
Hari ini Ropy dan Hartawan sedang berada di butik untuk fitting baju pengantin, dia mencoba gaunnya di kamar pas di bantu asisten butik itu.
"woow mamah cantik sekali, papa jadi gak sabar" kata Hartawan sambil menaik turunkan alisnya menggoda calon istrinya.
"apaan sih pa" Ropy tersipu malu.
Kalau ada anak - anak pasti mereka abis di godain. Abisnya lucu seperti anak perawan dan bujang lagi kasmaran.
"papa serius mah semakin hari kamu semakin cantik badan kamu juga seperti anak gadis mah. Papa jadi gemes" lanjut Hartawan sambil mengulurkan jari tangan hendak menoel pipi Ropy seperti yang sering di lakukannya waktu SD.
"ih apaan sih pa belum muhrim tau" kata Ropy sambil mundur.
"ya ya ya maaf habisnya gemesin jadi gak sabar" Hartawan menatap inten sambil tersenyum.
Asisten butiknya mesem - mesem melihat calon pengantin yang lagi kasmaran itu sambil merapikan dan menata gaun yang Ropy pakai.
-
-
-
-
"Sah" kata penghulu dan saksi - saksi di barengi do"a untuk kedua mempelai.
Ropy dan Hartawan sungkem kepada emak, abah dan pamannya, mereka menangis bahagia melihat anaknya menikah dengan pasangan pilihannya bukan karena perjodohan lagi.
Mereka saling mencintai dan sangat serasi, walaupun usia mereka sudah kepala empat bahkan hampir kepala lima. Tapi terlihat seperti pasangan muda mudi, paras mereka cantik dan ganteng di dukung dengan makeup yang ahli jadi terlihat muda sekali (the power of make over...cek si otor mah 🤭).
Selesai akad nikah kedua mempelai berdiri di pelaminan untuk menerima ucapan selamat dari keluarga, saudara - saudara, kerabat, teman, karyawan yang hadir di situ.
"sekarang ibu istirahat dulu, supaya nanti malam pas acara resepsinya segar dan kuat" kata MUA sambil membuka pernak pernik yang ada di kepala Ropy.
"pasti kuatlah kita kan sudah lama tidak melakukannya, ya kan mah?" kata Hartawan sambil menaik turunkan alisnya.
"apaan sih papa bercanda terus, gak enak ada anak gadis disini" jawab Ropy tersenyum sambil menatap MUA nya dari pantulan kaca.
"santai aja buu, sudah terbiasa ko" kata MUA sambil menyelesaikan tugasnya.
"selesai... Silahkan ibu mau mandi dulu atau mau di apa - apain juga sama bapak silahkan sekarang sudah bebas. Asal harus istirahat cukup yaa" tambah MUA menggoda lalu dia pamit keluar kamar hotel.
"sama - sama bapak, permisi" jawab MUA itu
Lalu Hartawan mengunci pintu kamar hotelnya, kemudian dia berjalan menghampiri Ropy dan langsung memeluknya dengan erat sambil mencium puncak kepala istrinya.
"alhamdulillah sudah sah, smoga rumah tangga kita di berkahi allah hingga tua bersama hingga maut memisahkan kita" kata Hartawan bahagia.
Ropy masuk kamar mandi lalu mengisi air ke bathtub lalu meneteskan aroma terapi ke dalam air, dia naik ke bathtub ingin berendam untuk merilexkan tubuhnya.
Setengah jam kemudian pintu kamar mandi di buka dari luar.
"awww papa jangan masuk dulu aku belum selesai" kata Ropy sambil menutup dadanya.
"papa gak tahan mah gerah, papa mandinya pake shower aja" kata Hartawan sambil mencoel dada istrinya dan mencuri ciuman kilatnya lalu berjalan menuju tabung kaca untuk mandi.
Deg... Deg... Jantung Ropy dan Hartawan berdetak kencang, dan mukanya terasa panas karena memerah. Mereka seperti remaja yang di mabuk cinta.
Harttawan keluar lagi dari tabung kaca dengan penuh busa, dia berjalan menghampiri bathtub...
Tiba - tiba Hartawan mengangkat Ropy dari bathtub dia menggendongnya dan berjalan menuju sower untuk membersihkan diri yang penuh busa, Ropy terpekik sambil menutup matanya dengan jari tangan yang satunya karena merasa malu dan tangan satunya lagi memeluk leher Hartawan erat takut jatuh. Jantung mereka dag dig dug seperti habis lomba maraton.
"ayo kita bersihkan sayang, jangan lama lama berendamnya nanti masuk angin" kata Hartawan sambil menggosok punggung istrinya di bawah guyuran air shower.
Ropy diam saja tidak berani menatap suaminya, baru kali ini dia di perlakukan penuh kasih seperti ini. Walaupun pernah menikah selama dua puluh lima tahun dengan Wendy, tapi belum pernah memperlakukannya seromantis ini.
Selesai membersihkan diri Hartawan meraih handuk kimono yang tergantung di situ, lalu memakaikannya ke istrinya dan dirinya.
"Up" dia menggendong lagi Ropy membawanya keluar kamar mandi.
"papa turunkan aku, aku mau jalan sendiri pa" kata Ropy sambil gerak - gerak ingin di turunkan.
"diam mah jangan gerak gerak terus, tuh kan bangun... hayo tanggung jawab yaa" kata Hartawan sambil mengendus mencium leher istrinya.
Mereka sampai di tempat tidur lalu menurunkan istrinya lalu merebahkannya, Hartawanpun ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya.
"mah sekarang yaa, papa gak tahan" Hartawan berbisik di telinga Ropy sambil menciuminya lalu menggigitnya gemas.
Setelah satu jam bergumul akhirnya mereka tumbang lalu tertidur karena kelelahan sambil berpelukan mereka terbang ke alam mimpi...