
Meisi merasa jika perasaannya tidak enak , dia teringat pada huli .
" Astaga , huli ? dimana dia ". Kata Meisi .
Dia sudah mencari huli kemana - mana namun tetap tidak menemukannya .
Saat dia pergi ke tempat mengobrol dengan huli , ada sebuah benda yang di timpuk dengan batu .
" Apa ini ?". Kata Meisi .
Meisi mengambil benda itu yang ternyata sebuah tulisan di dalamnya .
* Isi dari tulisan itu *
" Jika anda sudah membaca tulisan ini , itu berarti aku sudah mati nona Chu .
aku mendoakanmu , semoga kisah cintamu dengan yang mulia kaisar Qi berakhir dengan bahagia ."
Membaca tulisan itu , air mata Meisi tidak bisa tertahankan lagi .
Bulir - bulir bening terjatuh dengan sendirinya .
" Huli , maafkanlah aku yang tidak bisa melindungimu ." gumam Meisi .
Di dalam hatinya sudah tidak bisa lagi menahan rasa emosi , meisi segera datang mencari pangeran anzi .
" Pangeran Anzi !! keluarlah !?". Teriak Meisi dengan tegas .
Pangeran anzi sudah tahu bagaimana meisi akan mempertanyakan teman berlatihnya itu.
" Ada apa xiaxia , mengapa kau berteriak padaku !." kata pangeran anzi .
" Mengapa kau seperti ini ? Kau membohongiku , kau pecundang dan kau tidak pantas membunuhnya ." kata Meisi yang mencaci pangeran anzi .
Pangeran anzi mengambil nafas untuk tetap tenang namun Meisi sudah membuatnya sedikit goyah dan langsung mengatakan yang sesungguhnya .
" Dia adalah mata - mata xiao Yi , maka aku tidak bisa membiarkannya berkeliaran disini xiaxia . Maka mengertilah , kau sudah di hasut olehnya ." Jelas pangeran anzi .
" Lalu apa tujuanmu menahanku disini , katakan ". tanya meisi .
" Karena aku adalah tunanganmu . Aku sangat mencintaimu ". Kata pangeran anzi .
" Tapi aku tidak mencintaimu ."
" Xiaxia , aku tau ini sangat sulit untukmu . namun pertunangan kita atas restu kedua orang tua ." gumam Pangeran anzi .
" Tidak , kau salah . Kau pikir aku tidak tahu tujuanmu yang sebenarnya , kau tidak bisa membantahnya lagi . Kau membunuhnya !?". Ketus Meisi .
" Anzi !! Lepaskan aku , kau bajingan . Aku menyumpahimu mati di tangan yu Qin !!." ucap Meisi .
Terik matahari terasa menyengat namun panasnya tidak seperti rasa panasnya hati pangeran anzi yang memikirkan sumpah srapah Meisi .
" Pria sialan itu sudah membawa dampak buruk untuk xiaxia , ini tidak bisa di biarkan . Aku tidak akan pernah menyerah ". Gumam pangeran anzi .
Banyak pasukan yang merasa gerah dan memilih untuk berendam di danau kecil .
Dalam satu gebrakan , sungguh tak menyangka jika pasukan istana datang memblokir tempat yang berdalih perguruan itu .
" Kepung tempat ini di segala penjuru !! Jangan biarkan mereka lepas begitu saja ". Titah wubai pada para pasukan istana .
Pangeran anzi mengumpat dan segera berlari untuk membawa Meisi pergi .
Kaisar Qi tak mau ketinggalan , dia mencari pangeran anzi di segala tempat .
" Anzi !! keluarlah , jangan jadi pengecut kau !! kembalikan istriku !!." teriak kaisar Qi .
Sungguh tidak bisa lagi keluar dari tempat yang sudah terkepung oleh ribuan prajurit istana , Pangeran anzi lebih memilih untuk menantang kaisar Qi .
" Sial , sudah tidak bisa lagi keluar dari sini ." Kata pangeran anzi .
Sepanjang jalan dia membawa tubuh Meisi , tak ingin melepaskan wanita itu maka segera menyembunyikannya sementara agar kaisar Qi tidak menemukan .
Amukan kaisar Qi sudah tidak bisa dihindari lagi , dia membakar habis ruangan yang di periksa olehnya .
" Meisi ?? ". Teriak kaisar Qi.
Pangeran anzi sudah tidak ada pilihan lagi , dengan cepat dia pergi mneghampiri kaisar Qi.
" Kau menghancurkan tempatku , Xiao yi !?". Kecam pangeran Anzi .
Kaisar Qi tersenyum kecut begitu mendapati pangeran anzi .
" Bagus jika kau datang langsung menghadapku !! Dimana istriku ". Tanya kaisar Qi dengan nada emosi.
" Istrimu !! Siapa istrimu ?". berpura - pura bodoh .
" Kau kira aku tidak mengetahuinya , aku akan mengakhiri hidupmu saat ini juga !! karena kaulah penghalang besar di antara kami !! ". Kata kaisar Qi.
" Hahahaha , maka seharusnya itu sebaliknya . Chu Xia adalah tunaganku ". Gumamnya .
" Karena itu Xiao Ceng mengahabisi keluarga bangsawan Chu tanpa berpikir , kau adalah penyebab kematian keluarganya !!". teriak kaisar Qi .