
Hai!! Namaku Siska. Siska Dwi Subroto. Anak dari orang terkaya kedua di negaraku. So, jangan iri ya. Hahahaha.
Kehidupanku serba berkecukupan. Makan minum sudah tersedia. Pengen apapun tinggal beli. Tas,baju, perhiasan, sepatu, pokoknya semua deh. Tapi sayang. Ada yang nggak mampu aku dapatkan. Kasih sayang.
Kedua orang tuaku selalu sibuk. Ya, meski sebulan sekali mereka mengajakku pergi berlibur ke luar negeri. Mereka jarang di rumah. Jadi sejak SMP, aku selalu membawa temanku untuk menginap di rumah. Figa, teman yang sering kuajak nginap di rumah. Dia satu-satunya orang yang betah dengan sifatku setelah kedua orang tuaku.
Saat SMA, aku bertemu dengan Reza. Ya, dulu aku satu sekolah dengannya. Dia adalah kakak kelasku. Dia begitu populer, tapi berhati dingin. Sudah banyak cewek-cewek yang sakit hati karena ditolak oleh Reza. Aku pun begitu. Sudah empat kali aku nembak dia, tapi selalu ditolaknya. Sempat kudengar gosip kalau dia itu homo
Setelah lulus SMA, aku lost kontak dengannya. Barulah 2 tahun ini, aku bertemu dengannya dan dekat. Ya, aku masih menyimpan rasa padanya. Sayangnya dia sudah menikah dan punya anak. Aku pernah bertemu dengannya saat pesta pernikahan kakak kelas,teman Reza.
Istrinya, nggak banget. Cantik sih iya, tapi gendut. Dan dandanannya nggak modis banget. Bisa-bisanya dia dapetin Reza. Bakal kurebut dia. Iya dong, gengsi aku. Aku yang sempurna cantiknya, hartanya. Kalah dengan wanita seperti itu.
Gayung bersambut, saat dia selalu curhat tentang istrinya yang beginilah, begitulah. (Nggak perlu diceritakan ya). Aku menanggapinya. Dan akhirnya sekarang aku jadi selingkuhannya. Nggak apa-apa, bentar lagi juga dia jadi suamiku.
Selama jadi selingkuhannya, begitu menyenangkan. Tapi sayang, dia nggak mau diajak 'itu'. Takut aku hamil katanya.Yah.. jadinya cuma kiss dan raba - raba doang. Nggak banget kan?
####
" Sudah dua tahun selingkuh kok nggak ada kemajuan, Sis" Figa bertanya padaku. Dia merebahkan diri di sofa. Baru saja datang.
"Yah, mau gimana lagi. Sudah berkali-kali kurayu. Hasilnya nihil "
"Dengan yang lain saja bisa, masa sama selingkuhan nggak bisa." Figa mencomot keripik kentang, lalu memakannya. " Jangan-jangan dia nggak serius sama kamu"
"Nggak bakal."
Tetiba saja Figa mencium bibirku. Tangganya meremas payudara ku dengan kasar. Aku mengelak.
"Apaan sih, Ga." tepisku "Jangan disini, dikamar aja. "
Ya. Kami memang selalu begitu. Bukan akunya atau Figa lesbi. Tapi Figa itu hypersex. Dia selalu butuh yang lebih. Dan kalau pacarnya nggak bisa memuaskannya. Akulah yang jadi korban.
Begitu sampai di kamar. Dia langsung melumat bibirku dengan ganas. Aku pun menanggapinya. Yah, kubayangkan saja kalau aku sedang bermain dengan Reza.
Kedua tangannya meremas-remas pantatku. Dia menurunkan celana dalamku. Tanpa permisi, tangannya masuk ke daerah kewanitaanku. Tangan satunya meremas payudaraku.
Jujur, aku terkadang nggak kuat dengan tingkahnya yang seperti itu. Kayak orang kelainan. Tapi enak juga. Ya, mau gimana lagi?
"Gantian dong, Sis" Figa berhenti dari aktivitasnya. Semua pakaian yang melekat ditubuhnya dilepas. Dia telanjang bulat. Merebahkan diri di kasur.
"Jason tadi mainnya nggak seru. Mau kulampiaskan ke Dika, eh, si Reza WA."
Aku tersenyum, "Ok ok aja sih. Tapi ada syaratnya"
"Apa?"
"Bantu aku supaya Reza mau 'itu' sama aku"
"Beres itu mah. "