The Journey of Love

The Journey of Love
Bab 24 Tom N Jerry



Seminggu setelah sadar dari koma nya Rey pun akhir nya di izinkan untuk pulang. Hal itu tentu saja membuat keluarga Rey senang termasuk Aghnia.


Selama satu bulan terakhir ini baik Rey pun Aghnia sama-sama belajar untuk menerima satu sama lain.


Aghnia belajar untuk memaafkan Rey karena dulu sering membully nya bahkan secara tidak sengaja membuat nya kehilangan sosok Ayah untuk selama nya.


Sedangkan Rey, Dia sudah belajar untuk menghilang perasaan suka nya terhadap gadis yang kini sudah menjadi Kakak ipar nya tersebut.


Namun terkadang sikap Rey yang ceplas ceplos masih tetap sama, apalagi kalau sedang menggoda Abang nya di pagi hari.


"Ehm... Ada yang keramas nih"


Julian menepuk kencang bahu Rey ketika adik nya itu melontarkan candaan kepada nya dan juga Aghnia.


"Tiap hari juga keramas" Balas Julian.


"Wah stok bulanan shampoo harus di tambahin nih Bunda. secara bakal ada yang keramas setiap pagi nih!"


Aghnia memutar malas kedua bola mata nya mendengar ucapan Rey. Adik ipar nya memang sudah tidak membully nya lagi. Namun ucapan nyeleneh nya masih terus ada berkumandang, apalagi ketika menggoda Abang dan Kakak Ipar nya itu.


Siang menjelang sore itu sepulang bersekolah Rey dan Aghnia memutuskan untuk belajar di Cafe Julian, karena Bu Laras sedang pergi ke acara pengajian aqiqah salah seorang rekan mengaji nya.


Tak ingin membuat Julian uring uringan karena pria itu masih berpikir Rey masih mempunyai perasaan terhadap Aghnia, jadilah Rey dan Aghnia memutuskan untuk belajar di Cafe.


Beberapa minggu yang lalu Rey memang mengikuti tes akselerasi untuk mengejar ketinggalan nya dalam pelajaran, dan akhir nya Rey berhasil mengikuti tes akselerasi dan sejak seminggu terakhir ini mulai getol belajar dengan Aghnia sebagai tutor nya.


Selama belajar bersama Aghnia dan Rey suka beradu argumen ketika membahas masalah pelajaran, dan tugas Julian lah yang akan menjadi penegah perbedebatan.


Belum lagi kalau ada tugas yang mereka tidak pahami, maka Julian lah yang akan membantu mereka memberikan penjelasan nya.


Rey yang sebelum kedatangan Aghnia di tengah keluarga selalu di nomor satu kan oleh Ibu dan Kakak nya.


Kini harus bisa menerima kalau keluarga nya juga harus memberikan perhatian yang sama kepada Aghnia.


Apalagi Julian. Setelah Sang Bunda, istri kecil nya itu menjadi prioritas kedua baru setelah itu Rey.


Rey juga sudah mengurangi keluyuran setelah pulang sekolah atau pada malam hari.


Waktu nya kini lebih banyak di pergunakan untuk belajar mengejar ketertinggalan nya di sekolah dan juga membantu mengurus salah satu Cafe Julian yang berada tidak jauh dari sekolah nya.


Julian akan menjadi sangat posesif kepada Aghnia kalau berada dekat Rey. Padahal Rey sudah berulang kali mengatakan kalau perasaan kepada Aghnia sudah mati, dan hilang tak tersisa.


"Astaga Bang. harus gitu Abang ikutan belajar juga sama kita?" Protes Rey siang itu ketika Dia dan Aghnia akan belajar persiapan Ujian Akhir.


"Kenapa?. Kamu keberatan?" Rey memutar malas kedua bola mata nya mendengar ucapan Julian yang duduk manis di samping Aghnia.


"Abang tau kan kalau orang lagi berduaan yang ketiga nya tuh siapa?"


"Tau lah pasti Kamu kan!"


Tawa Aghnia pun pecah mendengar Julian membalas pertanyaan Rey.


"Dasar Bucin" Gerutu Rey.


"Dari pada Kamu Mekcin"


"Ih di kata Rey itu penyedap rasa di katain Mecin"


"Mekcin bukan Mecin!"


"Mana ada Mekcin ada nya Mecin Bang"


Wajah Rey terlihat kebingungan menebak apa yang di maksud oleh Rey.


