The Journey of Love

The Journey of Love
Bab 30 Insiden



"Kalau belum mapan Rey masih boleh kan Om, tiap malam minggu main ke rumah Om?"


"Kata nya mau ta'aruf dulu?" Goda Mama Tata membuat Rey menggulum senyuman nya.


"Kalau Om dan Tante nggak keberatan dan Meta bersedia juga Mas Miko ikhlas, InsyaAllah secepatnya Rey akan mengajak Bunda dan Abang berkunjung kerumah Om dan Tante"


"Yakin udah bisa naklukin yang mau di ta'aruf in?" Rey hanya bisa tersenyum kecil menanggapi ucapan Mama Tata.


"InsyaAllah Tante. Om dan Tante doa in ya". Papa Ahmad dan Mama Tata pun meng Aamin kan ucapan Rey.


Sementara itu terjadi pertikaian kecil di booth antara Meta dan Clara. Clara masih tidak terima ketika posisi nya sebagai Ratu wisudawati di gantikan oleh Meta, padahal sebelum nya Clara keberatan menjadi Ratu Wisudawati ketika Reza menjadi Raja Wisudawan yang kemudian posisi nya di gantikan oleh Rey karena Reza berhalangan hadir.


"Sok kecakepan Lo!" Sentak Clara kepada Meta yang terlihat biasa saja menanggapi sentakan Clara.


Meta dan beberapa teman wanita sekelas nya berniat mengabaikan Clara dengan meninggalkan Clara dan beberapa orang teman wanita nya.


"Mau kemana Lo!" Clara menarik paksa tangan kiri Meta hingga membuat Meta nyaris terjatuh.


"Apaan sih Lo!" Bentak Meta tak terima yang lalu berdiri berhadapan dengan Clara.


"Lo yang apaan?."


"Nggak jelas Lo jadi cewe. Lo mau protes, sana protes sama Bu Rahma atau Bu Sha. Mereka yang minta Gue buat jadi pasangan Kak Rey!"


"Lagian kan Elo udah nolak jadi Ratu pas Reza yang jadi Raja nya. Terus salah Gue di mana kalau Gue jadi Ratu nya?" Salah Meta kesal.


"Kenapa Lo nggak nolak permintaan Bu Rahma dan Bu Sha?" Bela Clara tak mau kalah.


"Lo budeg ape be**?. Yang laen juga denger kale kalau Gue udah nolak permintaan Bu Rahma. Kalau Bu Sha nggak bawa kehamilan nya Gue juga ogah jadi Ratu Wisudawati!" Bentak Meta kesal.


"Lagian juga belum tentu Kak Rey mau jadi Raja Wisudawan kalau Elo yang jadi Ratu Wisudawati nya" Ejekan Meta membuat Clara pun meradang, dan langsung menerjang Meta.


Namun ternyata gerakan Clara kalah cepat dengan gerakan Meta yang langsung menghindar dari terjangan Clara dengan bergerak ke kiri tubuh Clara, hingga membuat tubuh Clara yang tak seimbang pun tersungkur kedepan mengenai booth foto.


Beruntung Clara tidak sampai jatuh tersungkur hingga mencium keramik, hanya menyenggol booth hingga membuat karangan bunga di sekitar booth foto sedikit bergeser.


Dan untung nya lagi, pada saat kejadian hanya ada kelompok Clara dan Meta bersama teman sekelas nya sehingga kejadian tersebut tidak mengundang perhatian yang lain nya.


"Ups. Hati-hati sista, kita lagi pakai kebaya lho, jadi jangan asal bergerak nanti jatuh malu sendiri lho!" Ujar Meta lalu berjalan meninggalkan Clara yang tengah membenarkan posisi berdiri nya.


"Si Alan!" Clara yang masih tak terima kekalahannya itu kembali bermaksud menyerang Meta dari belakang.


Plak


Meta refleks membalikkan tubuh nya ketika tiba-tiba saja ada orang yang berdiri di belakang nya bahkan tubuh Meta nyaris tersungkur kedepan akibat tubuh orang yang di belakang nya itu mendorong dengan cukup kencang.


