Ropy

Ropy
Membelikan Ponsel Baru Untuk Nurdin



Ropy memainkan ponselnya dia bosan gelatak gelutuk sendirian di atas kasur setiap detik setiap menit dia memeriksa pesan dari suaminya tapi boro-boro dapat balasan di baca juga belum, dia cemas karena pesannya belum di balas suaminya kalu menelpon takut mengganggu pekerjaan suaminya yang mungkin masih tanggung padahal waktu sudah menunjukan jam sembilan malam.


Sambil menunggu suaminya Ropy menonton youtube acara komedi, dan akhirnya dia melupakan kecemasannya di ganti dengan tertawa sendirian karena terhibur dengan tingkah dan celotehan kocak komedian itu.


Karena keasikan nonton komedi tidak terasa sudah jam sebelas malam Ropy mematikan laptopnya dia siap-siap mau tidur, tapi baru aja menarik selimut terdengar suara mesin mobil memasuki garasi rumahnya.


Ropy pura-pura tidur karena kesal dengan suaminya yang tidak membalas pesannya, ketika Hartawan masuk kamar dia seolah-olah tertidur lelap.


Hartawan langsung masuk kamar mandi untuk bersih bersih dan gosok gigi setelah itu dia meraih bathrobnya dan berjalan keluar dari kamar mandi, dia langsung naik ke tempat tidur dan memeluk istrinya.


"maap sayang kamu pasti bosan menungguku sendirian di kamar"


Hartawan menciumi seluruh wajah istrinya tidak ketinggalan dia mencium mata istrinya, semakin ke bawah semakin terpancing dan dia membuka gaun tidur istrinya.


"kamu sexy sekali sayang papa makin cinta sama mama"


Hartawan ngomong sendirian sambil terus memainkan dan mengh•sap kesukaannya, Ropy sudah gak tahan dia tidak bisa lagi untuk pura-pura tidur dia melenguh nikmat di perlakukan begitu oleh suaminya.


Ropy meraih kepala suaminya dan membenamkannya disana dia membuka kedua kakinya lebar-lebar untuk memudahkan suaminya mengakses miliknya, sesekali dia berteriak dan tubuhnya bergetar membuat suaminya semakin menggila.


Tidak ada capeknya setelah seharian bekerja dan pulang malam tapi jam dua dini hari dia masih berpacu dengan peluhnya, Hartawan begitu lincah dan menggilai istrinya Ropy juga sama itu yang membuat dia tergila-gila dengan suaminya sampai pada akhirnya mereka berdua terkulai lemas dan terlelap dalam kenikmatan dan kepuasan dengan saling berpelukan.


Ropy bangun kesiangan karena habis lembur dengan suaminya, perlahan dia bangun dan duduk bersandar di tempat tidur dia melirik ke samping yang ternyata suaminya sudah tidak ada.


"MAAF SAYANG PAPA BERANGKAT KERJA DULUAN YA PAPA TIDAK TEGA MEMBANGUNKAN MAMA YANG MASIH TERLELAP


I LOVE YOU MY BEAUTiFUL MUACH"


Ropy meraih tulisan yang tergeletak di atas bantal suaminya, dia tersenyum senang membaca kata-kata manis dari suaminya dia mencium tulisan itu dan meletakannya di dada sambil memejamkan matanya dan dia bergumam "I LOVE YOU MORE PAPA" (seperti gadis jaman dulu yang menerima surat cinta dari kekasihnya hihihi)


Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi Ropy berjalan keluar dari kamar menuju meja makan, dia melihat bi Sari yang sedang membuat kue.


"siang bi, bikin kue apa tuh"


"siang juga bu, bibi lagi bikin bolu ketam hitam keju sebentar ya bu bibi hangatkan dulu masakannya"


Bi Sari menghangatkan sup sapi kesukaan majikannya karena tadi subuh tuan Hartawan meminta di buatkan sup daging sapi dan tumis capcay, dan tuannya berpesan untuk tidak membangunkan istrinya sampai dia bangun sendiri karena menurutnya istrinya harus cukup istirahat.


"sedikit aja bi ngangetin supnya soalnya nanti jam satu siang saya akan makan bersama suami saya"


"iya bu, mau di tunggu gak kue bolunya buat bekal"


"memangnya bikinnya berapa?"


"dua loyang bu"


"ya udah saya bawa satu ya, langsung panggang aja sekarang bi sebelum ngangetin sup biar gak nunggu lama"


"siap bu laksanakan"


Bi Sari memasukan adonan ke dalam cetakan lalu memasukannya ke dalam oven untuk di panggang, setelah adonan masuk oven lalu dia menghangatkan sup dan menyajikannya di depan Ropy.


"terima kasih ya bi makanannya, saya langsung berangkat ke rumah makan ya sebentar lagi jam makan siang pasti lagi rame-ramenya dan nanti jam satu siang saya harus ke kantor suami"


"iya bu hati-hati di jalan semangat"


"iya bibi juga semangat... Assalammualaikum"


"waalaikum salam"


Ropy membuka pintu mobil dan dia menghidupkan mesinnya setelah dia duduk di belakang kemudi, pelan-pelan dia meluncur ke jalan raya dan bi Sari menutup gerbang setelah majikannya keluar.


Jam sebelas siang Ropy sampai di rumah makan dan langsung di sibukan dengan tugasnya yang sudah menunggu, sampai jam satu siang dia baru ngeh saking sibuknya dia langsung menyiapkan makan siang suaminya dan mengemasnya di kotak makan setelah iru dia pamit kepada karyawannya untuk mengantar siang suaminya.


