RUN

RUN
Memandang Bayangan (2)



Hallo, readers. **Ketemu lagi dengan saya. 😘


Mau berbagi pengetahuan dikit ya.


Prada\=Prajurit Dua(prajurit tingkat dua)


Kopda\=Kopral Dua(kopral tingkat dua)


Danton\=Komandan Peleton


Kampret\=kelelawar (bahasa Jawa. Biasanya digunakan untuk ejekan)


Selamat membaca!!


********


"Cari aku, Dek?" Reza memperhatikan Dinda yang celingak-celinguk di sekitar pagar bumi.


Dinda berjalan ke arah Reza. Ia tersenyum. Begitu menawan siapapun yang melihatnya.


"Eh, Dek Dinda. Cari saya dong pastinya?" sambar Budi sembari memelintir kumis lelenya yang baru saja dipelihara Dinda tertawa kecil.


Reza melirik sewot "Dek,dek, sok kenal banget nih, dakocan"


"Saya cari mas Reza kok, Om Budi"


"Oh, kirain cari saya, mau ngajak makan siang bareng. Hehehehe"


Tiba-tiba Bu Budi datang dan memasukkan rumput ke dalam mulut suaminya. "Makan tuh, rumput!!"


"Eh, Bunda. Tumben datang kemari. Naik apa kesini? Hehehe"


Bu Budi melotot,"Naik delman api, kusirnya penjaga kuburan,kudanya liang lahat, rodanya kamar mayat!!!"


"Berarti Bunda malaikat maut, dong... Ihhh, atuutt" Canda Budi dan membuat istrinya semakin berang dan mencak-mencak.


"Ayo kita pindah kesana aja,Dek. Kayaknya bakalan ada perang dunia tiga"


"Aku juga kabur,ah, biar nggak ditunjuk jadi saksi mata" Irfan dan David melesat pergi.


Di lokasi yang agak jauh....


"Kenapa,Dek, nyari aku kemari"


"Itu Mas. Ban motorku bocor, padahal aku mau berangkat kerja,nih, satu jam lagi. Nggak sempat nyari tambal ban. Kalau boleh aku pinjam dulu motornya"


"Oh, begitu. Pakai aja. Kuncinya di laci"


"Makasih, Mas" Dinda melangkah pergi.


Reza memandangi kepergian Dinda. Tanpa sadar Reza tersenyum,ada perasaan bahagia bisa membantu Dinda.


Reza menengok,"*Haduh, orang ini lagi"


*"Iya Pak. tadi itu istri saya" jawab Reza jutek dengan penekanan kata istri.


"Oh" Fajar berlari mengejar Dinda.


"Asem!! Cuma 'oh' doang"


"Hei,Za, kenapa kamu cemberut gitu?" Tanya Dono yang tidak sengaja melewatinya. "Hahahaha, mulutmu koto sulit pitik, Za!!"


Reza menendang tulang kering Dono, "Asem kamu, Don!! Bikin tambah emosi aja"


"Aye,sakit!! Btw, tadi Mbak Dinda nyariin kamu. Udah ketemu?"


" Iya, barusan"


"Terus?"


"Terus apanya?"


"Ya terus kapan kamu cerai, Za? Aku udah ngebet mau nikah,nih! Hehehehe"


Reza kembali menendang tulang kering Dono. Dono balas menendang tapi ditangkas kaki Reza secepat kilat.


"Memang kalau Dinda pisah dari aku,dia bakal mau nerima kamu? Mimpi kali ye!" ejek Reza meski di lubuk hatinya tetap saja ada rasa tak rela.


"Tapi,Reza, banyak yang ngantri jandanya Mbak Dinda,lho! Aku juga. Hehehehe. Kita kan sohib, jadi tolong bantu pendekatan dong sama mantan istrimu"


"Sarap!!! Dia masih istriku!! Enak aja kamu!!"


.Dono menggaruk-garuk kepalanya, "Kenapa sih,kamu, Za? Senewen banget hari ini?"


****


"Hari pertama kerja. Semangat, Dinda!!" Dinda menyemangati diri sendiri. Pantulan diri di cermin panjang yang digantung di dekat meja belajar di kamar Reza. Berkali-kali ia amati dengan seksama. Masih ada rasa tak percaya kalau dirinya bisa mempunyai badan seperti sekarang.


"Dinda, kamu belum berangkat?" Ibu mertuanya muncul di ambang pintu kamar.


"Ini lagi mau berangkat, Bu" Buru-buru Dinda mengambil tasnya dan keluar. Mencium punggung tangan ibu mertuanya. "Bu,titip Dela ya. Nanti jam 11 dia pulang sekolah"


"Iya, nak. Hati-hati di jalan."


"Makasih ya,Bu" Dinda berpamitan tanpa banyak kata lagi.


Motor bebek Reza terparkir di halaman, tadi sempat Dinda keluarkan di halaman untuk dibersihkan sekadarnya supaya tidak terlihat kotor. Paling tidak agak bersih dipandang. Ia duduk di jok motor, menstarter motor hingga beberapa kali.


"Kenapa nggak nyala-nyala, nih, motor? Duh, kenapa tadi tak ku cek waktu membersihkannya" Dinda mengecek indikator motor,"Bensin masih ada tuh".


Ia turun kembali dan memutuskan mengecek manual bensin motor dengan membuka tangki bensin. "Haduuuhh, ternyata bensinnya kosong!! Indikatornya pasti rusak. Gimana sih,Mas Reza, motor sampai habis bensinnya!!Ya udah ah, naik bus aja!"