
Pengantin baru sedang bersiap - siap karena hari ini mereka akan bulan madu ke Bali, hadiah dari Hartawan papa tirinya.
"mas Anto aku deg-degan karena baru pertama kali naik pesawat"
"tenang sayang kan ada mas yang menjaga kamu"
"iya mas tapi ini deg-degan sendiri, coba pegang dadaku"
Hartanto memegang dada Sinta istrinya, tapi dasar lelaki pengantin baru pula dan baru semalam mereka melakukan yang pertama, walaupun dua-duanya unboxing yang pertama tapi naluri kelelakiannya mengalir begitu saja seperti yang sudah ahli.
Bukannya hanya memegang tapi dia juga me•emasnya dan memainkan puncaknya dan di lanjutkan dengan h•sapan, Sinta memegang kepala suaminya dia merintih kesakitan bercampur nikmat.
Akhirnya mereka terbuai dan terjadi lagi melanjutkan olahraga seperti semalam.
Satu jam lebih mereka berolahraga akhirnya kelelahan banjir keringat dan banjir lahar panas, Hartanto menggendong istrinya di bawa ke kamar mandi lalu dia meletakan istrinya di bathtub yang sudah di isi air, diapun ikut naik ke bathtub bersama istrinya.
"Massss awww uuuhhhh"
Seperti tidak ada puasnya setelah capeknya reda, Hartanto menggempur lagi istrinya di dalam bathtub.
"Sayangggg ahhhhhk"
Hartanto terkulai memeluk istrinya, lalu mereka bersandar di bathtub dengan kepala Sinta bersandar di dada suaminya, Hartanto meraih sabun cair lalu dia meneteskan ke tangannya dan ke tangan istrinya setelah itu mereka saling menggosok dan saling memijat juga meremas dan....
"Sssshhhhh awwww pedih banget mas dan sssakit huuuh huhh"
Sinta merintih karena itunya merasakan perih dan sakit bercampur nikmat yang luar biasa ketika suaminya mendudukannya di atas pangkuannya yang otomatis membuat pedangnya langsung menancap masuk ke sarangnya secara sekaligus.
"Maaf sayang, karena pedangnya berdiri terus uhhh ahhhk"
Empat jam kemudian pengantin baru sudah ada di dalam pesawat, karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas menuju Bali.
Dan dua jam berlalu akhirnya mereka sampai di Pulau Bali, pulau yang indah dan berbudaya di negara tercinta ini.
-
-
-
"nyi emak dan abah pamit ya, kamu dan suamimu rukun selalu, bahagia selalu pokona bahagia sampai ka surga"
"Aamiin... Padahal mah emak dan abah tinggal di sini aja bersama kami, saya senang kalian ada di rumah ini"
"terima kasih jang Hartawan tapi abah sudah tua, abah mau menghabiskan sisa usia kami di kampung ya mak"
"Iya ujang, terima kasih sudah membuat anak kami bahagia"
"sama-sama mak karena Ropy lebih berharga daripada nyawaku mak, terima kasih sudah melahirkan seorang anak perempuan yang menjadi pendamping saya yang menemani hidup saya dan terima kasih telah merestui pernikahan kami. Kalian hati-hati di jalan dan sehat-sehat ya semuanya"
Hartawan begitu bangga memperistri Ropy yang ia sukai dari kecil terlebih sikap Ropy yang baik penurut dan nerimo, semakin hari dia semakin bertambah kadar cintanya dan semakin tergila-gila di buatnya.
Mereka berpelukan secara bergantian, setelah itu mereka naik mobil yang di kendarai kang Taryat menuju kampung halaman.
Setelah mobil kang Taryat keluar dari gerbang rumah Ropy, Hartawan menutup gerbangnya dia berbalik dan memeluk istrinya lalu menciumnya dengan •akus.
Mereka terbuai dan meremang l•matan Hartawan membuat Ropy terpancing dan membalas perlakuan suaminya.
Hartawan akhirnya tidak tahan dia menggendong istrinya dan membawanya langsung ke kamar, dan di lanjutkan dengan saling serang sampai tumbang bersama.
...****************...
Wendy pamitan kepada anaknya karena sudah tiga hari tiga malam tinggal di rumah Hartono, dia mau masuk kerja besok karena mengajukan cutinya hanya tiga hari dan cutinya habis hari ini.
Setelah pamitan kepada anaknya Wendy melajukan mobilnya ke jalan raya, dia mampir ke rumah mantan istrinya, sampai di sana dia melihat aoa yang di lakukan Hartawan kepada mantan istrinya. Dia duduk lemas melihat kegiatan mereka, tidak terasa air matanya jatuh di pipinya.
Wendy menghela napas berat hatinya begitu sakit melihat mantan istrinya berbuat begitu di depannya walaupun mereka tidak menyadari ada yang memperhatikannya, dia teringat kelakuannya dulu dengan Sarah yang pernah berciuman dan terlihat oleh Ropy padahal waktu itu masih terikat perkawinan dengannya.