Setengah dua siang dia sampai di kantor suaminya dan langsung menyuapi suaminya seperti biasa, Harrawan sibuk dengan pekerjaannya Ropy kali ini mengerti dia tidak mengganggu suaminya yang lagi sibuk karena sudah mendapatkan surat cinta tadi pagi.


"pah mama balik lagi ke rumah makan ya"


"ko buru-buru sih sayang, biasanya kan duduk dulu di pangkuan papa untuk menambah daya batre papa"


"papa kan lagi sibuk biar cepat pulang jadi hari ini libur dulu ya sayang, nanti malam aja di rumah biar lebih bebas mengexplor gaya...cuup"


Ropy mengecup suaminya dan berlalu mendekati pintu ruang kerja suaminya.


"dah sayang hati-hati di jalan"


"dah papa assalammualaikum"


"waalaikum salam"


Ropy mengendarai mobilnya menyusuri jalanan ibu kota tiba-tiba teringat anak kecil itu yang semalam mengamen di lampu merah, dia membelokan mobilnya menuju sekolah dasar yang di tunjukan anak itu semalam.


" permisiii apakah nyonya yang semalam di lampu merah itu?"


Ropy membalikan tubuhnya dan menjawab pertanyaan anak itu dan ternyata yang semalam ngamen di lampu merah.


"iya dek, kamu mengenali saya walaupun dari belakang?"


"iya nyonya saya masih ingat plat mobilnya"


"oh ya, bagaimana sekarang ibumu?"


"ibu di rawat di rumah sakit nyonya berkat bantuan dari nyonya, ibu saya sekarang di rawat asalnya niat periksa aja ke rumah sakit tapi katanya harus di rawat"


"sakit apa kata dokter?"


"ibu terkena TBC katanya dan setelah di rawat ibu harus rutin minum obat selama enam bulan kedepan"


"iya nak, smoga ibumu lekas sembuh ya sayang. Dan kamu hati-hati jangan lupa selalu pakai masker ketika berdekatan dengan ibumu dan jangan lupa selalu cuci tangan sebelum makan dan sebelum tidur ya"


"iya nyonya sekarang nyonya mau kemana?"


"tadinya saya mau ke rumahmu menengok ibumu tapi lagi di rawat di rumah sakit ya"


"iya nyonya, saya mau ngambil baju ganti dan seragam sekolah biar besok pagi saya langsung berangkat sekolah dari rumah sakit"


"kalau gitu saya sekalian ikut ke rumah sakit sekarang"


"terima kasih nyonya atas kemurahan hati anda, tunggu di sini sebentar saya mau ngambil baju ganti saya dan ibu"


"baiklah saya tunggu di sini nanti kita berangkat sama-sama"


"iya nyonya"


Setelah anak itu kembali dari rumahnya, Ropy menjalankan mobilnya menuju rumah sakit, tidak lupa dia mampir dulu ke mini market untuk membeli cemilan buat anak itu nanti sambil menunggui ibunya.


"sayang ayo ambil makanan apa yang kamu mau dan ngambil susu kotak dan jus buah juga dan masukan ke keranjang itu"


"aduh jadi ngerepotin nyonya saya jadi gak enak"


"gak apa-apa nak ayo ambil aja jangan sungkan"


Ropy menambah jumlah makanan yang di ambil anak itu jadi lebih banyak, tidak lupa juga dia memasukan roti dan buah-buahan ke dalam keranjang setelah merasa cukup lalu dia membayarnya di kasir.


Ropy masuk ke dalam mobil di susul anak itu duduk di sampingnya.


"siapa namamu nak dan kelas berapa sekolahnya?"


"nama saya Nurdin nyonya, saya kelas empat SD"


"oh ya, kalau ada apa-apa nanti hubungi saya ya ini kartu nama saya"


"iya nyonya nanti saya akan pinjam hp pak satpam sekolah"


"kamu tidak punya ponsel?"


"tidak nyonya"


Ropy tidak tega takut ada apa-apa nanti pasti dia sulit menghubunginya, ketika mobil sedang melaju di jalan dia melihat konter hp merk S dia menepikan mobilnya di halaman konter itu.


"ayo turun dulu nak"


Nurdin turun dan mengikuti Ropy masuk ke konter itu, Ropy membelikan ponsel dan kartunya untuk Ilham dan menyimpan nomernya di situ tidak lupa dia mengisi kuota internetnya untuk satu bulan.


"ini ponsel buat kamu nak, gunakan sebaik-baiknya bisa di gunakan untuk belajar tinggal cari di mbah google ya"


"ya ampun nyonya anda begitu baik dan peduli sama saya, ya allah smoga tambah berkah nyonya"


"aamiin nak, ayo kita ke rumah sakit nanti ibumu mencemaskanmu kalau kelamaan"


"iya nyonya, terima kasih"


"sama-sama nak, panggil ibu aja seperti kemarin, saya lebih nyaman di panggil ibu daripada di panggil nyonya"


"iya bu"


Ropy menjalankan mobilnya menuju rumah sakit dalam lima belas menit mereka sudah sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruang rawat inap setelah sebelumnya memakai masker sesuai aturan di sana ketika memasuki area rawat inap paru-paru.


Di ruang rawat inap itu terdapat enam tempat tidur dan kebetulan ibunya Ilham dekat dengan pintu masuk jadi mudah untuk menjangkaunya.