Ropy

Ropy
Pindah Rumah



Esok harinya sekitar jam setengah dua belas siang, Wendy memboyong istri dan anaknya untuk pindah je rumah baru. Dantar ibu Nenih, mas Joni dan teh Nina istri Joni, selama tiga puluh menit di perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah baru. "alhamdulillah sudah sampai... ayo masuk" seru Ropy... Lalu mereka semuanya masuk kerumah.


"lumayanlah karena rumah masih baru" kata ibu mertuanya dan teh Nina setelah melihat - lihat isi kamar dan keliling rumah... "ko polos banget sih langit - langit dan dindingnya Rop" kata Nina... "Iya teh belum sempat beli lampu hias dan lukisan, lagian baru kemarin lusa beli rumahnya juga mana sempat" jawab Ropy sambil mencuci buah - buahan.


Dreet... Dreeet... Ponsel Ropy beegetar di dalam tas..."assalammualaikum emak sama abah sarehat" tanya Ropy kepada emak di sebrang telpon... "waalaikum salam alhamdulillah emak jeung abah sehat nyi... Kumaha jadi pindahna?" jawab ema... "alhamdulillah jadi mak, ini lagi ngumpul di rumah baru" kata Ropy... "iya syukurwe atuh ari jadi pindah mah... Kumaha incu - incu emak calageur?" tanya emak nanyain kabar cucunya... "alhamdulillah mak sarehat, mereka lagi tidur siang" jawab Ropy... "ya ngges nyi sing betah di rumah baruna, sing barokah tur di lancarkeun milik rijkina. Aamiin.... Salam ka jang Wendy dan bu Nenih, juga kakak iparmu dan istrinya.. Assalammualaikum..." kata emak.... "Aamiin... Mak terima kasih do'anya... Waalaikum salam..." jawab Ropy. Emakpun menutup telponnya.


Ropy menuangkan masakan yang tadi di pesan dari rumah makan sunda ke dalam mangkuk dan piring - piring, lalu di letakan di meja makan... "ayo kita makan siang dulu" ajak Ropy kepada semuanya walaupun telat utuk waktu makan siang, karena jam menunjukan pukul dua siang... Sebelum makan siang mereka berdo'a dulu untuk keberkahan makanan dan rumah barunya, lalu mereka menyantap makanan tanpa obrolan. Karena mas Joni gak suka kalau di meja makan mendengar ocehan ibu dan istrinya yang terkenal cerewet.


"Wen ibu mau mandi air hangat... ko showernya dingin ya... Di putar - putar juga tetap aja dingin" kata bu Nenih keluar dari kamar mandi... "maaf bu belum sempat di pasang penghangatnya, ngerebus air dulu aja di panci ya bu... Tunggu sebentar Wendy ngerebus airnya dulu" jawab Wendy... "udah... gak usah... Tanggung... Udah langsung mandi air dingin barusan" jawab Nenih sambil berlalu masuk kamar.


"mah anak - anak sudah pada tidur? Tanya Wendy melihat Ropy turun dari tangga lalu menghampiri suaminya yang lagi ngobrol dengan ibu mertuanya di ruang keluarga... "sudah mas barusan" jawab Ropy sambil duduk di samping suaminya. "mas sepertinya anak - anak senang sekali tidur di kamarnya, terlihat dari wajah mereka berseri - seri walaupun lagi tidur" lanjut Ropy dengan mata yang berbinar... "alah biasa aja namanya juga anak kecil belum tau apa - apa, memangnya kalau di rumah ibu enggak berseri - seri?" timpal bu Nenih sambil memonyongkan bibir bawahnya seperti biasa... " syukur alhamdulillah kalau anak - anak senang... Eh bu bukan gitu mungkin maksud Ropy, cuma anak- anak dari kemarin memang suka dengan tempat tidur barunya" jawab Wendy menengahi supaya ibunya tidak salah paham kepada istrinya... "iya bu bukan begitu maksudku buuu... Maaf kalau membuat ibu tersinggung" kata Ropy kepada mertuanya... "udah yuk kita istirahat, ibu juga harus cepat istirahat tuh sudah setengah sepuluh" kata Wendy sambil nunjuk jam dinding... Lalu merekapun masuk kamar untuk istirahat.