
"Pah bukannya ini Ida ibunya Doni ya?"
Ropy memperlihatkan video yang di kirim mang Agus tadi.
"Mana mah?"
"Ini pah yang berjalan ke mobil mamah, tuh lihat pah bajunya juga masih sama yang tadi dia pakai"
Ropi menunjuk ibu-ibu yang menghampiri mobilnya dan masuk mobilnya.
"Iya ini ida buat apa masuk mobil mama?"
"Ida tadi membawa kabur mobil mama waktu di parkir di super market xxx, mang Agus lupa mengunci mobilnya dan kunci mobilnya di biarkan menggantung tidak di bawa"
"Benar-benar ceroboh mang Agus, itu juga si Ida ngapain mencuri mobil mama coba aneh-aneh aja itu orang"
"Mungkin cari perhatian papah, coba tadi pagi bela-belain datang ke sini dengan dandanan heboh. Apakah tuan Hartawan terpesona di kejar mantan istri?"
Ropy menggoda suaminya yang lagi cemberut, dia mengedipkan matanya sebelah sambil tersenyum.
"Bororo-boro terpesona, yang ada malu dan geli melihat dandanan seperti badut"
"Ah masaaa?"
Ropy terus menggoda susminya yang cemberut.
happpp "awww papa turunkan aku"
Ropy kaget tiba-tiba di angkat suaminya, Hartawan membawa istrinya ke kamar lalu dia meletakannya di kasur dan membuka blus istrinya setelah itu dia menggelitik istrinya.
"Papa udah, gak tahan aduh papah berhenti" Ropy teriak-teriak kegelian.
"Ooh gak tahan ya baiklah"
Hartawan merubah posisinya dan memasukan kuncinya tidak sabar karena dia menghukum istrinya. Dan akhirnya kuncinya melesak tenggelam ke dalam liangnya, dia terus menghujamkannya dan maju mundur maju mundur cantik menggodanya..
"aaahhh cepat papa lebih cepat aku gak tahan"
Setelah tiga puluh menit dengan kecepatan turbo akhirnya mereka terkulai kelelahan.
--
-
-
-
"Selamat siang, apa benar ini dengan pak Doni?"
"Benar pak, bapak siapa ya dan kenapa menelpon dengan ponsel ibu saya?"
"Maaf pak, saya terpaksa mengambil dan memakai ponsel ibu anada tanpa ijin. Karena ini darurat, ibu anda mengalami kecelakasn mobi"
"Astagfirullah kecelakaannya di mana pak saya ke sana sekarang?"
"Di jalan delima pak, tapi sebainya anda langsung ke rumah sakit xx aja karena kondisi ibu anda sangat kritis dan ambulance sudah tiba di lokasi. jadi ibu anda sekarang akan langsung di bawa ke rumah sakit"
"Baik pa saya akan ke sana sekarang"
"Pak Doni sebaiknya anda jangan menyetir sendiri, karena tidak di anjurkan menyetir dalam keadaan panik bisa membahayakan anda pak"
"Iya pak polisi saya mengerti, terima kasih pak"
Doni menghela napas panjang lalu dia meraih tas kecil dan dompetnya dan menuju keluar rumah dan mengunci rumahnya, dia berjalan dan berhenti di pinggir jalan.
"Rumah sakit xx pak"
Doni naik taxi menuju rumah sakit, sampai rumah sakit dia menuju IGD rumah sakit itu.
"Selamat siang pasen kecelakaan yang barusan di mana ya?"
Doni menghampiri dokter yang sedang ngobrol dengan polisi.
"Itu langsung masuk ruang oprasi, apa anda pak Doni anaknya bu Ida yang tabrakan tadi?"
"Iya pak daya anaknya"
"Tunggu aja pak, kami sedang berusaha menyelamatkannya"
Doni duduk lemas di kursi ruang tunggu depan ruangan oprasi, satu jam berlalu lampu ruang oprasi di matikan dan bu Ida tergeletak di atas ranjang pasien yang di dorong keluar menuju ruang rawat inap kepalanya penuh perban.
"Bagaimana ibu saya dok?"
"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi tengkorak kepalanya retak dan kemungkinan sembuh total sangat minim"
Doni berjalan sambil memegang besi ranjang yang di dorong menuju ruang rawat inap dia syok dan bingung.
