
Aghnia lagi-lagi menghela nafas nya kesal. Bingung dan tak tahu harus berbuat apalagi kepada sepasang makhluk yang tengah saling berhadapan dan berkecak pinggang di depan nya.
Kedua nya tak pernah memandang dimana mereka berada untuk beradu argumen. Yang pasti nya setiap mereka bertemu aura panas seolah mengitari mereka berdua.
Kali ini mereka bertemu di kantin dan bersamaan ingin memesan menu di kedai yang sama.
Untung saja kantin saat ini tidak terlalu ramai, karena sebagian murid-murid kelas 12 tengah melakukan Ujian Sekolah, sehingga kelas 10 dan 11 di liburkan. Jadi pertikaian mereka hanya di liat oleh beberapa orang yang sudah menyelesaikan Ujian mereka.
Namun tak ayal perdebatan receh sepasang makhluk itu membuat suasana kantin jadi lebih ramai.
Para sahabat Rey hanya menyimak ulah kedua nya yang sudah seperti Tom N Jerry kalau bertemu.
Aghnia yang kesal pun akhirnya terpaksa menarik Meta menjauh dari Rey.
"Kalian ini sebenernya mau makan apa mau berantem sih?. Protes Aghnia karena sejak Rey masuk ke kantin membuat emosi Meta dengan selalu mengekori gadis itu dalam memesan makanan nya.
"Dia duluan yang mulai!" Sentak Meta menunjuk ke arah Rey sedangkan Rey terlihat cuek menghadapi Meta yang tengah kesal di hadapan nya.
"Idih, rajin banget Gue mulai duluan" Sergah Rey tak mau kalah.
"Subhanallah, pengen banget deh getok kalian!" Gerutu Aghnia seraya mengusapi perut nya.
"Getok nya jangan pakai tangan Nia, tapi pakai seperangkat alat sholat dan di bayar TUNAI!" Celoteh Ricko yang mengundang tawa yang melihat pertikaian mereka, namun hal itu justru membuat Meta merajuk kesal.
"Wah boleh juga tuh usulan nya Ric" Meta dan Rey memutar malas kedua bola mata mereka mendengar ucapan Aghnia.
Tiba-tiba Aghnia teringat kalau Rey dulu suka sekali mengejek nya agar Aghnia memperhatikan Rey, namun Aghnia yang cuek tak pernah menanggapi ejekan Rey tersebut.
Hanya Meta yang selalu membalas ejekan yang Rey tujukan kepada Aghnia dengan alasan Aghnia adalah sahabat nya, jadi Rey tidak boleh mengejek nya.
Dan nyata nya Rey yang dulu selalu mengejek Aghnia, memang sengaja mengejek Aghnia karena Rey menyukai Aghnia dan ingin Aghnia memprihatinkan serta mengingatnya dan kemudian jatuh cinta kepada nya.
Namun semua nya tak berjalan sesuai dengan apa yang di inginkan Rey, karena gadis yang diam-diam di sukai nya itu kini telah menjadi Kakak ipar nya.
Kembali kepada Aghnia yang mulai menyadari kalau dulu Rey selalu mengejek nya karena menyukai nya. Apa mungkin hal yang sama pun sedang Rey lakukan kepada Meta, kalau diam-diam Rey mempunyai perasaan terhadap Meta.
Aghnia mengukir senyuman nya lalu melihat kearah Rey dan mantan gadis itu pun segera mengatakan apa yang menjadi kecurigaan nya kepada Rey.
"Kok Aku jadi inget kalau dulu Kak Rey suka ngebully Aku, tapi nggak tau nya Kak Rey diem-diem suka sama Aku. Jangan-jangan_"
Aghnia menggantung ucapan nya lalu melihat Rey yang tiba-tiba kikuk.
"Ngimpi!" Ucap Meta telak lalu menggeser tubuh Rey dan segera memesan makanan yang di ingin di santap nya sebelum melanjutkan ujian selanjutnya.
"Hayo. Bener kan yang Aku bilang. Kalau Kak Rey_"
"Sok tau!" Gerutu Rey tanpa menunggu Aghnia melanjutkan ucapan nya dan berjalan menuju kedai yang lain nya untuk menikmati makanan nya.
