bola Bu Prita membulat dengan sempurna.