Ropy

Ropy
Sibuk Lagi.



Jam dua belas siang pintu kantor Hartawan di ketuk dari luar, dan ternyata mang Agus mengantarkan makanan pesanannya.


Setelah makanan di susun di meja, mang Agus pamit untuk balik lagi ke rumah makan.


-


-


Ceklek pintu kamar dibuka Hartawan mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar, karena dia tidak menemukan sosok istrinya lalu dia berjalan ke arah kamar mandi terdengar suara gemericik air di dalam.


Hartawan membuka pintu kamar mandi dengan perlahan yang ternyata tidak di kunci oleh istrinya, lalu dia berjalan menghampiri istrinya yang sedang mencuci muka di wastafel.


"hmmm harum sekali istriku" kata Hartawan sambil memeluk istrinya dari belakang.


"harum apa orang belum mandi juga" jawab Ropy...


"ya ayo kita mandi makanan udah siap di meja, papa sudah laper banget gak tahan nih" kata Hartawan sambil mengangkat istrinya ke bathtub. Dan merekapun mandi sampai bersih


Selesai mandi mereka makan dengan lahap tanpa sisa saking laparnya


Saking semangatnya karena di temani istri, tidak terasa waktu menunjukan jam empat sore dan waktunya pulang.


"sayang ayo kita pulang sudah jam empat nih" kata Hartawan sambil memegang tangan istrinya membantunya berdiri dari sofa.


"tidak terasa ya pah tau - tau jam empat aja" jawab Ropy sambil berdiri...


Bruk mereka berdua ambruk di sofa, karena saat Ropy berdiri suaminya tidak mundur dulu, jadi Ropy terduduk lagi berikut suaminya karena tangannya ketarik Ropy dan menindihnya.


Yah lanjut itu dulu jadinya dan meninggalkan jejak di sofa, dalam sehari mereka melakukan jejak empat kali di kantornya hmmm....


Ropy dan Hartawan tiba di rumah pas magrib, merekapun langsung masuk kamar mandi untuk bersih - bersih dan berwudu untuk melaksanakan solat magrib berdua.


Keesokan harinya dari habis solat subuh Ropy sibuk membersihkan rumah dan membuat sarapan, dia berniat mengunjungi rumah makan karena sudah kangen emak dan abahnya juga dengan semuanya.


"Pah hari ini mamah mau ke rumah makan, sudah seminggu lebih mama tidak kesana" kata Ropy kepada suaminya yang baru selesai sarapan pagi.


"Yaaah... Papa sendirian dong di kantor" jawab Hartawan sambil memeluk istrinya, dia merasa ada yang kurang setelah seminggu lebih slalu bersama sekarang dia harus berjauhan lag tapi rasanya belum rela.


"papah tidak sendirian kan banyak karyawan, kalau kita begini terus kapan kerjanya dong" jawab Ropy sambil mencium pipi suaminya.


"nambah seminggu lagi ya mamah ikut ke kantor papanya, setelah seminggu lagi baru ke rumah makan" Hartawan membujuk istrinya, dia belum rela berjauhan dengan istrinya.


"Ya udah deh demi suamiku yang gagah tapi manja, mama akan melakukannya dengan senang hati. Lagian mereka tiap hari memberi laporan lewat ponsel" Ropy menyetujui permintaan suaminya.


"nah gitu dong nurut sama suami, kan papa tambah cinta jadinya" Hartawan mencium kening istrinya bahagia, dia senang kalau istrinya ikut dia ingin seperti kemarin bekerja sambil terkunci.


-


-


-


"waalaikum salam... Emak sehat abah juga" jawab emak.


Ropy sibuk lagi mengelola rumah makannya yang selalu ramai, emak dan abahpun masih betah tinggal di sini mereka belum jalan jalan ke tempat wisata di Jakarta juga. Kata Ropy gantian tinggal di kota bersamanya, selamanya juga boleh itu yang Ropy inginkan jangan di kampung terus. Jadi kalau ada apa - apa gampang.


Suara ponsel Ropy berdering ternyata suaminya yang menelpon, baru aja setengah hari pikir Ropy tapi dia senang di telpon dan video call suaminya. Mereka terkena penyakit bucin.


"assalammualaikum sayang ke sini dong papa kangennn sekalian bawa makan siang, papa belum sempat makan nih sudah jam satu lebih papa sibuk" terlihat Hartawan sedang menatapnya penuh kerinduan dan suara Hartawan terdengar manja di ponsel Ropy.


"waalaikum salam... Iya deh mama anterin makan sekarang, tapi ongkirnya tiga kali lipat ya suamiku, cintaku, sayangku" goda Ropy gemas kepada suaminya yang manja.


Deg... Deg... Jantung Hartawan berdetak kencang mendengar gombalan istrinya, dia gak sabar ingin melahap istrinya... Eh makanannya... Dia mencium wajah istrinya yang terpampang di layar ponsel.


"hallo papa, sayang, hallo kenapa bengong?" Karena tidak ada jawaban dari sana Ropy mau mematikan ponselnya, tapi terlihat lagi suaminya berbicara parau karena jantungnya masih berdetak kencang karena kesenangan mendengar suara istrinya memanggil sayang pertama kalinya.


"iya sayang mau berapa kali lipat aja ongkirnya papa sanggupi, ayo sayang kesini di tunggu ya sekarang, papah sudah sangat lapar" kata Hartawan serak.


"iya papa sayang mama matikan dulu ya hapenya, mama mau mengemas makanan buat papa" jawab Ropy


"iya ma jangan lama - lama sayang, papa gak tahan nih"


"Iya pah laksanakan" setelah cium jauh lewat ponsel lalu mematikannya.


Setelah pamitan sama emak dan abah, Ropy meluncur ke kantor suaminya mengantarkan makanan.


"selamat siang bu mari saya antar ke ruangan bapak beliau sudah memberi tahu, katanya ibu langsung masuk aja" pak satpam mengantarkan Ropy ke ruangan suaminya.


"siang juga pak, terima kasih ya" jawab Ropy dan langsung membuka pintu ruangan suaminya dan langsung masuk. Dan pak satpam juga kembali dengan pekerjaannya.


"sayang kunci lagi pintunya, soalnya kunci yang ini mau di buka" kata Hartawan Ropy pun mengunci pintu dia mengerti situasinya.


Terlihat suaminya lagi duduk di sofa sambil membuka kunci berankasnya, Ropy menghampiri suaminya dia menyimpan tasnya dan makanan di meja depan sofa.


Tangan Hartawan meraih pinggang Ropy dan menariknya, dia mendudukan istrinya di pangkuannya.... Jlep kunci menancap sempurna...


"katanya papa lapar" tanya Ropy terengah engah karena baru datang...


"iya sayang lapar banget ini langsung makan karena gak tahan.... Hahh nikmat sekali sayang" kata Hartawan.


Suara kunyahan mereka terdengar cepat, seperti yang sudah lama tidak makan.