Aghnia menggelengkan kepala nya melihat Rey yang pergi meninggalkan nya.
Meta menatap kepergian Rey dengan dengusan kecil lalu beranjak menuju kedai yang sudah di tuju nya sejak masuk kedalam kantin tadi.
"Gue sumpahin jodoh nya Kak Rey lebih rese dari Dia!"
Dan Aghnia pun mengaminkan ucapan Meta seraya bergumam dalam hati nya dengan mengatakan semoga sumpah gadis itu berbalik kepada nya dengan menjadikan nya jodoh rese nya Rey.
Mengkhayalkan hal itu membuat Aghnia tersenyum sambil mmenggelangkan kepala nya tak percaya.
🌹
🌹
🌹
Ujian Akhir Sekolah telah di lewati oleh para murid kelas 12. Hanya tinggal menunggu kelulusan beberapa minggu lagi.
Guna memanfaatkan waktu senggang nya, Aghnia membantu Julian mengurus Cafe yang baru di buka.
Sedangkan Rey diberikan tugas oleh Julian untuk mengawasi dan juga membantu Cafe yang berada di dekat sekolah mereka.
Sedangkan Meta, gadis itu lebih banyak menghabiskan waktu nya di rumah, karena Aghnia selalu menolak ajakan Meta untuk menghabiskan waktu ke mall.
Meta sangat kesepian, karena keseharian nya hanya di habiskan di kasur sambil menikmati drama korea dari laptop nya di sela membantu sang Mama mengurus rumah.
Bosan dengan keseharian nya yang selalu begitu-begitu saja, gadis manis berkulit sawo matang serta berlesung pipi di kiri itu pun akhir nya memutuskan untuk bangkit dari menjadi kaum rebahan dan memutuskan untuk mengunjungi Aghnia atau mungkin Dia akan meminta mantan gadis itu untuk memberikan nya pekerjaan daripada waktu nya di habiskan untuk rebah rimpah saja di rumah.
Setelah pamit kepada Mama nya, Meta pun segera meluncur ke Cafe tempat Rey, karena ketika Dia menghubungi Aghnia tadi, sahabat nya itu saat ini tengah berada di cabang Cafe yang Rey pegang guna menemani Julian yang tengah memeriksa pembukuan Cafe.
Gadis manis itu pun memarkir motor matic pink nya itu tepat di samping motor yang diketahui nya milik Rey.
"Ck. Biarin dah sampingan orang nggak ada tempat lagi!" Gerutu Meta sambil meletakkan helm nya di spion kanan motor nya.
Setelah merapikan kuncir kuda nya gadis itu melangkahkan kaki nya memasuki area cafe yang tampak ramai karena sudah hampir memasuki jam istirahat kantor.
"Nah kebetulan kaleng rombeng dateng!"
Tanpa permisi kepada sang pemilik raga, Rey langsung menarik tangan Meta menuju meja kasir, dan dengan cuek nya langsung memakaikanMeta celemek waiters dan mengikat tali belakang celemek.
"Eh!" Meta yang terkejut hanya bisa terdiam dan mengikuti apa yang Rey lakukan kepada nya.
Tak lupa Rey pun memakaikan Meta topi pelayan Cafe yang selalu di digunakan Rey ke kepala Meta membuat gadis itu terbengong tanpa suara atau pun protes dengan tingkah Rey.
"Nah udah rapi. Lo nganggur kan. Butuh kerjaan?. Daripada bengang bengong, terus gangguin orang yang lagi kerja. Mendingan Lo bantuin Gue!" Ucap Rey seraya memberikan Meta nota pesanan lengkap dengan pulpen kepada gadis yang tengah menatap bingung kepada Rey.
Pyuh
Meta mengerjapkan kedua kelopak mata nya, menyadarkan kembali kesadaran nya kembali ke dunia nyata, ketika pria yang selalu menjadi pemantik kemarahan nya itu meniup lembut kearah mata nya.
Harum nafas mint menyeruak menghampiri penciuman Meta yang berasal dari pria yang kini tengah berada di hadapan nya dengan senyuman mengembang membuat otak Meta pun menjadi oleng mengagumi ketampanan musuh bebuyutannya.