
Hari - hari berlalu... Karena merasa jenuh di rumah Ropy jalan - jalan berkeliling dengan mobilnya, setelah merasa cukup lalu dia hendak pulang melajukan mobilnya berbalik arah. Sebelum nyampe rumah seperti biasa dia mampir dulu ke kedai baso bang Jali langganannya untuk membeli baso, tiba di kios baso ternyata bang jali lagi ngobrol dengan ibu - ibu. Akhirnya Ropy duduk dulu di bangku panjan yang tersedia di situ, nau langsung oesan gak enak karena mereka terlihat serius banget sampe enggak ngeh ada orang lain datang...
"bang bayarlah ruko sebelah... di murahkan buat bang jali mah, karena saya di suruh berhenti membuka toko kue sama anak saya... Dia mau membawa saya ke ibu kota, di sini saya kesepian... Saya mau mencoba ikut ke ibu kota" kata si ibu - ibu kepada bang jali...
"aduh boro - boro beli kios, anak saya masih kuliah dan pendapatan gak tentu uang saya gak sebanyak itu bu" jawab bang jali.
'gini aja buu... entar pasang plang aja, biar saya yang pasangin plangnya... Mudah - mudahan laku secepatnya ya buu" sambung bang Jali lagi.
'ya udah saya pulang dulu... Yang mau di jual rukonya aja ya bang, kalau rumah saya yang di sampingnya tidak di jual. Terima kasih ya mas... Assalammualaikum..." pamit ibu - ibu sambil keluar dari kedai bang Jali.
"Eh ada bu Ropy ...maaf menunggu, sudah lama ya?" tanya bang jali gak enak... Kebetulan belum ada pelanggan lain karena jam - jamnya sibuk kerja.
"gak apa - apa bang lagian baru 10 menit ko... Biasa bang baso sayur 1 porsi dan basonya aja 1 porsi di plastik aja mau di makan di rumah dan jangan lupa bening ya bang..." jawab Ropy... "siap buu laksanakan" jawab bang Jali sambil terkekeh.
Setelah membeli baso Ropy langsung pulang ke rumahnya, nyampe rumah dia langsung ke meja makan untuk makan basonya.
Sambil makan baso dia teringat ucapan ibu tadi, sepertinya dia tertarik dengan ruko itu. Dengan ukuran yang lumayan agak gede dengan harga yang terbilang murah karena lebih rendah dari harga pasaran "mudah-mudahan uangku cukup" bathin Ropy dia berniat membuka rumah makan sunda untuk mengisi waktunya, karena anak - anaknya sudah besar. Daripada keliling - keliling gak jelas pikirnya.
Dret... Dret... Terlihat di layar hp teh Nina menelpon.. "hallo... Iya teh" Ropy mengangkat telponnya... "hallo Rop...sekarang ke rumah sakit, ibu baru aja masuk rumah sakit" kata Nina di sebrang sana... "iya teh aku langsung ke sana, emanya ibu sakit apa? Kemarin masih baik - baik aja" tanya Ropy penasaran karena kemarin beliau baik - baik aja waktu berkunjung ke rumah mertuanya.
Di rumah sakit Nina panik sendirian karena belum ada siapa - siapa yang datang "dok mertua saya kenapa" tanyanya kepada dokter yang nenanganinya... "ibu mertua anda kena serangan jantung... Mohon ibu tenang ya, saya periksa dulu secara detail" jawab dokter sambil terus menangani bu Nenih yang belum sadar.
"mah ibu sakit apa? Ko tiba - tiba pingsan sudah lama belum sadar tidak biasanya?" tanya mas Joni yang baru datang ke rumah sakit menghampiri Nina istrinya... "gak tau mas, tiba - tiba aja ibu pingsan pas lagi ngobrol" jawab Nina
"kamu tidak bicara aneh - anehkan dengan ibu?" tanya Joni curiga
"ih apaan aku gak ngomongin yang aneh - aneh ke ibuu... Kenapa mas mencurigaiku" jawab Nina ketus... "ya aneh aja enggak biasanya, pingsannya lama lagi" jawab Joni khawatir melihat ibunya di tangani beberapa dokter tapi belum sadar juga.
"ibu di mana ini Jon?" tanya ibu Nenih kepada anaknya... " ibu di rumah sakit... Alhamdulillah ibu sudah sadar... Apanya yang sakit bu?" tanya Joni sambil mengenggam tangan ibunya
"dada sakit dan terasa sesak" jawab ibu Nenih...
"maaf pak sepertinya ibu anda harus di rawat inap beberapa hari kedepan, untuk lebih lanjut silahkan ke ruang administrasi" kata perawat menghampiri Joni dan Nina.
"iya sus.... mas ke sana dulu ya untuk membayar ruang rawat inap ibu" kata Joni kepada istrinya... " eeh tungu - tunggu mas, jangan kamu yang bayar semuanya patungan aja sama kakak dan adik - adik kamu mas. Keuangan kita kan lagi drop" kata Nina ketus... "ya... nantilah kita obrolin sama - sama, sekarang mas bayar dulu pakai uang yang ada dulu, ini mas bawa uang kantor... Biar ibu cepat di pindahkan ke ruang rawat" kata Joni sambil berlalu keluar dari IGD menuju ruang administrasi...