
Kesibukan Ropy tak ada habisnya setiap hari melakukan kegiatan yang hampir sama, walaupun dia senang melakukannya tapi kadangkala timbul rasa jenuh juga.
Hartawan pun sama sebagai seorang suami dan memimpin di perusahaan ia di tuntut untuk bekerja profesional dan harus bisa membagi waktu buat istri dan keluarganya.
Anak-anaknya sudah dewasa dan sibuk dengan urusannya masing-masing jadi kalau ingin berlibur sekeluarga sekarang sangat sulit, walaupun tanggal merah tapi kadang mereka sudah ada janjinya tersendiri.
Ropy hari ini ada di fase jenuh karena beberapa bulan ini tidak ada waktu untuk bercengkrama dengan keluarga, minggupun suaminya harus lembur jadi bertemu hanya saat menjelang tidur saja.
"pah masih sibuk enggak?"
"masih sayang papa sampai nggak sempat istirahat kalau siang, untung punya istri yang selalu perhatian dan nyuapin papa kalau tidak papa mungkin gak sempat makan siang"
"papa lagi bikin proyek apa sih sibuk banget akhir-akhir ini?"
"ada deh sayang pokonya ini kejutan"
"dih main rahasia segala bikin mama penasaran aja"
"sabar sayang pokonya tunggu kejutannya dari papa buat istriku yang cantik"
"ih papa ko gitu sih mama kan jadi kepo"
"enggak usah kepo sayang, tunggu sebulan lagi selesai"
"tapi kalau papa sibuk terus mama jadi kesepian, biasanya abis magrib ngobrol, nah ini pulangnya jam sembilan kadang-kadang mama sudah tidur papa baru pulang dan pagi-pagi sekali sudah berangkat"
Ropy manyun dia ngambek sama suaminya dia merasa diabaikan, dia bergegas mengemas bekas makan suaminya dan hendak pergi ke luar kantor suaminya.
"sayang jangan pergi dulu papa masih kangen"
"kangen apaan orang dari tadi aja di cuekin, mulut menerima suapan tapi matanya ke laptop?"
Ropy hendak membuka pintu ruangan suaminya dia merasa kesal sudah dua bulan ini slalu begitu, Hartawan cepat-cepat bangun dari tempat duduknya dia berlari secepat kilat ke arah istrinya dan langsung memeluknya dari belakang dia menciumi leher istrinya dan menelusupkan kepalanya di leher istrinya.
"maaf sayang kalau merasa terabaikan sama papa, tunggu ya sebulan lagi kita akan selalu bersama-sama kemanapun keinginanmu akan papa turuti"
Ropy membalikan badannya dan membalas pelukan suaminya, dia tidak bisa lama-lama ngambek kalu sudah di perlakukan seromantis ini, terlihat air matanya menetes di pipi cantiknya dan langsung di kecup suaminya.
"papah aku jenuh begini terus hik"
"iya sayang sabar ya sebentar lagi ayo duduk di pangkuan papa, papa tanggung mau melanjutkan pekerjaan"
Hartawan menggendong istrinya dan mendudukannya di pangkuannya tangannya kembali kepada laptop, sedangkan Ropy memeluk suaminya dan menenggelamkan kepalanya di leher suaminya dia kangen dengan adegan seperti ini"
Ropy inisiatip sendiri memulai apa yang dia inginkan, Hartawan tidak merasa terganggu dengan kegiatan istrinya tangannya terus bermain di atas kibot laptopnya sedangkan Ropy bermain sendiri dan bekerja sendiri sesekali terdengar de•ahan dan jeritan kecil pada akhirnya Hartawan menunda pekerjaanya dan melanjutkan pekerjaan yang membuat tubuhnya segar dan rilex.
"pah jalan-jalan yuk, mama kangen jalan bersama"
"iya sayang tapi nanti ya kalau proyek papa sudah selesai"
"lama ih pah sebulan lagi mah mama minta jalannya di sekitar sini aja, misalkan hari minggu berbelanja bersama makan baso bersama, atau lari pagi bersama paling dua jam tiga jam pah"
Ropy masih bergelayut manja di dada suaminya, mereka bercucuran keringat habis menuntaskan kegiatannya.
