
Semua cctv telah di cek tapi belum ditemukan ada tanda-tanda orang yang mencurigakan,.asisten pribadi tuan Hartawan meminta ijin kepada manager hotel untuk menggeledah kamar Sherly tapi tidak diijinin
Untung dia tadi sudah mengamankan gelas yang di pakai tua Hartawan dan setelah diperiksa oleh ahli ternyata ada sidik jari Sherly di sana, tapi untuk menangkap Sherly masih kurang cukup bukti.
Hartawan berendam di bathtub dengan air dingin karena masih ada efek obat di tubuhnya, dia kasian kalau terus-terusan menggarap istrinya yang sudah kelelahan makanya lebih baik berendam di air dingin. Setelah menggigil kedinginan dia turun dari bathtub, lalu dia keluar dari kamar mandi dan langsung tidur sampai pagi.
jam lima pagii Ropy bangun dan langsung masuk kamar mandi, selesai mandi dia melihat suaminya masih tidur pulas dia tidak tega membangunkannya. Karena tidak makan malam dia merasa sangat lapar, lalu dia mesan bubur ayam 2 porsi. Lima belas menit kemudian buburnya di antarkan ke kamarnya.
Selesai makan bubur dia keluar dari kamarnya dan duduk di balkon untuk menikmati udara pagi yang segar sambil menikmati teh hangat, dia berselancar di media sosial untuk mengisi waktunya dia juga nonton youtube tentang memasak dan traveling.
Jam tujuh pagi pintu kamar hotel di ketuk dari luar, dan ternyata pelayan mengantarkan sarapan pagi. Karena Ropy sudah makan bubur jadi sarapannya di simpen dulu sambil nunggu suaminya bangun.
Ropy memoleskan makeup natural di wajahnya di serasikan dengan baju yang dia pakai, walaupun usia sudah lima puluh tahun tapi dia masih tampak tiga puluh tahun. Wajahnya yang selalu memancarkan kebahagiaan dan selalu rajin perawatan, di dukung dengan dompet tebal dan selaku berpakaian serasi membuat dia dua puluh tahun lebih muda.
Jam delapan pagi Hartawan bangun sambil memegang kepalanya karena masih agak pusing akibat efek obat dan tidur sangat larut, dia langsung berjalan ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya. Setelah selesai dia memakai bathrob dan keluar dari kamar mandi, pakaiannya sudah di siapkan istrinya jadi dia tinggal pakai aja.
"ini pah minum dulu teh hangat supaya segar" Ropy memberikan cangkir yang berisi teh kepada suaminya.
"terima kasih sayang" Hartawan menerima cangkir itu dan langsung meminumnya.
"ini juga sarapannya tadi sudah ada yang ngantar sejam yang lalu, mau makan sekarang?" kata Ropy.
"enggak ah walaupun papa sudah lapar papa takut ada sesuatu di makanan itu, mama yang pesan sarapannya?" jawab Hartawan dan balik bertanya.
"enggak pah, tadi pelayan yang mengantar ke kamar" jawab Ropy.
"tuh apalagi kita enggak memesan sarapannya papa jadi parno, udah kita cekout aja nanti kita makan di jalan" Hartawan menghubungi asisten pribadinya untuk siap-siap pulang ke Jakarta dan kebetulan asprinya sudah siap.
Hartawan menggandeng pinggang istrinya keluar dari kamar hotel menuju lift lalu mereka masuk lift dan turun ke lantai dasar, setelah keluar dari lift mereka bergandengan keluar dari lobi hotel yang sudah di tunggu asisten pribadinya di mobil.
"mobil sudah di periksa dan remnya sudah aman?" Hartawan jadi parno takut ada apa-apa dengan mobilnya.
"sudah tuan dan sudah aman silahkan" aspri itu membukakan pintu mobil untuk bossnya.
Mobil yang di tumpangi mereka keluar dari parkiran hotel menuju jalan raya, satu jam kemudian mereka berhenti di rumah makan sunda karena Hartawan sudah sangat lapar.
"tadi pagi tuan belum sarapan?" kata asistennya
"belum lah kalau sudah gak bakal mampir di sini?" Hartawan turun dari mobil dan menggandeng istrinya.
"padahal tadi saya pesanin sarapan buat tuan dan nyonya, dan saya meminta pelayan mengantar ke kamar tuan. Atau menunya kurang cocok ya?"
