
Hartawan terbangun dan membuka matanya, langsung di hadapkan dengan wajah istrinya yang masih terlelap di dadanya.
"kamu tidur aja cantik sayang, kenapa kita baru berjodoh sekarang... Coba kalau dari dulu... Padahal dari kecil aku suka denganmu, apalagi pipimu ini yang selalu merona" gumam Hartawan sambil mengelus dan mencium pipi istrinya.
Karena terus di cium pipi, hidung, dagu dan dahinya, akhirnya Ropy membuka matanya. Dia mendongak ke atas terlihat wajah suaminya yang lagi tersenyum, dia buru - buru nunduk dan menyembunyikan wajahnya di dada suaminya.
"Sore sayang" Hartawan mengelus rambut istrinya.
"sore pah, jam berapa ini" tanya Ropy sambil menguap.
"sudah jam empat sore mah, ayo kita mandi" kata Hartawan sambil mengecup dahi istrinya.
Kriuk...kriuk... Perut Ropy bersuara dia belum makan siang dan sarapan pagipun hanya satu buah apel dan Roti panggang pake keju.
"kamu lapar ya sayang? Papa juga laper nih, makan siang kita terlewat" kata Hartawan sambil menyibak selimut.
Hartawan meraih telpon untuk memesan makanan dan minta di antar ke kamarnya satu jam lagi.
Ropy semakin mengeratkan pelukannya karena malu saat di gendong suaminya menuju kamar mandi tanpa sehelai benang.
Hartawan mendudukan istrinya di atas toilet lalu dia mengisi air di bathtub dan memasukan wewangian aroma terapi ke dalam airnya.
Setelah cukup airnya lalu dia menggendong lagi istrinya dan masuk ke dalam bathtub sama-sama, mereka saling menggosok punggung, memijit pelan sampai bersih. Dan tentunya di tambah itu ya....
Setelah hampir satu jam mandi plus plusnya akhirnya mereka sudah bersih dan keluar dari kamar mandi.
Ropy memakai blus santai bahan katun warna pach selutut tanpa lengan, terlihat dua puluh tahun lebih muda dari usinya. lalu dia duduk di depan meja rias sambil menyisir rambutnya.
Setelah selesai berpakaian santai Hartawan menghampiri istrinya lu dia mengecup puncak kepala istrinya.
"mamah sangat cantik" sambil memeluk istrinya dan memainkan rambut istrinya yang masih basah dan kerly.
Tok... Tok... Pintu kamar ada yang mengetuk dari luar...
"itu pasti makanan kita mah" kata Hartawan dia melepas pelukannya dan berjalan ke arah pintu.
Ceklek pintu di buka... "sore pak... Ini saya mengantarkan pesanan bapak" kata pelayan sambil memegang pinggir troli yang berisi makanan.
"oh iya silakan masuk" jawab Hartawan dan membuka lebar pintu yang di pegangnya.
"terima kasih ya" kata Hartawan sambil memberi tip kepada pelayan tersebut.
Pelayanpun keluar dan pintu di tutup lagi.
Mereka makan dengan lahap karena asik suap - suapan ala pengantin baru, tidak terasa makananpun habis di santapnya.
-
-
-
Jam tujuh kurang sepuluh malam Ropy selesai di rias dan memakai gaun pengantin, dia memakai mahkota di kepalanya terlihat seperti ratu.
"woow indahnya, papa semakin terpesona" Hartawan menghampiri istrinya yang baru selesai di dandani sambil tersenyum, dia meraih tangan istrinya lalu mengecupnya penuh kasih.
"ayo pak, buk acaranya sebentar lagi di mulai" kata MUA sambil merapikan gaun Ropy.
"ayo mah, bismillah..." kata hartawan sambil menggandeng tangan istrinya dan melangkah pelan untuk mengimbangi jalan istrinya yang memakai gaun dan sepatu hak tinggi.
Mereka memasuki ballroom hotel tempat acara resepsi di selenggarakan, di sambut dengan upacara seremonial.
Setelah selesai acara seremonial lalu MC mempersilahkan kedua mempelai duduk di pelaminan beserta emak dan abah tentunya.
Acara berikutnya potografer mengarahkan kedua mempelai untuk di poto, setelah pengambilan poto kedua mempelai dan keluarganya. Lalu poto kerabat, bestie, teman, dan para kolega yang hadir di situ.
Acara puncak di tutup dengan nyanyian trio gaul yang tak lain adalah anak - anak kedua mempelai, yaitu Hartanto, Hartono dan Doni.
Mata Ropy berkaca - kaca sambil memeluk lengan suaminya dia merasa bahagia melihat anak- anaknya tumbuh dengan baik, dan sekarang akur dengan saudara tirinya. Mereka terlihat kompak di panggung, Hartawan juga tidak berbeda dengan Ropy diapun merasa lega dan bahagia melihat kekompakan anaknya.
-
Acara demi acara selesai satu per satu tanpa kendala, semuanya berjalan dengan lancar hingga akhir.
Tidak terlalu lama makan waktu, karena yang di undang hanya orang - orang terdekat saja kurang lebih tiga ratus orang saja.
Akhirnya resepsi selesai di laksanakan, dan mereka kembali ke kamar masing - masing.