"iya sayang tapi setelah itu papa lanjut kerja lagi ya walaupun hari minggu"
"iya nggak apa-apa yang penting kepala mama tidak mumet"
"iya pah, gini aja aku sudah senang, lagi yuk pah mungpung belum di keluarin punya papa juga berdiri tegak lagi nih"
"lanjut lagi sayang papa juga suka seperti ini, jangan beranjak dulu ya"
Hartawan mengecup pipi istrinya dia tersenyum bahagia di perlakukan seperti ini, mereka sering melakukan ini ketika Hartawan sedang sibuk di depan leptop dan Ropy yang memulai dan bekerja lebih lebih keras sendiri sampai sama-sama merasa puas dan rilex.
"pah aku pulang dulu ya sudah jam empat nih, tadi di rumah makan masih berantakan"
"iya sayang hati-hati di jalan, terima kasih yah serpisnya sungguh membuat papa ketagihan di buatnya"
"sama-sama sayang, dah papa"
"dah sayang sini peluk dulu"
Mereka berpelukan setelah itu Ropy berjalan keluar kantor suaminya menuju parkiran, dan tiga puluh menit kemudian Ropy sampai di rumah makan.
"bu tadi ada yang pesan ketring 300 box nasi komplit, 300 box snek untuk hari kamis, ini catatan pesanannya 150 box untuk jam sepuluh dan yang 150 box lagi untuk jam tiga katanya"
"alhamdulillah kita sibuk lagi ya, besok kita belanja ya ayo kita catat apa-apa yang harus di beli"
"iya bu"
Ropy ke dapur memeriksa stok bahan makanan dan ternyata sebagian sudah habis, dia langsung menelpon pemasok daging ayam dan telor jadi besok dia tinggal beli bahan-bahan lain, bumbu-bumbu dan sayuran.
Jam tujuh malam Ropy siap-siap pulang ke rumahnya dia menjalankan mobilnya menyusuri jalan Jakarta yang padat merayap, Ropy menghentikan mobilnya ketika lampu merah menyala dia melirik ke samping ketika melihat anak kecil yang mengamen, bajunya kotor dan mukanya kumal hati kecilnya tidak tega melihat itu dia membuka sedikit kaca mobilnya dan memberi uang lembar merah.
"adik hati-hati main di jalan malam-malam begini"
"terima kasih ibu, smoga rejeki ibu cepat tergantikan yang berlipat"
"aamiin sayang, ayo pulang ibumu pasti cemas menunggu di rumah"
"iya bu saya akan pulang karena sudah dapat uang buat beli obat untuk ibu saya, sekali lagi terima kasih bu"
"sama-sama nak, memangnya ibumu sakit apa?"
"ibu sakit demam dan batuk-batuk berdarah"
"terus ayahmu kemana?"
"saya tidak tau bu, dari kecil saya tidak tau dimana ayah saya"
"ya allah yang kuat ya nak smoga kamu nanti jadi orang yang sukses dan bisa membahagiakan ibumu, ini tambah lagi buat berobat ibumu besok bawa kerumah sakit ya"
"terima kasih bu ya allah smoga ibu slalu dalam lindungan tuhan yang maha Esa"
"aamiin sayang di mana rumahmu?"
"di sana bu pinggir kali itu belakang sekolah SD"
Ropy menyodorkan amplop yang berisi uang sepuluh lembar merah kepada anak itu dia begitu terharu anak sekecil itu berusaha mendapatkan uang buat ibunya berobat, dia sampai tidak menyadari lagi berada di lampu merah dan seketika dia di kagetkan dengan suara klakson dari belakang karena lampu sudah hijau dari tadi.
"dadah anak baik cepat pulang ya hati-hati... Semangat"
Ropy menutup kaca mobilnya dan melajukan mobilnya perlahan, anak itu mengucapkan terima kasih lagi sampai menitikan air mata dia membungkukan badannya ke arah Ropy dan membuat Ropy semakin terharu dengan anak itu yang begitu sopan dan tau cara berterima kasih.