Ropy

Ropy
Extra 4



Ropy menelpon suaminya dia memberi tahu bahwa Sherly tadi datang ke restonya.


"hallo sayang kenapa bibirmu di tekuk begitu, nantangin papa ya?" tuan Hartawan menggoda istrinya.


"apaan sih pah, pah tadi ada fans beratmu datang ke sini nanyain papa" kata Ropy manyun manja.


"siapa sih sayang? Fans papa yang mana?" tanya tuan Hartawan santai.


"ooh jadi papa fansnya banyak ya, bukan hanya si Sherly ganjen itu?" tanya Ropy kesal.


"bukan gitu sayang, papa malah gak tau julukan fans untuk siapa tadi sebelum mama bilang, karena papa merasa gak punya fans kan papa bukan artis sayang, oh jadi tadi yang ke sana si Sherly ya ampun itu perempuan benar-benar gak tau malu terus aja mengganggu ketenangan orang, papa harus buat pelajaran sama itu mahluk" jawab tuan Hartawan sambil mencium jauh wajah istrinya untuk mengurangi kekesalannya dan terbukti sekarang Ropy tidak manyun lagi.


"kenapa papa berbohong sedang di resto dengan mama, jadi dia datang kesini" kata Ropy.


"papa kira dia tidak akan datang kalau di bilangin lagi bersama keluarga, tapi memang dasar perempuan gak tau malu dia malah langsung datang ke sana. Benar-benar perempuan pengganggu gak punya harga diri" sekarang Hartawan yang kesal dia tidak mau istrinya salah paham kepada dirinya.


"papa harus lebih hati-hati, karena orang yang terobsesi biasanya suka nekat pah. Mama tidak mau dan tidak rela papa jatuh ke pelukan perempuan sundal itu" kata Ropy tegas.


"astagfirullah... Amit-amit deh sayang, papa malah muak dengan perempuan gak tau malu dan sok cantik padahal dia itu wajah plastik dan ber dada palsu. Jauh banget dengan istriku yang cantik alami, papa sangat mencintai mama jadi papa tidak akan tergoda oleh perempuan imitasi" kata Hartawan membuat Ropy tertawa.


"hahaha... Memangnya ada perempuan imitasi pah?" tanya Ropy tertawa ngakak kesalnya sudah pergi entah ke mana.


"ya ada lah contohnya si Sherly itu, sayang kamu tambah cantik sekali kalau sedang tertawa begitu muach" kata tuan Hartawan gemas sambil mencium layar ponselnya.


"pah udah dulu ya, ada pengunjung yang mau transaksi resort" kata Ropy


"iya sayang I love you" kata tuan Hartawan romantis.


"i love you more" jawab Ropy sambil menutup telponnya.


Ropy melanjutkan pekerjaannya dengan senang hati karena sudah mendapatkan moodboster dari suaminya, dengat penuh semangat dia menjalani pekerjaan rutinnya.


Tuan Hartawan juga lebih semangat bekerjanya karena sudah mendapat asupan vitamin dari istrinya, beliau fokus bekerja sampai lupa makan siang tau-tau sudah jam dua lebih.


Tok...tok...tok pintu ruangan tuan Hartawan di ketuk dari luar.


"tuan ada tamu ingin bertemu dengan anda" kata sekretaris itu kepada atasannya.


"tamu dari mana? Kemana Joni sehingga kamu mengantar tamu ke ruangan saya?" kata tuan Hartawan menanyakan Joni asisten prinadinya sambil membuka pintu.


"nona Sherly tuan" sekretaris itu belum selesai bicara tiba-tiba Sherly menghambur memeluk tuan Hartawan yang kaget dia sampai oleng untung tidak jatuh.


"usir wanita ini dari hadapan saya, kurang ngajar sekali kamu ya" kata tuan Hartawan sambil mendorong Sherly sampai terjatuh.


"sayang tega banget mendorong aku sampai jatuh, sakit tau" kata Sherly manja membuat tuan Hartawan muak melihatnya.


"Joni kamu kemana aja, cepat usir perempuan ini ganggu orang aja" tuan Hartawan memanggil asisten pribadinya yang baru keluar dari ruangannya.


"maaf tuan barusan saya dari toilet agak lama" kata Joni sambil memegang tangan Sherly dan menariknya ke luar, Sherly teriak-teriak tidak terima di perlakukan kasar tapi Joni malah membungkam mulutnya dengan tangan kirinya.


"diam kamu nona, jangan sampai saya masukan anda ke penjara ya" ancam Joni kepada Sherly karena bikin gaduh kantor itu dengan teriakannya.


"jangan macam-macam kamu Joni baru jadi aspri saja sudah belagu, saya ini seorang CEO dan saya bisa tuntut kamu" kata Sherly marah.


"oh silahkan saya tidak takut karena saya tidak bersalah, tapi saya punya bukti kejahatan anda menggoda bos kami dengan memasukan obat pe*ang*ang ke dalam minuman bos kami" kata Joni tak kalah tegas membuat Sherly diam.


Sampai di mobil Sherly masuk mobil sambil di pegangin Joni dan di pasangin sabuk pengaman oleh Joni


"jangan bertingkah nona kalau anda ingin selamat" kata Joni sambil menutup pintu mobil dengan keras karena dia kesal


Sherly memerintahkan supirnya untuk kembali ke kantornya.