"lah kenapa kamu gak bilang di pesanin sarapan, saya kan jadi parno takut terjadi lagi seperti kemarin sore yang membuat saya seperti kesetanan menggauli istri saya huhh" Hartawan menghembuskan napas kasar mengingat kemarin dia jadi kesal.
"maaf tuan saya lupa memberi tahu, karena tadi saya langsung ngecek mobil"
Asisten pribadinya lupa tidak memberi tahu dulu bossnya bahwa dia yang pesan sarapan.
"saya sudah makan tadi di hotel tuan, silahkan tuan dan nyonya aja" kata asisten pribadinya.
Hartawan dan Ropy masuk ke dalam rumah makan lalu Ropy memesan sop buntut panas dan kebetulan sopnya baru matang. Hartawan makan sangat lahap karena belum makan dari kemarin, beliau menghabiskan dua porsi sup dan dua porsi nasi.
Selesai makan mereka kembali ke mobil dan melanjutkan perjalannya kembali ke Jakarta.
***
Ropy dan Hartawan kembali ke rutinitas sehari-harinya, mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Hartawan sudah berangkat ke kantor, dan Ropy sudah stanby di restonya. Sambil menunggu pelanggan yang mulai berdatangan Ropy menelpon orang tuanya karena kangen.
"assalammualaikum nyai bagaimana kabarnya?" terdengar suara emak di seberang telpon.
"waalaikum salam, alhamdulillah sehat. Bagaimana emak dan abah sehat?" kata Ropy.
"emak alhamdulillah sehat tapi abah lagi sakit perut bolak-balik ke toilet terus" jawab emak.
"dari kapan? sudah periksa dan minum obat belum mak?" Ropy mencemaskan orang tuanya.
"dari dua jam yang lalu sudah enam kali bolak-balik, abah mana mau di periksa dan minum obat dia malah minta di bikinin rebus daun jambu batu" jawab emak.
"terus bagaimana atuh kalau gak mau di periksa?" Ropy semakin cemas.
"mudah-mudahan sembuh, biasanya cocok minum rebusan daun jambu batu" kata Emak.
"aamiin, kalian yang sehat-sehat ya. Oh ya mak tadi Ropy sudah transfer buat kebutuhan emak dan abah dan buat gaji art, tadi transfernya ke kang Taryat" kata Ropy.
"iya nyi terima kasih semoga rejekinya di gantikan oleh allah yang berlipat-lipat. Aamiin" emak terharu karena Ropy selalu memenuhi kebutuhannya, anak perempuan paling bungsu yang selalu perhatian beda dengan kakak-kakaknya malahan kakaknya Ropy sering di bantu oleh Ropy.
"aamiin, iya mak yang penting emak dan abah sehat ya. Salam buat abah ya mak, Ropy mau lanjut kerja lagi" kata Ropy menyudahi telponnya.
Setelah menutup telponnya Ropy menghitung pesanan pengunjung restonya yang mau bayar karena dia sudah selesai makan, setelah membayar lalu pengunjung itu keluar dari restonya.
Tidak lama kemudian datanglah seorang wanita cantik berpakaian serba terbuka dan bermakeup tebal, kira-kira usia 35 tahun jalan lunggak lenggok masuk menghampiri Ropy.
"selamat siang bu silahkan duduk, anda mau pesan apa?" Ropy mempersilahkan orang itu duduk di meja makan seperti tamu yang lainnya yang hendak makan di restonya.
"kenalkan nama saya Sherly maaf saya belum punya anak jadi tidak usah panggil bu saya masih lajang ko. Saya kesini bukan mau makan tapi mau bertemu tuan Hartawan"
"oh iya, maaf nona suami saya sedang di kantor" kata Ropy dia tahu nama Sherly itu perempuan yang menggoda suaminya karena Hartawan dan asisten pribadinya memberitahunya waktu di hotel Bandung.
"apa-apaan si tuan itu, katanya lagi di Resto dengan istrinya heh" Sherly kesal di permainkan Hartawan lalu dia pergi begitu saja tanpa pamit kepada Ropy.
"lagian ngapain cari-cari suami orang sampai kesini mending tujuannya baik, kasian banget tuh perempian gak punya harga diri sama sekali ampun deh" Ropy bergumam sendiri.