
Hampir sama dengan Swis, negara Austria juga termasuk negara cantik dan bersalju terdapat desa - desa yang cantik dan indah di dekat pegunungan Alpen yang selalu di selimuti salju.
Di sana banyak bangunan berarsitektur klasik baraque khas abad ke 17 seperti Scanbrunn Palace dan Hofburg Palace.
Mereka berkeliling menggunakan mobil travel karena jam dua siang akan balik lagi ke bandara karena mau kembali ke Indonesia, jadi mereka hanya turun sebentar di tempat indah dan bersejarah, ambil gambar dam masuk lagi ke mobil berkeliling lagi berhenti lagi di tempat wisata, lanjut lagi berkeliling dan berhenti lagi untuk makan dan minum. Dan akhirnya mereka menuju bandara.
Sampai di bandara Internasional Wina Austria rombongan chek in dan masuk pesawat yang akan terbang menuju Indonesia.
-
-
-
Karena transit dua kali kurang lebih delapan belas jam akhirnya rombongan tiba di bandara Internasional Soekarno Hatta Tanggerang, mereka menuju tempat parkir bandara yang sudah di tunggu jemputan.
"Mamah, papah" Hartanto memeluk orang tuanya bergantian.
"Hallo kak kangen bangett" Ropy balas memeluk anaknya.
"Ayo mah pah masuk mobil, biar kaka yang masukin koper dan barang - barang ke bagasi" Hartanto membuka pintu mobil mempersilahkan orang tuanya masuk mobil.
Setelah siap Hartanto melajukan mobilnya menuju kediaman Ropy, dan akhirnya mereka sampai di rumah dengan selamat.
"Alhamdulillah... Kita sampai dengan selamat tidak kekurangan suatu apapun" Ropy dan Hartawan bergumam mengucap syukur, karena semuanya lancar sampai rumah.
Anak - anak sudah berkumpul di rumah Ropy, mereka menunggu kedatangan orang tuanya yang seminggu lalu tour ke sebagian negara - negara di eropa.
"Adik mama kangeeen kalian" Ropy memeluk Hartono dan Doni.
Mereka membalas pelukan ibunya bergantian, Hartawan juga memeluk mereka bergantian.
"Bagaimana kalian sehat semua?" Hartawan menepuk pundak anak anaknya.
"Sehat Alhamdulillah pah" anak anak menjawab serentak.
Setelah kangen kangena, mereka duduk di ruang keluarga, menantikan cerita dari orang tuanya.
"ini buat kakak, ini buat adik, dan ini buat sibungsu" Ropy memberikan oleh - oleh luar negri kepada ke tiga anaknya.
"Bu makanan sudah matang" art menghampiri mereka yang berkumpul di ruang keluarga.
"Nanti bi makannya saya mau mandi dulu gak enak sudah lengket, dan ini oleh oleh buat bibi" Ropy menghampiri artnya sambil memberikan oleh - oleh.
"Kalian mau makan duluan tidak" Ropy menatap suami dan anak - anaknya.
"Nanti aja makan bersama mamah, sok aja mama mandi dulu" jawab anak anak.
Ropy masuk kamar dan menuju kamar mandi untuk mandi, Hartawan mengekor di belakang karena dia juga merasa lengket karena seharian di perjalanan.
Ropy mengisi air ke dalam bathtub dan meneteskan aroma terapi ke dalamnya, setelah cukup airnya mereka naik ke bathtub untuk berendam.
Tiga puluh menit berlalu suami istri itu keluar dari kamar dengan pakaian santai, terlihat lebih segar dan ceria lalu mereka menuju meja makan.
"Mmm enak banget makan nasi hangat dan pulen, sudah seminggu kita enggak makan nasi ya pah" Ropy makan sangat lahap, karena sudah seminggu dia tidak makan nasi.
(di eropa juga ada beras di toko asia, tapi mereka tidak membawa penanak nasi dan ribet juga karena pindah - pindah negara. Jadi menikmati makanan setempat aja yang penting menyehatkan)
"Iya mah enak sekali nasi pulen pake rendang, tapi papa kangen sop sapi dan capcay buatan mamah. besok bikinin ya sayang" Hartawan menjawab sambil mengunyah.
"Kacian deh kalian seminggu nggak makan nasi, kalau tau gitu adik kirimin paket nasi Padang" Hartono meledek orang tuanya sambil tersenyum.
Mereka ngumpul makan bersama, setelah selesai makan mereka pamitan untuk pulang ke rumahnya. Karena orang tuanya belum istirahat habis perjalanan jauh jadi mereka tidak mau mengganggunya dan membubarkan diri.
-
Hari senin semua mulai lagi bekerja seperti biasa, Ropy berangkat ke rumah makan dan Hartawan ke kantornya.
Siang ini Ropy memasak sop dan capcay kesukaan suami dan anak- anaknya, selesai masak Ropy siap - siap untuk mengantarkan makan siang ke suaminya dan untuk anak - anaknya dikirim lewat gofood.
Jam dua siang Ropy keluar dari lobbi kantor suaminya menuju parkiran, dia selesai makan siang bersama suaminya dan mau balik lagi ke rumah makan.
"hallo papa ban mobilku kempes tertusuk paku, minta bantuain sama siapa ya untuk ganti ban?" Ropy menelpon suaminya.