***


"rencana ini gagal terus sekarang harus gunakan rencana kedua" kata Sherly kepada seseorang.


"jangan bawa-bawa saya karena keluargamu tarohannya, kalau kamu diam pasti kebutuhan keluargamu saya cukupkan. Tapi kalau kamu buka mulut tamatlah riwayatmu dan keluargamu" kata Sherly mengancam orang itu.


"ok baiklah saya akan diam kalau ke tangkap, tapi jangan libatkan keluarga saya nona karena mereka tidak tau apa-apa" kata orang itu.


"baiklah perjanjian kita deal, siapkan tempatnya saya akan membawa mangsa anda sekarang" kata orang itu dan langsung menelpon temannya untuk menjalankan aksinya.


***


Tok... Tok... Tok... Joni asisten pribadi tuan Hartawan mengetuk pintu ruangan bossnya dan langsung di buka olehnya.


"tuan sebaiknya anda tidak pulang menggunakan mobil anda sekarang, saya barusan mendengar rencana nona Sherly seolah-olah memerintahkan menculik seseorang tapi tidak menyebut nama" kata Joni.


"dari mana kamu tau itu? Apa kamu sudah memasang alat pelacak dan perekam suara?" tanya tuan Hartawan.


"sudah bos, waktu tadi saya menyeretnya keluar. Saya memasukan alat itu ke dalam tasnya dan di masukan di bawah jok mobilnya" jawab Joni


"bagus Jon nanti saya kasih bonus" kata tuan Hartawan.


"tapi tuan karena mereka tidak menyebut nama sebaiknya nyonya di kasih tau juga supaya waspada" kata Joni.


Tuan Hartawan langsung merogoh ponselnya dari saku dan menelpon istrinya.


"hallo sayang sekarang masuk rumah dan jangan terima tamu siapapun ke rumah, biarkan asistenmu yang mengurus resort dan resto kita. Ada orang yang mencurigakan berniat jahat sama kita" kata tuan Hartawan kepada istrinya.


"baik pah, sekarang mama mau pulang dari resto dan menunggu papa di rumah. Papa pulang sekarang mama takut" kata Ropy manja.


"iya sayang, papa siap-siap dulu ya bye muach"


Hartawan menutup telponnya lalu memasukannya ke dalam saku celananya, beliau juga menutup laptopnya dan merapikan mejanya.


"Jon saya mau pulang sekarang, telpon sopir kantor untuk mengantarkan saya pake mobil kantor" kata tuan Hartawan sambil membuka jasnya.


"baik bos" jawab asisten pribadinya.


Joni langsung menelpon sopir kantor untuk stanby dengan mobil kantor di depan pintu masuk, supaya pas bosnya turun langsung masuk mobil.


"sebaiknya anda memakai topi dan jaket tuan, untuk mengelabui mereka" kata Joni yang di angguki bossnya.


Hartawan masuk kamarnya untuk mengambil jaket dan topi, setelah itu dia keluar dari kamar.


"Jon tolong telpom supir saya untuk pulang sendiri satu jam lagi, bilangin saya harus meeting dan saya pulangnya dengan kamu" kata tuan Hartawan.


"baik tuan, tuan langsung masuk mobil aja karena mobilnya sudah stanby di depan pintu masuk" kata Joni


"baiklah saya pulang dulu sekarang" kata tuan Hartawan


"iya tuan hati-hati" kata Joni dan langsung meraih ponselnya untuk menelpon sopir bosnya.


Sampai di depan kantor Hartawan langsung masuk mobil kantor dan mobil itu melaju ke rumahnya di Sentul.


Satu jam berlalu, sopir tuan hartawan menjalankan mobil bosnya keluar dari parkiran dan melaju ke jalan raya di ikuti oleh orang suruhan Joni


Baru aja lima belas menit berkendara mobil sudah di paksa di hentikan seseorang, dan setelah mobil berhenti tiba-tiba ada orang yang membuka pintu mobil dan menutup kepalanya dengan kain.


Orang itu memindahkan sopir itu ke mobil lain, lalu sopir itu pingsan karena penutup kepalanya ada obat biusnya dan mereka menyuntikan obat pe**ang**ng kepada tubunya setelah itu mereka membawa sopir itu ke suatu tempat.


"kerja bagus kalian, sekarang kalian boleh pergi dari sini" kata Sherly kepada orang suruhannya dan dua orang itu keluar dari kamar hotel itu setelah meletakan sopir yang pingsan tadi di atas tempat tidur.


"hallo sayang, sekarang kamu tidak bisa lari dari saya, kita akan memuaskan diri di kamar ini di iringi debur ombak dari pantai ini yang akan menambah kemesraan kita" kata Sherly sambil menanggalkan pakaiannya dan pakaian yang menempel di sopir itu lalu dia mendudukinya dan berpacu dengan cepat di atas tubuh sopir itu tanpa membuka penutup kepalanya.


Sherly bermain dengan sangat liar dan kasar karena obsesinya tersampaikan, kegilaannya membuat lupa daratan sampai dia menjerit menyebut nama Hartawan dalam teriakannya ketika sampai di puncaknya.


Autor : hi guys boleh ketawa gak 🤭🤭🤭