THE ALEXIS

THE ALEXIS
REALIZE



Kembali ke masa sekarang ...


Alex segera mengambil air dan membasuh wajah, tagan dan kakinya untuk menghilangkan bau tanah pemakaman dari tubuhnya, lalu beranjak menuju ruang kerjanya. Dia mulai menyalakan komputer dengan empat monitor yang ada di ruang rahasia.


Ruangan itu berada di balik ruang kerjanya, dan letaknya sangat tersembunyi. Ata memasuki ruangan tersebut sesaat setelahnya.


“Aku sudah menyelidikinya, seperti yang kau minta. Dan memang benar ada keterkaitan antara Khiara dan Shasha. Mereka berdua adalah saudara sepupu," ujar Ata menjelaskan lalu menyerahkan sebuah berkas pada Alex.


Alex mengusap wajah dengan tangan kirinya. Jadi inilah jawaban dari pertanyaannya selama ini. Khiara memang sengaja datang mencarinya.


Tidak, tepatnya mencari kekasih Shasha. Dia memiliki masalah dengan pria yang memiliki hubungan erat dengan wanita yang bernama Shasha. Kegusarannya selama ini terjawab sudah.


“Alexi ...,” desisnya. Seharusnya Alex menyadari tentang hal ini saat membaca seluruh profil para sahabat Khiara, Vita Dolce. Yah, merekalah Vita Dolce yang selama ini di dengarnya.


Kelalaian seorang Alexander adalah tidak pernah mencari tahu siapa mereka yang memiliki dendam yang sama dengannya.


Berbagai pertanyaan mencuat saat pertama kali dia bertemu dengan Khiara di gunung waktu itu. Dia sangat mengenal wajah cantik itu. Meski kini penampilannya telah berbeda dan wajahnya bertambah cantik karena tulang-tulang wajah yang sedikit lebih tegas, tidak membuat Alex tidak mengenalinya.


Wanita yang telah meninggalkan dirinya empat tahun yang lalu. Susah payah dia kembali mencarinya, dan ternyata wanita itu muncul ke hadapannya dengan sendirinya saat dia tengah menjalankan misi balas dendamnya di Indonesia.


Namun begitu, sikap dan sorot matanya begitu berbeda. Bahkan wanitanya itu mampu melakukannya hal yang sangat berbahaya di depannya. Sungguh sangat bertolak belakang dengan sosok wanita yang Alex kenal sebelumnya.


Dan pertanyaannya terjawab setelah pertemuan kedua mereka. Namun, hal itu justru menyulut amarah dalam dadanya. Karena ada yang menyimpang di sini.


Wanita itu adalah wanita yang sama dengan yang ditemuinya empat tahun silam. Tapi di sini, wanita itu tidak mencarinya, melainkan mencari dirinya yang lain. Dirinya sebagai Alexander Sebastian, kembaran Alex yang tinggal bersama ibunya.


Alex sangat geram karena dia sangat yakin Khiara adalah wanita yang sama. Wanita yang dia selamatkan dari sebuah pemerkosaan. Sebuah nama yang Ata sebutkan, cukup memberikan effect yang sangat besar baginya.


Khiara, sebuah nama yang tidak akan pernah dia lupakan. Sebuah nama yang akan selalu membekas dalam ingatannya.


Dan keyakinannya semakin bertambah saat dia merasakan sentuhan yang sama dengan sentuhan kulit lembut dua setengah tahun silam. Ini memang sangat aneh. Bagaimana bisa selama dua setengah tahun lamanya, dia dapat mengingat sensasi bersentuhan dengan kulit lembut seorang wanita?


Kulit yang seharusnya dimiliki oleh banyak wanita, namun terasa sangat berbeda baginya. Tapi itulah kenyataannya. Dia memang bisa mengenali sensasi tersebut. Sensasi yang belum pernah dia rasakan selain dengan Khiara.


Karena hal itu, berbagai pertanyaan berkecamuk di dalam otaknya. Kenapa wanita yang ditemuinya empat tahun silam mencari seorang Alexander Sebastian? Ada urusan apa dia mencarinya? Dan kapan mereka bertemu?


Dan dengan ini, akhirnya terjawab sudah semuanya. Dua nama yang dia sandang ternyata memiliki dua masalah berbeda dengan seorang wanita yang juga menyandang dua nama.


***