"Lho kok bisa ada paku di parkiran, kan sudah papa wanti - wanti ke petugas kebersihan bahwa parkiran harus bebas paku dan benda tajsm lainnya yang bisa menancap di ban. Mama masuk lagi aja keruangan papa sekarang, nanti kita pulang bersama dua jam lagi kerjaan papa kelar. Dan mobil mama biarkan di situ aja nanti nyuruh orang buat mengganti ban" kata Hartawan.
"Iya pah, sekarang mama balik lagi ke ruangan papa" Ropy menutup panggilannya lalu mengambil tas yang ada di jok mobil, setelah itu mengunci mobilnya.
"hallo selamat siang" baru aja Ropy mau melangkah, tiba - tiba ada yang mencegatnya.
Ropy menatap heran dengan orang yang baru di temuinya tapi dia sudah berani memegang tangannya secara kasar sungguh tidak sopan.
Seorang perempuan setengah baya berdandan menor dan berpakaian terbuka, sungguh sangat - sangat tidak cocok untuk usianya. Dia menatap Ropy dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"siang... Apa anda mengenal saya?" tanya Ropy heran sambil menarik tangannya lembut.
"Ya saya kenal anda, apa benar anda tidak tau saya? Apa kang Hartawan tidak pernah menunjukan poto saya kepadamu?" orang itu malah balik nanya.
"Anda mengenal suami saya?" Ropy semakin heran.
"Oh tentu, karena suami anda mantan suami saya. Kenalkan saya Ida ibunya Doni" orang itu mengulurkan tangannya mau menyalami Ropy.
Ropy menyambut jabatan tangan ibunya Doni.
"tolong anda lepaskan kang Hartawan, saya mau kembali sama dia kami ingin menghabiskan waktu bersama anak kami hinga tua" Ida menatap tajam kepada Ropy.
"siapa yang mau menghabiskan waktu bersama kamu, jangan lancang ya lepaskan tangan istri saya" tiba - tiba Hartawan sudah di dekat mereka dan langsung memeluk Ropy dan menarik tangan istrinya supaya terlepas dari tangan mantan istrinya.
"Kang ayo kita kembali lagi, supaya kita ngumpul bersama Doni dan aku sudah bercerai dengan si Idan dia sudah menikahi selingkuhannya " Ida menarik tangan Hartawan dan hendak memeluknya, tapi Hartawan malah mendorong Ida sampai terjatuh.
"awww aduh sakit". Ida meringis karena jatuh terduduk di atas aspal tempat parkir kantor.
Hartawan berbalik mundur sambil memeluk Ropy yang shok.
"Satpam kemari" Hartawan memanggil satpam, dan satpam berlari menghampiri bosnya.
"Pak jangan biarkan perempuan ini masuk lagi ke kantor saya, kalau tidak terpaksa saya akan memecat anda!" Hartawan berbicara tegas.
"Siap pak laksanakan dan jangan pecat saya pak, saya akan melaksanakan perintah bapak" pak satpam ketakutan
"Bawa wanita ini keluar dan kunci gerbangnya, jangan biarkan dia mengganggu saya dan istri saya lagi" Hartawan marah terhadap mantan istrinya karena mengganggu istrinya.
Ida bangun dan plak... Dia menampar muka Ropy
"sudah mencekoki apa kamu sama dia, selama ini kang Hartawan tidak pernah sekasar ini sama saya" Ida menampar Ropy dengan keras karena tidak terima melihat Hartawan melindunginya, tapi kasar terhadap dirinya.
"aduh apaan sih ni orang ga jelas banget" Ropy mengaduh mukanya terasa sakit dan panas terkena tamparan Ida, dia mengelus pipinya seumur - umur dia tidak pernah di tampar orang.
plak.... Hartawan menampar Ida " benar - benar keterlaluan dan tidak tau malu. Aku menyesal pernah mengenalmu" Hartawan marah dia langsung menggendong istrinya untuk di bawa masuk ke ruangannya.
"Ayo sayang kita obati pipimu" Hartawan mencium pipi istrinya yang merah, lalu dia berjalan mau masuk kantor.
Ida marah dia di tinggalkan begitu saja, dan dia cemburu melihat Ropy di gendong dan di cium Hartawan sedangjan dia tidak di hiraukan sama sekali.
"Kaang kenapa memukul saya, awas ya Ropy kamu akan tau akibatnya. Saya akan tinggal sama Doni" Ida berteriak marah.
Hartawan baru mau melangkah masuk, tiba tiba dia berhenti dan memutar badannya.
"Jangan macam- macam kamu Ida dan jangan bikin malu pulanglah jangan bikin onar di sini... Pak satpam cepat bawa dia keluar bikin malu saja orang ini" Hartawan geram terhadap mantan istrinya dia merasa malu dan jijik melihat kelakuan mantan istrinya.
Setelah Ida keluar kantor lalu satpam mengunci gerbangnya.
Hartawan merebahkan istrinya di kasur di kamar di samping ruangannya, lalu dia mengambil es dari dalam kulkas dan mengompres muka istrinya yang terkena tamparan Ida.
"Ssssh" Ropy mendesis saat pipinya terkena es.
"Tahan sayang, supaya tidak lebam" Hartawan terus menempelkan es ke pipi istrinya.
Setelah merasa cukup mengompres pipi istrinya, Hartawan mengecup kening istrinya dan beranjak utuk menyimpan plastik bekas es ke meja. Dia merogoh saku mengambil ponsel.