"pasti dulu Ropy merasakan sakit juga apalagi kami masih terikat perkawinan, aku aja yang sudah lama bercerai dengan dia merasakan sakit seperti ini padahal dia dengan suaminya yang sah. Lah aku waktu itu melakukan zina dengan Sarah... Bagaima perasaan dia pasti lebih sakit..."
Perasaan Wendy tidak menentu dia begitu sakit setelah menyadari kelakuannya dulu, dia sakit hati melihatnya karena sedang mengharapkan mantan istrinya kembali padanya.
Padahal mencintai itu tidak harus memiliki, cukup membiarkan mereka bahagia dengan pasangan yang di cintainya dan jangan berusaha merebutnya karena tidak akan membuatnya bahagia, malah akan membuatnya hancur dan terluka.
Wendi menghapus air matanya perlahan dia melajukan mobilnya ke jalan raya yang padat dengan kendaraan, maklum Jakarta tiada hari tanpa macet.
Ketika sedang asik minum kopi dan menghisap rokok Wendy dikagetkan dengan tepukan di pundaknya, dan ternyata yang menepuknya dari belakang adalah Sarah mantan istri sirinya.
"hai mas apa kabar?"
"baik, bikin kaget orang aja kamu"
"maaf mas, habisnya dari tadi melamun terus"
"lagi apa kamu di sini dekat rumah saya?"
"mau ketemu mas Wendy"
"dih ngapain kita sudah tidak ada urusan"
"tapi aku ada mas, aku sudah bercerai dari suamiku"
"lah apa urusannya sama saya?"
"karena aku ternyata masih mencintaimu mas aku ingin kita bersama lagi, aku janji akan merubah sikapku dan aku tidak akan menghambur- hamburkan uangmu lagi"
"dulu aja kamu janji begitu tapi kenyataannya nol besar, malah kamu kabur dengan selingkuhanmu"
"aku tidak akan melakukan hal itu lagi, berilah aku kesempatan"
"tidak akan aku tidak percaya lagi sama kamu Sarah"
"sekali lagi mas plis beri aku kesempatan kedua, aku janji atas nama tuhan aku akan selalu bersamamu dan menurut kepadamu kalau kesempatan itu di berikan kepadaku"
"jangan bawa-bawa tuhan Sarah"
"habisnya mas tidak mempercayaiku"
Sarah menunduk dan menangis, Wendy merasa tidak enak di perhatikan orang seolah - olah telah membuat Sarah menangis. Untuk menetralkan suasana dia menghela napas panjang dan berkata kepada Sarah...
"saya akan memikirkannya terlebih dahulu, sudah jangan nangis disini malu di lihat orang"
Sarah menghapus air matanya dia mengankat kepalanya dan menatap Wendy sendu.
"terima kasih mas kamu mau mempertimbangkannya"
"iya, ya udah saya duluan ya"
Wendy berdiri hendak meninggalkan Sarah, tapi Sarah memegang tangannya...
"mas antar aku pulang ya, aku tadi tidak bawa mobil"
"lha tadi kamu ke sini naik apa?"
"ikut temen kebetulan lewat rumah mas Wendy jadi aku minta di turunkan di depan rumah mas"
"alesan aja kamu, ayo cepat aku mau istirahat"
Wendi berjalan keluar kafe menuju parkiran diikuti Sarah dari belakang, setelah mereka masuk mobil Wendy menyalakan mobilnya dan melaju perlahan keluar dari parkiran menuju jalan raya mau mengantarkan mantan istri keduanya.
"terima kasih ya mas mau mengantar aku, ayo mulai semuanya dari awal"
Sarah senang sekali di kasih lampu hijau oleh Wendy dia bergelayut manja di lengan Wendy.
"jangan begini Sarah aku kan lagi nyetir"
"habisnya aku kangen mas, tiap malam susah tidur aku selalu merindukan kebersamaan kita mas"
Wendy hatinya melunak dia ingat ketika memohon untuk kembali kepada Ropy padahal Ropy sudah mempunyai suami lagi, dia merasa dejavu dengan perlakuan Sarah kepadanya. Wendy berniat akan memberikan kesempatan kedua kepada Sarah, dengan syarat dia mau merubah kebiasannya dan menurut padanya.
Sarah menvium pipi Wendy sekilas, melihat tidak ada reaksi marah Sarah tersenyum bahadia dan memeluk tangan Wendy dengan senang.
Sarah agresif mencium dan me•umat bibir Wendy padahal Wendy sedang menyetir di jalan raya, karena terbuai secara replex Wendy membalas ciuman Sarah dan....
Brak... Mobil Wendi menabrak toronton yang sedang melaju dari arah yang berlawanan, karena pada saat mereka berciuman secara tidak sengaja setir mobil Wendy berbelok ke arah yang berlawanan akhirnya tabrakanpun tidak bisa di hindarkan.
Mobil Wendy pun hancur karena setelah tertabrak terseret beberapa meter dan terbanting sampai berguling-guling di jalan dan berhenti di pinggir jalan ketika tertahan pohon besar yang tertabrak mobil Wendi juga ketika berguling.