
"hallo pah ada apa?"
"Hallo Don, ibumu barusan ke kantor papah dan dia mengancam mamah dia juga sengaja menaburkan paku di belakang mobil mamah dan pakunya menancap ke ban karena terlindas ban mobil mamah"
Hartawan mengetahuinya setelah satpam menelponnya tadi, dia memberi tahu bahwa yang sengaja menabur paku di belakang mobil Ropy adalah Ida ibunya Doni, dan setelah menelpon orang utuk mengganti ban mobil Ropy dia juga menelpon anaknya.
"Terus sekarang ibunya di mana pah?"
" papa tidak tau ibumu kemana kata dia mau tinggal bersamamu, tadi papa hanya menyuruh satpam untuk mengeluarkan ibumu keluar pintu gerbang karena takut menyerang mamamu lagi"
"ko nyerang, memangnya apa yang di lakukan ibu kepada mama?"
"Ibumu menampar mama, bilangin sama ibumu jangan bikin malu dia harus ingat umur"
"Iya pah, nanti akan Doni coba bicara sama ibu"
"Iya nak"
Hartawan memutuskan panggilannya dan dia berjalan lagi menghampiri istrinya.
"Bagaimana sekarang rasanya mah?"
Hartawan membelai pipi istrinya yang masih merah bekas tamparan.
"Sudah lebih baik pah, terima kasih sudah mengompresnya"
"Iya sayang sama-sama"
"mama di tampar perempuan sampai merah begini, bagaimana pipi ibunya Doni yang tadi di tampar papa. Harusnya papa jangan menamparnya kasian dia pah"
Ropy menatap suaminya, dia tidak mengira Hartaean membalas tamparan itu.
"Kasian apa dia memang pantas mendapatkanyanya karena sudah berani menampar istriku yang ku cintai dan mengancam segala, apa - apaan coba mengancam mama yang tidak tau apa - apa dia sendiri dulu yang selingkuh dan kabur dengan selingkuhannya. Kenapa sekarang mau kembali lagi lagian siapa yang mau lagi sama dia dari awal nikah saja sudah jarang di rumah hobinya senang- senang dengan gengnya tidak pernah merawat Doni dari bayi"
Hartawan berbicara panjang lebar karena marah dan kecewa.
"Ya udah pah jangan marah- marah lagi tidak baik buat kesehatan kita"
Ropy memeluk suaminya dia khawatir dengan kesehatannya.
"iya mah, maaf sudah membuat istri kesayangan papah khawatir"
Dia membalas pelukan istrinya dan mengecup pucuk kepala istrinya lembut.
-
-
-
Hari ini Ropy berangkat pagi sekali karena ada banyak pesanan katering yang harus diantar olehnya, dia tidak sempat membuat sarapan untuk suaminya.
"Pagi pah, maaf pah mama tidak sempat membuat sarapan untuk papa sekarang mamah harus berangkat ke rumah makan"
Ropy mencium tangan suaminya, dan di balas Hartawan dengan mencium dahibistrinya.
"Tidak apa-apa sayang kan tadi sudah kenyang memakanmu, jadi jangan khawatir nanti aja papa makan sarapan buatan bibi. Ini konci mobilnya..."
Hartawan tersenyum sambil menyodorkan kunci mobil ke istrinya. ya kenapa Ropy tidak sempat bikin sarapan, ya karena dia di makan suaminya dari subuh sampai pagi hehehe.
"Lho ini konci mobil siapa pah?"
"ya mobil mamahlah lalu mobil siapa lagi, kan mobil papa mau di pake papa ke kantor"
Hartawan berbicara sambil menggandeng istrinya menuju garasi rumahnya.
"Tapi pah, ini bukan konci mobil mamah yang biasa"
Ropy heran dia tidak mengambil kunci yang di sodorkan suaminya dia melangkah mengiringi suaminya berjalan di sampingnya, sambil terus berpikir...
Lalu Hartawan membuka pintu garasi secara perlahan dan... Taraaaaa...
" ini mobil baru kamu sayang, kamu suka tidak"
"Papa membeli mobil baru buat aku?"
Ropy masih belum yakin.
"Iya sayang, kemarin papa langsung menghubungi teman papa yang mempunyai dealer mobil untuk membeli mobil buat hadiah ulang tahun istriku tercinta dan semalam langsung di kirim kesini waktu mamah lagi tidur" Hartawan mencium kening istrinya dan berkata lagi.
"selamat ulang tahun sayang, smoga sehat selalu dan mari kita raih bahagia bersama sampai ajal menjemput kita cuuup" Hartawan terus menciumi istrinya.