Untung saja orang yang berada di belakang Meta dengan sigap menahan tubuh Meta dengan melingkarkan tangan kanan nya di pinggang Meta. membuat posisi Meta di peluk dari belakang oleh orang yang menabrak Meta.


"Aduh" Pekik suara pria yang memeluk Meta dari belakang ketika Meta dengan sengaja menyikut perut bagian kanan pemeluk nya dari belakang itu dan membalikkan tubuh nya dengan cepat.


"Kak Rey" Meta berteriak bertepatan dengan Clara yang langsung menjenggut rambut Rey dengan kedua tangan nya. Clara tak menyadari kalau Rey lah yang di jenggut rambutnya bukan Meta, karena Rey langsung berdiri di belakang Meta ketika tangan Clara hendak menjenggut rambut Meta dari belakang tadi.


"Astaghfirullahalazim Clara!" Meta membentak dan langsung menarik tangan Clara dari kepala Rey. Clara pun akhirnya tersadar kalau yang di jenggut rambut nya itu bukanlah Meta karena gadis itu kini tengah memegang erat kedua tangan nya dan berusaha melepaskan nya dari kepala seseorang yang berhasil membuat Clara terkejut dan langsung melepaskan jenggutan nya dari kepala Rey.


"Astaghfirullahalazim, botak nih kepala Gue!" Bentak Rey meringis sambil mengusap kepala nya yang terasa nyut-nyutan karena di jenggut oleh Clara.


Wajah Clara langsung memerah menahan malu, apalagi saat kejadian itu banyak mata yang melihat nya, dan sontak saja ulah Clara itu pun langsung membuat nya di soraki murid lain nya hingga membuat Clara semakin malu.


Ulah Clara itu pun langsung mendapatkan teguran dari Pak Bayu salah seorang guru yang terkenal tegas. Pria paruh baya itu langsung meminta Clara untuk meminta maaf kepada Rey dan juga Meta karena telah secara sengaja akan menyakiti Meta namun yang terkena imbas nya Rey kerena melindungi Meta dari terjangan Clara.


Jelaslah sakit, orang jelas terlihat Clara menjenggut rambut Rey dengan sekuat tenaga nya, bahkan tadi sempat terlihat beberapa helai rambut Rey tertinggal di tangan Clara akibat rontok di jenggut oleh Clara yang langsung di bersihkan oleh Meta.


Pak Bayu akhirnya membawa Clara keruang guru untuk di berikan sanksi dan teguran yang langsung di sampaikan di hadapan kedua orang tua Clara yang masih berada di sekolah.


Awal nya keluarga Rey dan Meta pun akan di panggil agar Clara langsung meminta maaf kepada keluarga Rey juga Meta, namun karena keluarga Rey dan Meta sudah pulang terlebih dahulu jadilah pihak sekolah hanya memanggil keluarga Clara sementara Rey di suruh oleh Pak Bayu untuk keruang UKS guna melihat apakah ada luka lain akibat ulah Clara.


Meta pun menemani Rey keruang UKS untuk melihat luka bekas jenggutan Clara, dan benar saja ada bekas luka cakaran kuku Clara di kulit kepala Rey yang memerah bahkan mengeluarkan sedikit darah.


Ruang UKS saat itu sepi tak ada yang jaga, namun memang sengaja tidak di kunci karena takut ada yang tiba-tiba memerlukan fasilitas kesehatan.


Untung nya Meta tergabung dalam klub PMR jadi Meta mempunyai akses untuk menggunakan fasilitas UKS dan bisa mengobati Rey saat ini.


"Ststst Sakit Ta" Meta meringis kala melihat wajah Rey yang masih memerah karena kesakitan saat Meta membersihkan bekas luka itu dengan air hangat.


"Nggak usah pakai betadien Ta, sakit!" Rey kembali meringis ketika Meta menotol kepala Rey dengan kapas yang sudah di teteskan Betadine.


"Lagian kenapa Kak Rey berdiri di depan Clara, udah tau Dia mau nyerang!" Rey menghela nafas pelan mendengar ucapan Meta yang ternyata belum sadar menjadi target Clara.


"Iseng aja!" Ujar Rey. "Sakit Meta. Bisa pelan nggak sih ngobatin nya!"