"Mekcin itu singkatan dari Merana Karena Cinta"


Rey mendengus kesal sementara Julian tertawa bahagia. Tawa Julian langsung terhenti ketika mendapatkan cubitan kecil di pinggang nya oleh Aghnia.


"Cocokkan sama nasib Kamu?" Rey menghela nafas pelan. Seperti nya saat ini karma tengah berlaku kepadanya.


Dulu dia suka sekali membully Aghnia dengan menyindrikan singkatan yang asal di buat nya. Dan kini hal tersebut dialami nya saat ini, dan sayang nya yang membalas nya adalah Kakak nya sendiri, hingga Dia tidak mempunyai nyali untuk membalas ucapan sang kakak.


Aghnia kembali mencubit kecil pinggang Julian. Julian melihat kepada Aghnia yang memberikan kode kepada Julian kalau ucapan nya membuat Rey sedih.


"Abang becanda" Julian pun beranjak dari duduk nya di samping Aghnia setelah sebelum pamit kepada Aghnia, lalu berjalan menghampiri kursi adik nya.


Menepuk pelan bahu sang adik yang masih memasang wajah sedih nya.


"Belajar yang giat, jangan nyusahin Kakak ipar Kamu" Rey kembali mendengus kesal ketika dengan sengaja Rey mengacak-acak rambut nya sebelum beranjak pergi meninggalkan Aghnia dan Rey belajar.


Ditengah ketenangan Aghnia dan Rey dalam mempelajari bahan Ujian Sekolah, sebuah panggilan membuat atensi Rey dan Aghnia menjadi pecah dan melihat kearah asal suara yang berhasil membuat Rey menghela nafas kesal.


Bagaimana tidak sesosok wujud yang selalu merusak mood nya kini tengah berjalan cepat kearah nya dan Aghnia.


Rey yang duduk berhadapan dengan Aghnia membuat sosok yang memanggil Aghnia itu tak melihat wajah Rey. Dan menganggap kalau yang berada di hadapan Aghnia adalah Julian.


"Assalamu'alaikum Mantan Calon Imam"


Aghnia mengulum senyuman nya ketika sosok yang tak lain dan tak bukan itu adalah Meta langsung menyapa Rey tanpa melihat pakaian yang di kenakan Rey.


Ya, postur tubuh Julian dan Rey kalau sedang duduk memang sekilas sama, dan hanya Aghnia juga Bu Laras saja yang mengetahui perbedaan keduanya.


Meta langsung menutup mulut nya dan menatap tak percaya kearah Rey yang tengah menatap kesal atas sapaan Meta.


"Waalaikumsalam, calon Adik Ipar" Aghnia terkekeh geli menjawab salam Meta hingga membuat Meta malu


Meta memang sengaja ingin membuat Aghnia kesal dengan menyapa Julian, namun kini wajah gadis itu tampak merona menahan malu karena langsung mengucapkan salam tanpa melihat siapa yang di ucapkan salam oleh nya.


"Idih ngarep banget!" Gerutu Rey yang membuat Meta pun naik pitam.


"Heleh. Situ kali yang ngarep!" Rey memutar malas kedua bola mata nya mendengar proses Meta.


"Ngapin di situ!" Sergah Rey saat Meta akan mendudukkan tubuh nya di samping Aghnia.


Meta sempat menghentikan gerakan ketika mendengar protesan Rey, namun dengan cuek gadis itu tetap mendudukkan tubuh nya di samping Aghnia.


"Duduk lah. Kak Rey pikir aku lagi mau ngapain?" Rey mendengus kesal karena semangat belajar nya sudah hilang karena kehadiran Meta.


"Ganggu orang belajar tau nggak sih!"


"Heleh bener belajar apa modus?"


Pertanyaan Meta membuat Rey mendelikkan kedua bola mata nya kepada gadis yang terlihat cuek dan santai menanggapi tatapan tajam Rey.


'Kalian ini kalau udah ketemuan udah kaya Tom. Jerry!" Tutur Aghnia meleraikan pertikaian di antara Rey dan Meta.


"Jodoh baru tau rasa kalian" Sontak saja ucapan Aghnia langsung membuat kedua orang itu memanggil nya dengan kencang.


"Aghnia"


Aghnia hanya tertawa melihat wajah Meta dan Rey yang kesal karena ucapan nya.