The Journey of Love

The Journey of Love
Meragukan



Bangsawan Chu berusaha untuk memberikan nasehat padanya agar tidak terjadi kesalahpahaman.


" Ketahuilah jika yang mulia orang yang paling menderita selama ini , Xia Xia kini kau sudah kembali meskipun ingatanmu tidak pilih sepenuhnya . Namun banyak yang harus kau hadapi setelah keluar dari sini , percayalah pada yang mulia ".


Bangsawan Chu menceritakan segala nya pada meisi yang kini telah mengetahui jati dirinya yaitu chu Xia .


" Setelah pergi dari sini maka tetaplah memakai cadarmu dan laksakan tugas selanjutnya ". Kata bangsawan Chu .


" Baik ayah , Xia Xia mengerti ".


Chu Xia masih menggunakan nama Meisi bahkan terlihat masih menutupi cadarnya .


Hari ini tidak sabar untuk bertemu dengan kaisar Qi bahkan terburu - buru untuk menemuinya.


Di sebuah jalan dekat kediaman Chu , meisi bertemu dengan Pangeran anzi .


" Bukankah kau adalah pengawal yang mulia kaisar ". Kata pangeran anzi .


Meisi mulai mengingat kembali pria yang saat ini sedang menyapanya .


" Benar , namaku Meisi ".


" Akhirnya kita bertemu kembali nona Meisi , apakah masih ingat padaku ". Kata pangeran anzi .


Meisi berpura - pura berpikir agar tidak timbul kecurigaan , padahal dia tahu pria di depannya adalah orang yang harus di waspadai sesuai perintah ayahnya .


" Jangan terlalu di paksakan , jika seperti itu aku akan mengatakannya . bagaimana jika kita pergi ke restoran minxiang ?". Ajak pangeran anzi .


" Maaf , aku ?".


" Ayolah nona Meisi , aku akan mentraktirmu , disana banyak makanan yang lezat ". Kata pangeran anzi .


Tentu saja jika soal makanan , perut Meisi langsung menyahut seakan harus menyetujui ajak pangeran anzi .


" Baiklah , ayo pergi ." kata Meisi .


Pangeran anzi merasa bahagia karena telah berhasil membujuk wanita yang saat ini bersamanya.


Kaisar Qi mendapatkan informasi jika Meisi dan pangeran anzi berada di restoran minxiang bahkan menikmati makanan berdua dengan gembira .


" Yang mulia , ada apa denganmu ? ". Kata Sang Zi .


" Tidak perlu bertingkah bodoh , bukankah kau mengetahui segalanya ". Kata Kaisar Qi.


" Kau ! ". Kaisar Qi geram.


" Tuang sang jangan memancing emosi yang mulia lagi ". Ucap wubai .


Kaisar Qi saat ini berada di ambang kekhawatiran mengingat Meisi belum juga kembali ke istana .


" Wubai ! Bagaimana apakah orangnya sudah --- ". Belum selesai berbicara ternyata Meisi sudah ada di depannya .


Wubai pun terkejut hingga membuat meisi merasa keheranan.


" Wubai ? kau kenapa ". tanya Meisi .


Wubai yang biasa selalu menjawab bahkan terkesan berbicara ketus kini hanya diam saja namun Meisi sudah mengetahui alasannya.


" Yang mulia aku ingin berbicara ." Kata Meisi yang mengisyaratkan agar hanya dirinya dan kaisar Qi saja.


" Wubai pergilah ". Kata kaisar Qi.


Saat ini kaisar Qi tahu dengan apa yang akan di katakan oleh Meisi bahkan sudah menunggu sejak tadi .


" Yang mulia ? Mengapa tidak mengatakan yang sebenarnya padaku dan ---- ". Kaisar Qi memandang ke arah Meisi.


" Aku tidak ingin ada keraguan sedikitpun di dalam hatimu , saat ini kau sudah mengetahui nya sendiri bukan . Bagaimana perasaanmu ?". tanya kaisar Qi.


" Hanya saja sedikit kecewa , mengapa orang yang bernama fang yu Qin itu kau ?". Kata Meisi.


Seketika pandangan kaisar Qi menjadi sendu dan ada sebuah ketakutan di matanya.


Meisi langsung mendekatinya dengan penuh keberanian menatap kedua matanya .


" Apakah kau tidak mempercayai dirimu sendiri yang mulia ? kau yang selalu tegas dalam memimpin bahkan memiliki strategi rencana yang bagus ternyata memiliki sisi yang lain ." Kata Meisi .


" Aku hanya takut kau tidak mempercayainya".


" Benarkah ? lalu sekarang apakah kau masih berpikir seperti itu ?." semakin dekat bahkan jarak di antara keduanya hanya menyisakan nafas .


Kaisar Qi pun menjadi salah tingkah akibat keberanian yang di lakukan oleh Meisi .


" Jika dulu aku mencintaimu , apakah tidak bertanya kembali bagaimana perasaan saat ini padamu yang mulia ". Liriih Meisi setengah berbisik membuat seluruh tubuh kaisar Qi bergelinjang namun sebisanya menahan dengan pejaman mata .


Tanpa basa - basi lagi Meisi segera mengambil tindakan untuk pertama kalinya menatap kaisar Qi dengan lancang bahkan berani membuatnya seakan tunduk padanya .