
Sampai di hotel Amserdam mereka istirahat di kamar masing - masing.
"Tadi itu benar - benar indah ya kebun tulipnya pah, coba kalau sama anak - anak pasti lebih seru" kata Ropy sambil mengaduk susu hangat
"mudah - mudahan suatu hari nanti mereka kesini dengan istrinya mah" jawab Hartawan.
Setelah berbincang sambil makan roti juga minum susu, mereka langsung tidur untuk memulihkan tenaga.
Esok harinya mereka bersiap di depan hotel menunggu jemputan untuk berangkat ke bandara, sampai di nandara mereka cek in dan naik pesawat menuju Swiss.
-
-
-
-
Kurang dari satu jam tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di bandara Swiss, turun dari pesawat mereka naik mobil travel yang sudah di pesan menuju stasiun kereta api.
Sampai di stasiun kereta api Interlaken mereka naik kereta api menuju desa Grindelwald.
Sampai di desa Grindelwald mereka masuk ke penginapan yang sudah di pesan, untuk istirahat sebentar dan menyimpan barang bawaan mereka.
Kurang dari satu jam mereka berkumpul lagi di halaman penginapan untuk menjelajah tempat - tempat indah di desa itu.
Subhanallah indah sekali pemandangannya dan gunung Alpen di selimuti salju terlihat begitu indah dan menakjubkan
"Ayo dokumentasikan semuanya untuk di kenang anak cucu kita nanti" terdengar guide tour mereka mengingatkan.
Setelah cukup puas poto potodi disituu, guide mengarahkan rombongan untuk jalan menyusuri desa menuju kereta gantung. supaya desa itu lebih indah kalau di lihat dari atas.
Setelah membeli tiket kereta gantung untuk menuju Grindelwald First, dataran tinggi yang di selimuti es di desa itu, mereka masing - masing masuk ke dalam kereta gantung dan meluncur ke puncak First
Rumah - rumah kebanyakan terbuat dari kayu berjajar tertata sangat rapi, udaranya sangat sejuk dan bersih sekali di sana.
Gunung menjulang tinggi dan berundak undak di selimuti salju terlihat lebih dekat dari kereta gantung, benar benar indah sekali.
Sampai di dararatan es mereka dianjurkan memakai sepatu khusus untuk menyusuri wilayah itu.
Berrrr hawa dingin menusuk ke tulang karena yang di pijak mereka adalah es tertimbun serpihan salju, Ropi dan Hartawan berpegangan melangkah perlahan karena licin
Tiba di First Cliff Walk mereka menyusuri jembatan gantung yang bergantung di bebatuan gunung, sunggguh mengesankan sekaligus mendebarkan. Sangat memacu adrenalin kita melewati jembatan gantung itu.
Mereka semua terpesona melihat pemandangan alam yang baru pertama kalinya di temui secara langsung, sungguh ciptaan allah sangat luar biasa di setiap negara pasti ada daerah yang indah dan menakjubkan.
Mereka giliran masuk jembatan gantung untuk mengambil gambar yang maksimal, kalau satu dua orang yang masuk terlihat sepi dan indah beda lagi kalau masuk secara bersamaan kurang bagus kalau di poto.
"huh dingin sekali sayang ayo pake sarung tangan yang tebal supaya lebih hangat" Hartawan meraih tangan istrinya untuk mengganti sarung tangan yang lebih tebal yang sudah di siapkan di dalam tas.
"Iya pah dingin bangettt coba ada yang jualan baso ya pah pasti enak tuh" kata Ropy tersenyum.
Kalau di Indonesia di setiap tempat wisata pasti ada yang jualan baso, tapi kalau di Swis gak ada baso yang ada es dan salju hehehe.
"Iya mah bayangin aja baso di depan kita" jawab Hartawan sambil terus berjalan perlahan.
Mereka selesai menyusuri jembatan gantung lalu masuk ke area restauran Bergrestaurant Frist untuk memesan minuman panas dan makanan panas dan makanan yang di rekomendasikan adalah sup panas. Setelah pesan makanan dan minuman panas lalu mereka duduk menghadap pegunungan yang berjejer di selimuti salju abadi.
Terlihat salju terhampar luas dan indah, tidak henti hentinya mereka berdecak kagum, dan tidak lupa ambil gambar chiiiisss hehehe...
Minuman dan makanan yang tadi panas dalam beberapa detik sudah hsngat dan siap di santap, kalau telat sedikit bisa bisa jadi es saking dìnginnya cuaca di sana
Selesai makan dan minum mereka bersantai dulu sejenak sebelum kembali ke penginapan di desa di bawah sana.