
Keesokan harinya , Meisi terbangun dari ketidaksadarannya .
" Auww dimana ini ? Mengapa aku bisa berada di tempat seperti ini ". Kata Meisi seraya memegang bagian belakang lehernya yang terasa pegal.
Tiba - tiba kaisar Qi datang menghampiri Meisi dengan membawa segala makanan .
" Apakah tidurmu terlalu nyenyak ?." kata kaisar Qi .
" Apa yang terjadi denganku yang mulia , sepertinya tadi malam itu ".
" Tidak perlu membahasnya lagi , sebaiknya makanlah dengan kenyang karena hari ini kita akan kembali ke istana ". ujar Kaisar Qi.
" Ck , sudah menjadi istrinya tapi masih saja menyimpan rahasia ". Meisi mencebikkan mulutnya karena kesal terhadap kaisar Qi.
Sedangkan kaisar Qi hanya geleng - geleng Kapala .
Wubai datang untuk memberitahu keadaan dalam istana bahkan hari ini ada jadwal pertemuan bersama menteri di khususkan agar Kaisar Qi menghadiri .
" Aku pasti akan datang , katakan pada sang Zi jika semua sudah normal ". Kata kaisar Qi .
" Baik yang mulia , hamba permisi ". Ucap wubai .
Lepas kepergian wubai , Kaisar Qi mendekati Meisi bahkan menemani untuk menikmati makanan.
" Meisi , kau adalah istriku . Ingatlah untuk menjaga jarak dengan pria manapun dan berhati - hatilah ". Kata Kaisar Qi .
" Selama aku masih ingat mungkin akan sadar , hehehe ". mencoba membuat kaisar Qi berpikir .
" Sudahlah , kita akan kembali hari ini juga ."
Meisi bersiap untuk kembali namun sepertinya dia melupakan sesuatu jika hari ini adalah pertemuannya dengan teman lama.
" Yang mulia aku , ahh hari ini bolehkah aku pergi sendiri ." kata Meisi .
" Tidak boleh ."
" Yang mulia kau jangan seperti itu , aku harus menyelesaikan tugas ". Kata Meisi .
" Tugas apa lagi , mulai sekarang tugasmu hanya melayaniku saja mengerti . Tugas di luar sudah di pindahkan pada sang Zi ".
" Apa !! Dia , mana mungkin bisa seperti itu yang mulia ". Mulai kesal .
" Meisi menurutlah , ini demi keselamatanmu juga ". Ujar Kaisar Qi.
Ketika sampai di istana , kedatangan Kaisar Qi di sambut oleh semua menteri .
" Yang mulia , hamba Yong Zi ingin melaporkan tentang bencana banjir yang terjadi baru - baru ini . Beberapa kota banyak yang membutuhkan bantuan , mohon untuk melakukan tindakan untuk hal ini yang mulia ." Ujar Menteri Yong .
" Namun , meskipun bencana itu melanda akan tetapi tidak ada korban jiwa ". sambung menteri Li .
" Kota Qianli lebih parah bahkan sudah seharusnya mendapatkan bantuan dari ibukota yang mulia ". sambung menteri Gu.
Kaisar Qi sebenarnya sudah mengetahui semua namun dia ingin melihat bagaimana menterinya mengeluarkan sifat aslinya tanpa di suruh .
Wubai dan Sang Zi langsung bersiap untuk membuktikan mana yang benar dan salah.
" Apakah kalian mengira jika aku duduk di singgasana ini begitu bodoh dan tuli akan hal semacam ini . Sebelum kalian mengeluarkan persepsi , aku sudah mendeteksinya ". Ucap kaisar Qi .
Seketika raut wajah menteri yang hanya beralasan menjadi panik .
" Ampuni hamba yang mulia , hamba tidak kompeten dalam hal seperti ini . Tapi hamba juga tidak bermaksut untuk meremehkan yang mulia ." Ucap menteri jin dengan posisi setengah berdiri .
" Menteri Jin , kau memang benar jika kota Boga merupakan paling dekat dengan bendungan akan tetapi lebih bagus jika melihat langsung bagaimana kondisinya ." kata kaisar Qi .
" Hamba berkenan untuk pergi jika yang mulia memerintahkan ". Kata menteri jin .
" Tidak perlu karena aku sudah mengatasinya sendiri ."
Perkataan kaisar Qi membuat menteri Gu berserta sekutunya menjadi semakin panik pasalnya sudah banyak yang terjadi tanpa sepengetahuannya .
" Menteri Gu jangan panik , karena kota Qianli juga akhir dari sungai utama ." Kata Sang Zi yang mengejutkan .
" Benar , kota Qianli adalah akhir dari sungai utama . Terima kasih sang sudah mempercayai ku ". Kata menteri Gu .
Kaisar Qi tersenyum kecut mendengar pengucapan dari menteri Gu , dari pengamatan yang di lakukan oleh wubai atas semua menteri maka menteri Gu adalah dalang dari semuanya .
Hari ini Kaisar Qi mencari keberadaan Meisi namun tak kunjung menemukannya .
" Dimana dia ? Mengapa tidak ada di kamarnya ". Kaisar Qi mulai khawatir bercampur gelisah .
Wubai melaporkan informasi terkait menteri Gu kepada Kaisar Qi , hal ini membuat suasana hati kaisar Qi semakin tidak baik .
Sang Zi pun datang menghampiri untuk menghibur sang kaisar .
" Yang mulia , lihatlah apa yang sedang aku bawa ini ". Kata Sang Zi .
" Tuan sang jangan membuat yang mulia semakin emosi ". Kata Wubai .
" Hei wubai mana mungkin , lihatlah ini yang mulia . Aku membawa bukti tentang selir An dan pangeran anzi itu ". Ucap sang Zi setengah berbisik.
" Tuan sang , apakah kau bercanda ?". Sahut wubai .
" Untuk apa bercanda , aku bukan anak kecil ".
" Sang Zi , kau mau mengatakan apa !! ." tanya lagi kaisar Qi dengan menekan perkataannya .
" Mereka akan menggerakkan pasukan tersembunyi pada besok menjelang malam yang mulia ." Lirih sang Zi .
Namun perkataannya membuat mata kaisar Qi seketika melotot karena terkejut .