"ibu ini kenapa terjadi, mengapa ibu menyetir dengan kecepatan tinggi?"
Doni ngomong sendiri karena ibunya masih belum sadar, hanya layar monitar yang bersuara. Lalu dia berdiri dan berjalan menuju sofa dan diapun terduduk lemas.
-
"Selamat siang, apa benar ini dengan ibu Ropy?"
"Iya benar saya Ropy"
"Apakah benar ibu melapor kenilangan mobil?
"Benar pak"
"mobil ibu sudah kami temukan, tapi depannya penyok dan kaca depannya hancur"
"Lho ko bisa pak"
"Begini bu Ropy, mobil anda yang di kendarai ibu Ida mengalami kecelakaan di jl delima. ibu Ida kami larikan ke rumah sakit an sekarang bu ida di rawat di rumah sakit xx dalam keadaan kritis. Dan mobil ibu sekarang berada di kantor polisi"
"Astagfirullah... Iya pak terima kasih infonya"
"Sama-sama bu"
"Papa ayo kita ke rumah sakit, Ida kecelakaan"
Ropy membangunkan suaminya dan dia bergegas mandi.
Hartawan dan Ropy sampai di rumah sakit lalu menuju ruangan Ida.
"Adik yang kuat ya sayang, smoga ibumu segera sembuh"
"Terima kasih mah, tapi kata dokter kemungkinan sembuh sangat kecil mah"
"berdoa aja sayang yang sabar ya"
Ropy memeluk anak sambungnya dia sangat menyayangi doni.
Hartawan juga memeluk anaknya dan menepuk pundaknya.
"Pah lihat jari teh Ida bergerak"
"Iya mah, Don panggil dokter"
Doni mencet tombol darurat, tidak berselang lama dokter masuk dan menghampiri pasien lalu memeriksanya secara teliti.
Ida membuka matanya perlahan dia menatap Hartawan dan menggerakan tangannya, Doni menghampiri ibunya dan memegang tangannya.
M -a -a -f - k - a - n s - s - a - y - a
Tiiiiiiiiiiiit garis lurus di monitor menandakan detak jantung berhenti dan pasien dinyatakan meninggal.
"Innalillahi wainna illaihi rajiun"
Dokter membuka alat-alat medis dari tubuh Ida dan menutupnya dengan kain putih sampai kepala.
Tidak ada tangisan di sana, hanya Doni yang terduduk lemas. Bagaimanapun buruknya kelakuan Ida dia tetap ibu kandungnya.
Hartawan dan Ropy menyelesaikan administrasi rumah sakit lalu memesan mobil jenajah untuk mengantarkan jenajah Ida ke rumahnya di kota Garut.
Setelah selesai semuanya jenajah Ida pun di bawa ke Garut.
Doni, Hartawan dan Ropy pulang dulu ke rumah untuk siap-siap dan meminta supir kantor yang mengantarkan mereka ke garut.
Sampai di Garut ida di makamkan sebagai mana mestinya.
"Bagaimana sayang apa kamu mau lama di sini atau pulang sama-sama besok?"
"Besok aja mah kerjaan doni numpuk di kantor apalagi hari ini dan besok tidak masuk, tunggu aja besok Doni nyusul kalian ke hotel. Kalau malam ini Doni mau tidur di sini sama mamang dan bibi"
"Iya Don, papa tunggu besok pulangnya paling jam tujuhan"
"Iya pah"
Setelah pamitan Hartawan dan Ropy menuju hotel untuk istirahat, Doni dan supir tidur di rumahnya Doni karena masih ada kamar kosong.
"Gak nyangka ya usia manusia, tadi pagi dia keukeuh ingin memperjuangkan papa, eh sekarang sudah di kubur"
Ropy bergumam sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
"Iya sayang itulah hidup, makanya kita harus mengambil hikmahnya. Bahwa dunia hanya persinggahan, tidak perlu aneh-aneh yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Jalani hidup dengan benar dan jujur, supaya hidup kita tenang dan tentram"
Hartawan memeluk istrinya dan mengecupnya penuh cinta, karena sudah jam sepuluh malam akhirnya mereka memejamkan matanya dan terbang ke alam mimpi.