
Kaisar Qi tentu saja menerima berita rumor secara langsung , namun tidak mengeluarkan reaksi apa - apa .
Selir Yang menertawakan tindakan yang telah di lakukan oleh selir An yang tidak berguna bahkan sia - sia .
" Panggil selir yang untuk menghadapku ." Titah kaisar Qi.
Sungguh sangat mengejutkan jika pada hari ini kaisar Qi meminta pengawal istana untuk memanggil selir yang .
Selir An seketika langsung cemburu bahkan tidak percaya dengan apa yang di dengar olehnya .
" Yang mulia ? Hamba sudah datang untuk menghadap ". gumam selir yang.
Tidak ada balasan dari kaisar Qi namun selir yang tidak berhenti untuk berusaha .
" Yang mulia , apakah hari ini memanggilku untuk melayani anda ". mencoba menggoda kaisar Qi.
" Selir yang jawab dengan jujur pertanyaanku , menurutmu bagaimana jika istana ini tanpa selir saja ." Kata Kaisar Qi.
Seketika jantung selir yang seperti ingin copot dari tempatnya akibat mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh kaisar Qi.
" Yang mulia ampuni hamba jika telah berbuat kesalahan , hamba ingin selalu berada di samping anda ." ucap selir yang seraya bersimpuh .
" Aku hanya sekedar bertanya saja , berdirilah". Kaisar Qi membantu selir yang untuk berdiri .
Sentuhan kulit antara selir yang dengan kaisar Qi membuat dada selir yang berdesir dan langsung dengan berani mengambil langkah untuk memeluk tubuh kekar milik kaisar Qi .
Saat itu juga Meisi memasuki kediaman kaisar Qi untuk melaporkan informasi namun malah melihat pemandangan yang cukup romantis .
" Meisi ". Lirih kaisar Qi .
" Hamba tidak melihat apa - apa yang mulia , hanya saja hamba akan menyampaikan informasi penting namun hari ini undur diri dulu . Selir yang maaf mengganggu ". Kata Meisi .
Setelah keluar dari kediaman kaisar , perasaan Meisi langsung bercampur aduk bahkan ingin sekali marah namun dia sadar dengan posisinya saat ini .
" Untuk apa aku marah dan merasa kecewa . Aku sungguh sangat kasihan sekali , hanya seorang wanita yang lupa ingatan yang berharap cintanya ". Gumam Meisi di dalam hatinya .
Sang Zi melihat Meisi sedang melamun entah mengapa sebabnya .
" melamun di tempat seperti ini bisa bahaya ". Kata Sang Zi .
" Ternyata kau ".
" Nona Chu , lama tidak menyapamu . Dulu ketika aku selalu menyapa bahkan menggodamu maka Fang Yu Qin akan menghajarku . Meski kalian di pertemukan kembali sepertinya tidak seperti dahulu ". Kata Sang Zi .
" Saat ini kau pasti berpikir . Sedang apa kaisar dengan selirnya ". Sang Zi mulai memercikkan api .
" Sudah aku bilang , aku sadar dengan batasanku ini ". Ucap Meisi .
" Kau tidak cemburu , dia adalah kekasihmu bahkan rela mengosongkan posisi permaisuri hanya khusus untukmu ". Ungkap sang Zi.
" Konyol , hentikan omong kosong mu itu ".
" Kau jangan berpura - pura lagi , saat ini hatimu bergejolak bahkan kecewa bukan . Nona Chu kupastikan sebentar lagi kau akan dicari olehnya . Tunggu saja ". Kata Sang Zi .
Meisi kembali ke tempat dimana sudah menjadi kebiasaan untuk beristirahat , tiba - tiba tangannya seperti di tarik seseorang .
" Lepaskan ".
Keduanya hampir saja bertarung namun kaisar qi segera menampakkan wajahnya di depan Meisi .
" Bagaimana ? sudah mendapatkan informasi ." tanya kaisar Qi dengan menatap ke arah Meisi .
" Bukankah yang mulia seharusnya bersenang - senang . Mengapa malah kemari". Ucap Meisi dengan nada sedikit menyindir .
Kaisar Qi langsung menarik tangan Meisi hingga tubuhnya terlempar dalam pangkuan kaisar Qi .
" Aku hanya ingin bersenang - senang denganmu saja , bagiamana ?". Godanya .
" Yang mulia jaga batasanmu ". Kecam Meisi .
" Hari ini aku akan meresmikan hubungan kita , karena aku tidak akan membiarkan anzi mendahului ".
Meisi seketika langsung membebaskan diri dari pangkuan kaisar Qi .
" Meresmikan apa ? Sudahlah yang mulia jangan bercanda lagi , aku akan melaporkan hal terkait dengan pangeran anzi ".
Meisi menceritakan dengan detail bagaimana pangeran anzi mengatur pasukan , saat ini Meisi telah berpura - pura untuk mempercayai pangeran anzi karena kecewa terhadap kaisar Qi .
" Kau kira aku membiarkanmu begitu saja , aku akan melakukan hakku terlebih dahulu ". Ucap kaisar Qi yang membuat meisi seketika merinding .
" Yang mulia , kau mau apa ?". tanya Meisi .
Kaisar Qi membawa Meisi ke suatu tempat dan ternyata pergi ke kediaman bangsawan Chu .
" Ayah ". Lirih Meisi memanggil nama bangsawan Chu .