
Tiga hari berlalu kami tinggal di rumah abah, setiap pagi selalu heboh dengan suara ayam dan bebek minta makan. "mama aku di ajak mancing ikan sama wak Taryat di kolam abah, boleh ya mah?" Hartanto minta ijin pergi mancing ke mamanya. "iya kak, hati - hati ya jangan terlalu pinggir kolam ya kak" Ropy megijinkan Hartanto memancing. "iya mah, adik mau ikut gak sama kakak?" ajak Hartanto pada adiknya Hartono 'nda mau ka takut kejebul ke kolam ailnya kotol" jawab Hartono sambil gak berhenti mainin mobil - mobilan. "ya udah kakak mancing dulu ya mah, dek" pamit si sulung "iya nanti mama nyusul ke sana sama adik" jawab Ropy sambil tersenyum. Satu jam berlalu Hartanto merengek ingin menyusul kakaknya, lalu Ropy ke kamar untuk ngambil gendongan takut nanti si bungsu minta di gendong. "ayo sayang kita nyusul kakak, lihat ikan - ikan" ajak Ropy sambil menuntun Hartono. Tiba di kolam yang jaraknya gak jauh dari rumah abah, Ropy mendudukan si bungsu di bangku panjang dari bambu yang sudah tersedia di situ. "kak udah dapat belum ikannya" tanya Ropy ke Hartanto, "dapat banyak mah tapi kecil - kecil, kakak mau ikan itu yang besar tapi gak makan umpan kakak" keluh si sulung sama mamanya, "mungkin ikannya gak lapal kak" Hartono menimpali kakaknya. "sabar aja nanti juga dapat ikan besar itu, ua punya trik cara menangkap ikan besar dengan mudah" kata wak Taryat sambil senyum - senyum. "gimana caranya wak, ayo tangkap ikan besar yang merah dan temannya itu yang besar - besar itu wak" Hartanto kegirangan sambil menunjuk - nunjuk telunjuknya ke arah ikan yang santai berenang di kolam "caranya Hartanto bilang dulu ke ema sama abah, bilangnya aku mau ikan besar yang merah dan domas gitu. Ayo sana ngomong sama abah" wak Taryat memprovokasi Hartanto, dia pun berlari ke rumah kakeknya. Gak lama muncul Hartanto sambil menarik jari tangan abah "ya udah buka aja tanggul yang bawah jang, biar airnya surut" kata abah sama wak Taryat, wak Taryatpun turun ke kolam mengikuti perintah abah untuk membuka tanggul bawah. Setelah tanggul di buka air kolam semakin menyusut, setengah jam kemudian air semakin sedikit dan nampak ikan yang banyak. Ada ikan mas, mujaer, bawal dan lain - lain. Hartanto dan Hartono loncat - loncat melihat ikan yang banyak "ayo wak tangkap ikan yang merah aku mau yang itu"... "aku juga mau yang melah besal uaaa" seru anak - anak Ropy pada uanya. "iya tunggu sebentar lagi ua akan menangkapnya, kalian tunggu aja di situ hangan turun banyak anak ikan ele nanti takut kepatil" jawab uanya. Emak pun datang menghampiri sambil membawa ember di isi sedikit air, buat nampung ikannya supaya tetap hidup di ember. Beberapa menit kemudian ikan merah dan domaspun sudah di tangkap wak Taryat dan di masukin ke ember dari emak 'horeeee...." ..... "holleeee....." anak - anak kegirangan sambil menghampiri ember yang ada ikan - ikan pesanan mereka "mah nanti kalau kita pulang ke kota ikannya bawa aja, kakak mau melihara ikan ini lucu mah kakak suka mulutnya monyong - monyong minumnya banyak".... "tapi kak di nenek kota enggak ada kolam, kasian ikannya kalau di ember kesempitan kak"... "yah gimana dong kakak suka ikan ini" Hartanto cemberut. " main ikannya di sini aja dulu, nanti kalau kita punya kolam di kota baru ikannya di bawa yaaa. Nanti kakak bilang sama ayah, oke" kata Ropy sambil mengelus kepala anak - anaknya "oke mah" jawab si sulung lesu sambil menunduk.