Ropy

Ropy
Mobil Ropy Tabrakan



Karena tidak di bukakan pintu Ida pergi lagi dengan menaiki taxi, dia kembali menuju rumah Hartawan yang di tinggali Doni.


"Ibu dari mana aja pagi- pagi sudah keluyuran? Dan apa coba itu dandanan berlebihan sekali, cobalah makeupnya yang natural bu ingat kulit ibu sudah keriput kalau dandan menor malah terlihat aneh"


Doni kesal mel8hat dandanan ibunya yang menor dia merasa geli melihat pakaiannya juga. Dan dia jugaheran melihat ibunya yang baru datang dan bermuka masam.


"Dari rumah papamu, tapi tidak di bukain pintu. Sialan banget di cuekin di depan pintu gerbang"


"Lagian ngapain ke rumah papah? Jangan bikin onar bu, aku malu sama papa dan mamah"


"Diam kamu Doni, ibu kesana meminta papamu menikahi mama lagi supaya kita bisa ngumpul lagi"


"Apa??? ibu meminta papa menikahi ibu lagi? Jangan harap ya! walaupun ibu adalah ibu kandungku tapi aku tidak setuju. Biarkan papa bahagia dengan mama, Doni juga sayang mama karena mama dan keluarga sangat baik dan menyayangi Doni bu. Jadi ibu jangan mengganggu mereka lagi, biarkan mereka bahagia bu!"


Doni marah dia tidak mengerti pikiran ibunya, lalu dia mengambil konci mobil dan menghampiri ibunya.


"Ayo bu kita pulang ke rumah ibu di Garut Doni antar sekarang, percuma kita tinggal bersama di sini kalau ibu bikin ulah"


"Tidak akan Doni, ibu akan memperjuangkan pernikahan dengan papamu supaya kita ngumpul"


"Memperjuangkan apa? Ngumpul sama siapa? Telaaaat bu sangat telat sekali, ibu pikir pernikahan itu permainan? Sadar buuu sadarr, jangan bikin malu Doni dan papah bu! Cukuplah penderitaan kami selama ini, sadar tidak bahwa ibu telah melukai hati kami? Dari kecil ibu tidak menghiraukan kami, ibu malah bersenang- senang dengan pacar ibu dan teman-teman ibu. Kapan ibu peduli dengan kami? Dan kenapa tiba-tiba datang mau merenggut kebahagian kami yang baru kami rasakan, kemana selingkuhan ibu dan teman-teman ibu? Jangan mimpi buuu... jangankan papa, aku aja malu dengan kelakuan ibu"


Doni terduduk dan berbicara keras, air matanya mengalir dia sangat kecewa dengan ibunya. Lalu dia berdiri memegang tangan ibunya yang diam mematung.


"Ayo pulanglah ke rumah ibu jangan ganggu papa lagi, biarkan papa bahagia dengan mama. Dan ibu juga hiduplah dengan damai di Garut, kalau Doni libur nanti Doni mengunjungi ibu di sana"


Dia menarik tangan ibunya membawa ke kamar lalu mendudukannya di kursi. Doni membuka lemari pakaian dan mengambil pakaian ibunya lalu memasukan pakaian ibunya ke dalam koper.


Setelah selesai mengemas pakaian ibunya dia berbalik dan melangkah ke arah pintu kamar yang terbuka.


'ayo bu mumpung masih pagi"


Doni melirik kearah kursi yang tadi di duduki ibunya, tapi dia tidak ada di situ lalu dia berjalan ke kamar mandi dia panggil ibunya tidak menyahut juga. Doni membuka pintu kamar mandi tapi tidak ada siapa- siapa di dalam.


"Ibu... Ibuuu"


Doni berjalan keluar kamar mencari ibunya dan terus memanggilnya, tapi ibunya tidak ada di rumah dan pintu rumah terbuka.


Ida berlari ke pinggir jalan dan langsung menyetop taxi yang kebetulan lewat, dia akan menemui Hartawan lagi dia akan berusaha mendapatkan Hartawan lagi pikirnya.