"aamiin.. Terima kasih suamiku smoga tuhan mengabulkan doa kita" Ropy membalas ciuman suaminya.
Hartawan ikut naik mobil Ropy yang sedang di panaskan masih di garasi.
"Bagus papah terima kasih ya, mamah suka mobilnya" Ropy senang di kasih hadiah mobil baru.
"iya sama - sama sayang, oh ya mobil mamah yang lama kemarin papa suruh orang bengkel mengantarnya ke rumah makan biar bisa di pakai untuk karyawan mengantar katering, jangan sama mama terus biarkan mang Agus yang mengantar pesanannya kan mang Agus juga bisa nyetir dan punya sim"
"Tapi pah pesanan yang sekarang mereka minta mamah yang mengantar, katanya sekalian ada yang mau di bicarakan dengan mamah"
"Oh gitu ya, ya udah mama kesana aja pake mobil ini, tapi ketringnya di bawa mang Agus di mobil lama. Memangnya jam berapa minta di antar pesanannya?"
"Jam sembilan pah tapi ketringnya belum di kemas karena baru matang masakannya, jadi mama mau bantuin ngemas pah makanya mama mau berangkat sekarang"
"Ya udah berangkat aja sayang, hati hati ya di jalan"
Hartawan keluar dari mobil Ropi dan menutup pintu mobilnya, lalu dia memutar berjalan ke samping mobil sebelahnya dan berdiri di samping pintu mobil yang sedang dinyalakan istrinya.
"Iya pah, sekali lagi terima kasih sayangku cintaku suami tergantengku cuuuup" Ropi mengecup bibir suaminya lalu melajukan mobilnya perlahan.
"sayang tunggu dulu, enak aja pergi begitu saja" Hartawan memegang pintu mobil istrinya lalu cuup me•umat bibir istrinya dengan rakus.
Ropy menghentikan mobilnya mendadak karena serangan suaminya dan dia membalas serangan itu dengan ganas. Mereka terengah - engah mengambil napas ketika mengakhiri ●umatannya dan mereka tersenyum sambil memeluk erat.
Ropy menutup pintu mobilnya dan menjalankannya perlahan keluar dari gerbang pagar rumahnya, Hartawan menutup pintu gerbangnya dan masuk rumah sambil terus mengulas senyum saking bahagianya.
"hallo semua sudah siap?"
"siap pak, tenang saja nanti jam sembilan selesai sempurna"
"Ok terima kasih"
-
-
-
"Selamat ulang tahun kami ucapkan, selamat panjang umur kita kan do'akan...."
Ropy masuk ke ruang pertemuan di hotel itu di sambut dengan nyanyian ulang tahun dan tepuk tangan dari suami dan anak - anaknya. Ternyata petugas hotel memesan makanan darinya atas permintaan suaminya untuk merayakan ulang tahunnya.
Ropy menitikan air mata bahagia, seumur - umur baru di kasih surpreis dan di kasih hadiah istimewa dari orang - orang yang di cintainya dan ulang tahunnya dirayakan di hotel berbintang pula. Dia menghampiri suami dan anak - anaknya lalu memeluk mereka bergantian.
"Terima kasih papa, terima kasih anak - anak"
"Sama - sama sayang... Sama - sama mama"
Hartawan menggandeng istrinya menuju kue tart bertingkat yang cantik, dan Hartono menyalakan lilinnya.
"Tiup lilinnya... tiup lilinnya...potong kuenya... Potong kuenya..." Mereka semua bernyanyi dan haappp Ropy meniup lilin di kue ulang tahunnya, lalu memotong kuenya dan suapan pertama di berikan kepada suaminya dan anak - anak berikutnya.
Selesai acara ulang tahun tepat jam dua belas siang, mereka membubarkan diri untuk melanjutkan aktifitas ke tempat masing-masing.
Tapi yang ulang tahun dan suami masih di hotel itu, mereka berdua akan menginap disitu semalam gratis karena mendapat hadiah menginap dari teman Hartawan.
"sekali lagi terima kasih papa, tapi sayang banget mengeluarkan uang banyak hanya karena merayakan ulang tahun mama"
Ropy bersandar manja di dada suaminya, sambi memegang kunci suaminya yang tergeletak dan seketika langsung berdiri karena di pegangnya.
"Sama-sama sayang, tidak apa - apa sayang papa senang memberikannya kepada istriku tercinta"
Mereka menghabiskan malam panjang berdua di hotel itu dengan penuh cinta.