
Kasiar Qi mencoba untuk menenangkan dirinya , selir An datang padanya .
" Yang mulia , apakah ada sedikit waktu untuk kita berbicara ." kata selir An .
" Katakan ".
" Bolehkah aku menjenguk ibu ." gumam selir An .
Kaisar Qi menatap ke arah selir An , dia tidak percaya jika istrinya akan melakukan hal yang tidak bisa di maafkan .
" Di luar sana tidak aman , maka jangan melakukan bepergian kemanapun . Kau adalah istriku maka aku akan menjamin keselamatanmu ". Kata kaisar Qi .
" Tapi aku merindukan ibu yang mulia ".
" Jika kau keluar dari istana maka dengan berat hati terpaksa harus melepaskan gelarmu ". Kata kaisar Qi yang mengejutkan selir An .
Kaisar Qi segera pergi dari hadapan selir An untuk tidak berdebat lagi , dia harus mengatur rencana agar tujuan pangeran anzi tidak berhasil untuk menguasai istana .
Meisi diam - diam menghampiri kaisar qi dan mengejutkannya .
" Meisi !! kau kira aku akan terkejut ". Kata kaisar Qi .
" Ya , yang mulia memang hebat . Aku lihat barusan mengobrol dengan selir An . Sungguh sangat romantis ". Godanya .
Kaisar Qi merasa tidak terima dan segera mendapati tubuh Meisi untuk di peluk .
" Kau sudah berani menggodaku rupanya ".
" Yang mulia , wubai sedang melihat kita ". Kata Meisi .
Seketika wubai berbalik arah dan mengatakan Jika dia tidak melihat keduanya bermesraan .
" Tidak melihat tapi masih bisa mengatakan bermesraan , itu sangat lucu sekali ." gumam Meisi .
" Ada apa wubai ". Tanya kaisar Qi .
" Pangeran anzi sudah mendapatkan prajurit lama yang mulia bahkan melatih mereka ." kata Wubai .
" Baiklah , mari kita bermain - main dengannya ". Ujar kaisar Qi .
" Pangeran anzi melakukan hal sejauh ini. ,apakah karena akan merebut istana atau aku ". gumam Meisi dengan percaya diri .
" Sebelum itu di lakukan maka harusnya saat ini kau ikutlah denganku ." kata kaisar Qi .
Kaisar Qi menarik Meisi dan membawanya ke atas ranjang .
" Ya , aku sudah tidak bisa menahannya . Kau tahu meskipun aku memiliki 2 istri namun tidak pernah melakukan hal yang intim dengan mereka ". Ungkap kaisar Qi .
" Kau saja yang terlalu munafik , untuk apa kau menikahi mereka jika tidak kau sentuh ". tanya meisi .
" Karena dulu aku pernah berjanji pada seseorang , jika yang akan ku sentuh pertama kali ialah orang yang aku cintai ". Kata kaisar Qi .
" Lalu , mengapa kau menarikku kemari dan menaiki ranjang ini ".
" Tidur ". Jawab kaisar Qi .
" Ah , tidur ? Tidak , aku tidak mau tidur disini ". Kata Meisi .
" Kau takut atau ada alasan lain ". Kata kaisar Qi .
" Bukankah kau bilang jika hanya akan menyentuh orang yang kau cintai ".
" Memang aku bilang akan menyentuh mu , kau terlalu percaya diri sekali ." kata kaisar Qi yang mendorong tubuh Meisi dan menghimpitnya .
" Lalu ini apa ".
" Diamlah , biarkan aku tidur di sampingmu ". Kata kaisar Qi .
Jantung Meisi seketika berdetak sangat kencang bahkan nafasnya mulai naik turun .
" Kau kenapa ?". Tanya kaisar Qi .
" Aku -- ahh aku hanya ". Menahan malu .
" Chu Xia , jika kau ingat pada waktu itu maka akan sangat indah untuk kita berdua ". Kata kaisar Qi .
" Waktu apa ? ".
" Dulu kita hampir melakukan hubungan intim karena saking cintanya , untung saja aku bisa menahan rasa nafsuku ". Kata kaisar Qi .
" Bagaimana dengan saat ini ? Apakah kau masih memiliki rasa itu padaku '.
" Iya ".
Keduanya saling berpandangan dengan melempar senyuman , kasiar Qi menangkup wajah Meisi dan segera menautkan bibirnya .
Semakin lama gerakan kaisar Qi semakin nakal bahkan tautan itu berpindah ke jenjang leher .