Di jalan sangat padat cenderung macet karena hari minggu, Ida melihat mobil Ropy di depan taxi yang di tumpanginya dia tau mobil Ropy yang pernah dia taburi paku waktu itu di tempat parkir kantor Hartawan dia penasaran dan menyuruh sopir taxi mengikutinya


"Pak ikuti mobil itu ya"


"Iya bu"


Mobil lama Ropy berhenti di parkiran supermarket, lalu mang Agus dan bi Ijah keluar dari mobil itu. Bi Ijah masuk ke dalam super market karena mau belanja, mang agus nunggu diluar sambil merokok.


Ida baru turun dari taxi dan menghampiri mobil Ropy, dia tidak melihat siapa yang ada di mobil itu karena tadi terhalang dua mobil. Dia mengendap- ngendap menghampiri mobil itu.


Ceklek pintu mobil bisa di buka dan terlihat kunci mobil menggantung di tempatnya, Ida tersenyum senang lalu pelan- pelan dia masuk mobil Ropy dia mengunci pintu mobil lalu menghidupkan mobilnya.


Perlaha mobil Ropy yang di kendarai ida keluar parkiran menuju jalan.


"Maling-maling"


"Hallo mang agus ada apa?"


"itu eemm anu bu... Itu... Mobil ibu di curi orang"


Mang Agus tergagap karena syok.


"Lho ko bisa mang? Di curi di mana?"


"Di depan supermarket bu, saya lupa mengunci pintu mobil dan tidak membawa kunci mobilnya Saya lagi merokok padahal dekat dengan mobilb itu tapi saya lagi membelakanginya"


"Di supermarket mana mang?"


"Du supermarjet xxx bu"


"Jauh amat ke supermarket itu mang?"


"ni bu saya mengantar bi Ijah belanja yang ibu pesan tadi, soalnya langganan daging yang biasa memasok dan mengantar ke rumah makan ibu lagi ada acara keluarga di luar kota. Jadi kami beli dagingnya di supermarket


Tadi saya mau ijin sama ibu ibunya belum ke rumah makan, di WA ibunya belum bals, di telpon sekali tidak jawab. Jadi kami inisiatip beli ke pasar tapi di pasar habis makanya kami ke sini bu"


"Ya udah mang Agus dan bi Ijah nanti pulangnya naik taxi aja"


"Terus mobil ibu bagaimana? saya mau lapor ke satpam ini dulu ya bu"


"Iya, mang agus tenang aja saya juga mau lapor polisi"


"iya bu, maaf ya atas keteledoran saya bagaimana saya menggantinya kalau mobil itu tidak ketemu"


Mang agus gugup dia bingung


"Tenang aja mang, polisi pasti menemukannya. Ayo sekarang lapor sarpam super market. Biar di lihat dari layar cctv siapa yang sudah mencuri mobil saya"


"Iya bu iya"


Mang Agus menghampiri satpam super market dia melaporkan kejadian barusan, satpam membawa mang Agus ke ruangan keamanan lalu meminta petugas memutar ulang cctv parkiran. Setelah mengcopy rekaman cctv lalu mang Agus mengirimkannya video itu ke Ropy.


Ida kesal karena jalanan macet dia menggerutu tidak henti-hentinya.


Sialan lama banget ini ada apa biasanya di daerah ini tidak macet.


Dan ternyata polisi sedang menghentikan mobil satu persatu, Ida ketar- ketir dia takut ketahuan polosi.


Ida melihat jalanan sebelah yang melawan arah kosong tidak ada mobil, lalu dia berniat kabur pas mobil yang di depannya maju dia membelokan mobilnya ke arah yang berlawanan dan menginjak gasnya. Mobil melaju sangat kencang.


Polisi menyadari keganjilan mobil itu, lalu rekannya mengejar mobil Ropy yang di kendarai ida dengan mobil polisi dan sirine berbunyi menggentarkan.


Ida panik menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi, polisi juga tidak mau kalah terus mengejar ida dan kejar-kejaran.


Mobil sudah hampir terkejar oleh polisi, Ida semakin panik dia melihat jalannan kecil menuju rumah penduduk diapun spontan membelokan mobil ke jalan kecil itu.


Brakkkk...


Tabrakan tidak bisa di hindari, Ida menabrak mobil angkot yang lagi berhenti menunggu penumpang, dia tidak ingat apa-apa lagi karena kepalanya terbentur.